Catatan Futsal

Jadi Wakil Raja Itu Not Bad, Lah!

Israr bermain luar biasa gemilang di laga final Asian Cup Futsal 2026 versus Iran yang digelar di Indonesia Arena, Jakarta, Sabtu, 9 Februari. 

|
Penulis: T. Agus Khaidir | Editor: Ayu Prasandi
Tribunnews.com/Tribunnews/Herudin
KEDUA - Pemain Tim Nasional Futsal Indonesia usai menerima pengalungan medali di laga final Asian Cup Futsal 2026 versus Iran di Indonesia Arena, Jakarta, Sabtu (8/2/2026). Indonesia menempati posisi kedua setelah kalah 9-10 (adu penalti 4-5). 

TRIBUN-MEDAN.com- Satu foto beredar di media sosial dan dengan segera meruntuhkan pertahanan emosi suporter-suporter futsal tanah air.

Foto Israr Megantara, fivot Tim Nasional Futsal Indonesia, sedang menangis di pelukan ibunya.

Israr bermain luar biasa gemilang di laga final Asian Cup Futsal 2026 versus Iran yang digelar di Indonesia Arena, Jakarta, Sabtu, 9 Februari. 

Ia menggetarkan jala gawang Iran tiga kali. Iya, tiga kali, hattrick! Tidak banyak pemain di muka bumi ini yang bisa dilakukannya.

Tidak juga para legenda macam Falcao atau Richardinho. Iran adalah raja futsal Asia. Mereka lolos sembilan kali beruntun ke putaran final Piala Dunia Futsal dan 13 kali memenangkan gelar juara Asia. 

Israr, 21 tahun, membuat Iran kelimpungan. Indonesia memaksakan skor 5-5- di waktu normal + babak tambahan 2x5 menit.

Laga berlanjut ke adu eksekusi penalti, dan Iran menang, meraih gelar mereka yang ke-14. Dua eksekutor Indonesia gagal menaklukkan kiper Iran. Satu di antaranya, Israr. 

HIBUR - Seorang staf pelatih menghibur pemain Tim Nasional Futsal Indonesia, Israr Megantara, usai laga final Asian Cup Futsal 2026 versus Iran di Indonesia Arena, Jakarta, Sabtu (8/2/2026). Israr melesakkan tiga gol tapi gagal dalam eksekusi adu penalti, Indonesia menempati posisi kedua setelah kalah 9-10 (adu penalti 4-5).
HIBUR - Seorang staf pelatih menghibur pemain Tim Nasional Futsal Indonesia, Israr Megantara, usai laga final Asian Cup Futsal 2026 versus Iran di Indonesia Arena, Jakarta, Sabtu (8/2/2026). Israr melesakkan tiga gol tapi gagal dalam eksekusi adu penalti, Indonesia menempati posisi kedua setelah kalah 9-10 (adu penalti 4-5). (TRIBUNNEWS/Tribunnews/Herudin)

Tidak ada yang tahu isi percakapan Israr dan ibunya saat mereka berpelukan itu.

Namun rasa-rasanya, tidak akan berlebihan apabila kita mengandaikan ibu Israr mengucapkan kalimat yang pernah diucapkan Nyai Ontosoroh pada Minke, yang melompat jadi abadi dari lembaran novel Bumi Manusia. 

"Kita sudah melawan, Nak. Sebaik-baiknya. Sehormat-hormatnya."

Dan memang, malam itu, siapa pun yang menyaksikan laga, akan sepakat betapa Israr, dan 13 penggawa Tim Nasional Futsal Indonesia lainnya, telah melawan dengan sebaik-baiknya, dengan sehormat-hormatnya.

Tidak pernah ada yang menyangka Indonesia akan melangkah sampai sejauh ini.

Mungkin juga tidak Hector Sauto, pelatih tim nasional yang serba meledak-ledak dan tak sedikit pun pernah terlihat menunjukkan gelagat inferior itu. Walau bertindak sebagai tuan rumah, Indonesia sama sekali tidak diperhitungkan.

Modal tropi AFF Cup dan medali emas SEA Games, dianggap belum cukup untuk menandingi reputasi negara-negara kuat Asia, yang datang dengan kekuatan terbaiknya.

Alih-alih dibandingkan berhadap-hadapan dengan Uzbekistan, Irak, Jepang, terlebih-lebih Iran, potensi dan peluang Indonesia justru ditempatkan pada posisi yang tidak lebih tinggi dari Vietnam dan Thailand.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved