Okupansi Tinggi, Dishub Siantar Jajaki Penambahan Gerbong KA Sireks 

Hal ini cukup beralasan mengingat rate-okupansi penumpang cukup tinggi pada moda transportasi ular besi tersebut. 

Penulis: Alija Magribi | Editor: Eti Wahyuni
TRIBUN MEDAN/ALIJA
Rangkaian Kereta Api Siantar Ekspress (Sireks) yang berhenti di stasiun akhir, Pematangsiantar pada Minggu (12/10/2025). 

TRIBUN-MEDAN.com, SIANTAR - Dinas Perhubungan Kota Pematangsiantar akan melakukan penjajakan dengan PT KAI Divre I Sumbagut terkait potensi penambahan gerbong pada rangkaian Kereta Api Siantar Ekspress (Sireks). 

Hal ini cukup beralasan mengingat rate-okupansi penumpang cukup tinggi pada moda transportasi ular besi tersebut. 

Kabid Perhubungan Darat pada Dinas Perhubungan Kota Pematangsiantar, Agressa Affandi menyampaikan bahwa usulan tersebut memang beberapa kali pihaknya terima khususnya dari sektor pekerja profesional di Kota Pematangsiantar. 

"Memang kita sudah beberapa kali mendapatkan usulan tersebut agar ada penambahan trip perjalanan sampai tambah gerbong bisnis atau pun eksekutif. Masukan tersebut kita telaah dulu untuk kita sampaikan ke PT KAI di Medan," kata Agressa, Senin (27/4/2026). 

Agressa mengaku paham betul dengan minat masyarakat untuk dukungan mobilisasi yang nyaman, tepat waktu, dan mudah dijangkau baik harga mau pun jarak. Apalagi pilihan masyarakat Siantar untuk naik kereta api terus melambung beberapa tahun terakhir. 

Baca juga: Kemeriahan HUT ke - 155 Kota Siantar , Banjir Penonton Sejak Fun Run, Karnaval Hingga Konser

Sementara PT KAI Divre I Sumbagut hanya menyediakan rangkaian kereta kelas ekonomi (subsidi) dengan jumlah tiga gerbong per perjalanan dengan volume per gerbong adalah 106 orang. Kereta Sireks sendiri selama ini tak memiliki gerbong Bisnis-Eksekutif. 

"Iya nanti kita sampaikan usulan tersebut. Mudah-mudahan bisa terealisasi dengan segera ya," kata Agressa. 

Senada dengan Agressa, Sekretaris Dinas Perhubungan Kota Pematangsiantar, Lusamti Simamora mengaku, sangat mendukung segala masukan dari masyarakat terhadap sektor transportasi. Namun ia juga memahami, tentunya ada sedikit gejolak terhadap penumpang bus yang berpotensi berdampak dari kebijakan ini. 

"Tentunya kita akan terus berkoordinasi dengan internal kita khususnya ke Pak Kabid Hubdar dan PT KAI. Saya pribadi sepakat dengan usulan-usulan masyarakat," kata Lusamti. 

Dukungan agar PT KAI menambah gerbong Kereta Api Siantar Ekspress datang dari sejumlah kalangan profesional. Mulai dari pihak bankir, birokrat, sampai aparat penegak hukum. Penambahan kelas Bisnis-Eksekutif akan memberikan ruang privasi yang lebih nyaman dan lega.

 

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved