Ramadan 2026
Hijrah dari Dunia Gelap, Rasyid Kini Bangun Usaha Sepatu Almahyra
Hidup Aminurasid pernah berada di titik gelap yang begitu paling gelap. Namanya sempat dikenal sebagai bandar narkoba di Kota Medan.
Penulis: Dedy Kurniawan | Editor: Randy P.F Hutagaol
TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN – Hidup Aminurasid pernah berada di titik gelap yang begitu paling gelap. Namanya sempat dikenal sebagai bandar narkoba di Kota Medan.
Dunia malam, bisnis barang haram, dan pergaulan keras pernah menjadi bagian dari kehidupannya.
Namun roda kehidupan berputar. Kini, pria yang juga dikenal sebagai insan pers di Kota Medan itu memilih jalan hijrah, meninggalkan masa lalu kelam dan menata hidup dengan mendekatkan diri kepada Tuhan.
“Selalu yang diingatkan Tuhan Maha Sayang,” kata Aminurasid, kalimat yang selalu ia ulang ketika mengenang perjalanan hidupnya.
Saat ditemui di Warung Incek Budi, Jalan Agus Salim, Medan, Kamis (12/3/2025).
Ayah enam anak ini mengisahkan bagaimana proses hijrahnya tidak datang secara tiba-tiba, melainkan melalui rangkaian peristiwa pahit yang mengguncang hidupnya.
Dikhianati Teman, Kehidupan Hancur
Titik balik kehidupan Aminurasid bermula ketika ia merasa dikhianati orang-orang yang dulu menjadi teman dekat sekaligus rekan BISNISNYA. Persaingan dalam bisnis ilegal membuatnya difitnah dan dijatuhkan oleh orang-orang terdekat.
“Karena ada yang mau menguasai kampung itu buat bisnis ilegal, jadi dikotak-kotakan. Yang selama ini saya buat baik tidak dikenang orang. Saya malah dianggap penghancur kampung,” ujarnya.
Bahkan, ia pernah diminta meninggalkan kampung halamannya.
“Dibilang, kau tak usah tinggal di kampung lagi. Selama ada kau, rusuh saja kampung ini,” kenangnya.
Padahal, menurutnya, ia tidak pernah berniat merusak lingkungan sekitar. Sejak saat itu ia mulai memiliki tekad untuk memperbaiki keadaan.
“Dari situ saya terobsesi memperbaiki kampung ini, ingin jadi lebih baik,” katanya.
Ditinggalkan Istri dan Anak
Namun ujian hidupnya tidak berhenti di situ. Dunia narkoba yang ia jalani membawa dampak besar pada kehidupan keluarganya.
Di masa terpuruk itu, ia harus menerima kenyataan pahit: istri dan anak-anaknya pergi meninggalkannya
“Hidup hancur waktu itu. Istri cerai dan membawa anak-anak. Teman-teman juga hilang saat kita jatuh,” ungkapnya lirih.
| Selama Ramadan, Polrestabes Medan Catat Angka Kriminal Jalanan Turun 14 Persen |
|
|---|
| Sejarah Masjid Al-Ghaudiyah Medan yang Namanya Diambil dari Perkampungan di Negara Iran |
|
|---|
| Jadwal Imsakiyah 28 Ramadan 2026 Kota Medan: Waktu Sahur dan Buka Puasa 18 Maret 2026 |
|
|---|
| Jadwal Sidang Isbat Menetapkan 1 Syawal Idul Fitri 1447 H, Disiarkan Langsung Kementerian Agama |
|
|---|
| Kisah Hidup Eko Sopianto, Tobat dari Dunia Hitam dan Kini Miliki Sekolah Gratis |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Aminurasid-membuka-toko-sepatu-di-Jalan-Agus-Salim-setelah-hijrah-sebagai-bandar-1.jpg)