Ramadan 2026

Di Balik Jeruji, UINSU Hadirkan Safari Ramadhan dan Pesan Taubat bagi Warga Binaan

Suasana berbeda terasa di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas I Medan pada Selasa (3/3/2026).

TRIBUN MEDAN/ISTIMEWA
RAMADAN DI RUTAN - Suasana Safari Ramadhan Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UINSU) Medan di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas I Medan, Selasa (3/3/2026). Kegiatan diisi dengan doa bersama dan tausiah Ramadhan yang mengajak warga binaan memaknai rutan sebagai ruang memperbaiki diri dan mendekatkan diri kepada Allah SWT. 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN – Suasana berbeda terasa di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas I Medan pada Selasa (3/3/2026).

Di balik jeruji besi, ratusan warga binaan mengikuti kegiatan Safari Ramadhan yang digelar Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UINSU) Medan.

Kegiatan ini menjadi bagian dari penguatan kerja sama sekaligus pembinaan spiritual bagi warga binaan selama bulan suci Ramadhan.

Rektor UINSU Medan, Prof. Dr. Nurhayati, M.Ag., tidak dapat hadir secara langsung. Kehadirannya diwakili Wakil Rektor Bidang Kerja Sama dan Pengembangan Lembaga, Prof. Dr. Muzakkir, M.Ag., yang juga menyampaikan salam dari Rektor kepada jajaran Rutan Kelas I Medan.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan Prof. Dr. Katimin, M.Ag., Direktur Pascasarjana Prof. Nurussakinah Daulay, Wakil Dekan I Fakultas Syariah dan Hukum Dr. Sugeng Wanto, Wakil Dekan III Fakultas Kesehatan Masyarakat Dr. Irwansyah, serta Wakil Dekan III Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan Dr. Muhammad Rifa’i.

Acara diawali dengan pembukaan dan doa bersama. Suasana semakin khidmat saat salah satu warga binaan membacakan tilawah Al-Qur’an, yang membuat ruangan terasa lebih tenang di tengah momentum Ramadhan.

Dalam kesempatan itu, juga dilakukan penandatanganan nota kesepahaman (MoA) antara beberapa fakultas di UINSU Medan dengan pihak Rutan Kelas I Medan.

Kerja sama ini merupakan tindak lanjut kolaborasi UINSU bersama Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan dalam bidang pendidikan, pelatihan, dan pengabdian kepada masyarakat.

Kepala Rutan Kelas I Medan, Andi Surya, Amd.IP., SH, MH, mengapresiasi konsistensi UINSU Medan yang selama ini mendukung pembinaan warga binaan.

Ia berharap kerja sama tersebut tidak hanya bersifat seremonial, tetapi mampu menghadirkan program pendidikan dan pelatihan yang berkelanjutan bagi warga binaan.

“Harapannya tentu bukan hanya kegiatan seremonial. Kami berharap ada program pendidikan, pelatihan mental, serta pendampingan yang terus berjalan agar warga binaan siap kembali ke masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, Prof. Muzakkir dalam tausiah Ramadhannya mengajak para warga binaan untuk memaknai rutan bukan sekadar tempat menjalani hukuman, tetapi sebagai ruang pembelajaran untuk memperbaiki diri.

Ia menyebut rutan dapat menjadi “madrasah jiwa” bagi setiap orang untuk kembali menemukan jati diri dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Menurutnya, setiap manusia pasti pernah melakukan kesalahan. Namun yang terbaik adalah mereka yang segera bertaubat dan memperbaiki diri.

Dalam ceramahnya, Prof. Muzakkir juga menjelaskan tiga syarat utama diterimanya taubat. Pertama, adanya penyesalan yang sungguh-sungguh atas kesalahan yang telah dilakukan.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved