Ramadan 2026
Dua Kali Mimpi Syahadat, Muhammad Ramadhan Tetap Mantapkan Hati Jadi Mualaf meski Ditentang Keluarga
Gejolak batinnya mulai timbul saat ia hendak menempuh pendidikan keagamaan menjelang dewasa di agama yang dianut sebelumnya.
Penulis: Muhammad Nasrul | Editor: Randy P.F Hutagaol
TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Gusar, gelisah, penasaran, tak tau tujuan hidup. Itulah yang dirasakan oleh Muhammad Ramadhan Sinaga, seorang pria kelahiran 17 April 1994 di dalama beberapa tahun ke belakang menjalani hidup yang kini memantapkan diri jadi mualaf.
Di masa remaja, cukup banyak pertanyaan yang ada di benaknya dalam hal mencari jati diri perihal masalah spiritual.
Gejolak batinnya mulai timbul saat ia hendak menempuh pendidikan keagamaan menjelang dewasa di agama Kristen Protestan yang dianut sebelumnya.
Di masa proses pembelajaran untuk mendapatkan sertifikat tanda dewasa, ia semakin penasaran dengan semua yang dipelajarinya di dua Alkitab yang ia bedah. Namun, sejauh ia menaruh penasaran ia hanya mempelajari isi dalam Alkitab dengan otodidak untuk bisa menelaah lebih jauh.
Singkat cerita, pada tahun 2016 ketika ia hendak melanjutkan pendidikan di jenjang D3 menuju S1 di Ibukota Jakarta. Tak sengaja ia melihat adanya video Dr Zakir Naik, ketika ia membuka laman youtube.
"Ya namanya kita buka halamannya kan langsung random yang muncul. Ada satu video Dr Zakir Naik, karena penasaransaya buka terus saya tonton. Di situlah pertanyaan ketika saya remaja terjawab, sampai akhirnya saya nonton beberapa video," ujar Ramadhan.
Ketika ditemui di sela-sela kegiatannya berdagang kopi di kawasan Kecamatan Medan Perjuangan, ia kembali mengingat momen apa yang membuatnya semakin mantap memeluk agama Islam. Sedikit flashback ke belakang, ia bercerita di tahun 2020 menjadi awal ia mendapatkan hidayah dari Allah SWT.
Saat itu, ia yang kala itu bekerja di salah satu stasiun televisi swasta di Jakarta melihat jelas dalam mimpinya ia dituntun ke jalan Allah. Dengan mimik wajah cerah, pria berjanggut tipis ini bercerita di dalam mimpinya awalnya ia melihat keluarganya sedang berada di dalam sebuah mobil.
Dalam penampakannya, ia melihat kedua orangtua beserta adiknya mengenakan baju seperti akan ke acara. Setibanya di persimpangan, ia melihat arah ke kiri menuju ke gereja sementara ke kanan arah menuju ke masjid.
"Wallahu alam, kendaraan mereka ini ke kanan. Di situ, ada saya yang sedang lagi proses ijab qabul (syahadat)," katanya.
Katanya, mimpinya dalam mendapatkan hidayah menuju masuk Islam ini tak hanya satu kali. Dimana, dua tahun berselang tepatnya di bulan Desember tahin 2022 tepatnya tanggal 12 ia kembali mendapatkan hidayah melalui mimpi.
Di mimpi kedua, ia kembali mengalami pengalaman berada di dalam perjalanan bersama beberapa orang rekannya. Saat itu, setelah tiba di sebuah tempat ternyata ia melihat salah satu rekannya menjalani proses syahadat di bangunan masjid baru.
"Setelah itu pas masuk waktu salat, di situ kan saya masih non, jadi saya di barisan paling belakang melihat teman-teman yang lagi solat. Tapi pas mau sujud, saya spontan ikut sujud juga, dalam sujut itu saya nangis," ucapnya sambil bergetar.
Sambil mengingat pengalaman spiritual yang nyata, usai mengalami mimpi itu ia mengatakan dirinya langsung tersentak dari tidur bahkan langsung menangis. Bukan tanpa sebab, tangisannya itu juga mengiringi tanda tanya dalam hidupnya setelah dua kali mengalami mimpi tentang masuk islam yang cukup nyata.
Usai mendapatkan pertanda, pria yang semula menganut agama Kristen Protestan ini mengaku semakin mantap mempelajari ilmu agama. Dimana, saat itu dirinya kembali memperdalam Alkitab sekaligus membandingkan dengan ajaran yang ada di agama Islam.
| Selama Ramadan, Polrestabes Medan Catat Angka Kriminal Jalanan Turun 14 Persen |
|
|---|
| Sejarah Masjid Al-Ghaudiyah Medan yang Namanya Diambil dari Perkampungan di Negara Iran |
|
|---|
| Jadwal Imsakiyah 28 Ramadan 2026 Kota Medan: Waktu Sahur dan Buka Puasa 18 Maret 2026 |
|
|---|
| Jadwal Sidang Isbat Menetapkan 1 Syawal Idul Fitri 1447 H, Disiarkan Langsung Kementerian Agama |
|
|---|
| Kisah Hidup Eko Sopianto, Tobat dari Dunia Hitam dan Kini Miliki Sekolah Gratis |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Muhammad-Ramadhan-Sinaga-seorang-mualaf-taat-yang-kini-memilih-jalan-berjualan.jpg)