Ramadan 2026
Deretan Menu Khas India yang Selalu Hadir saat Ramadan di Masjid India Medan
Ramadan di sejumlah masjid India Medan seperti Masjid Ghaudiyah, Jalan Zainul Arifin, Masjid Jamik Kebun Bunga, dan Masjid Ubudiyah.
Penulis: Husna Fadilla Tarigan | Editor: Randy P.F Hutagaol
TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN – Ramadan di sejumlah masjid India Medan seperti Masjid Ghaudiyah, Jalan Zainul Arifin, Masjid Jamik Kebun Bunga, dan Masjid Ubudiyah, selalu identik dengan sajian kuliner khas India Selatan yang telah menjadi tradisi lintas generasi komunitas India Muslim di kota ini.
Tidak hanya sekadar makanan berbuka, hidangan yang disajikan memiliki sejarah panjang dan filosofi budaya yang telah berlangsung sejak puluhan tahun lalu.
Ketua Yayasan India Muslim Selatan Sumatera Utara, H. Muhammad Siddik Saleh, mengatakan tradisi penyediaan makanan berbuka sudah berlangsung sejak sekitar tahun 1960. Awalnya, kegiatan memasak berpusat di Masjid Jamik Kebun Bunga sebelum kemudian dilanjutkan di Masjid Ghaudiyah untuk pemasakan bubur, Teh Chai di Masjid Jamik hingga sekarang.
“Sejak saya belum lahir pun bubur ini sudah ada. Dari tahun 1960 sudah dimasak untuk jamaah,” ujarnya, Selasa (25/2/2026).
Bubur Sup Khas India Selatan
Menu utama yang selalu hadir setiap hari selama Ramadan adalah bubur khas India Selatan yang lebih tepat disebut sebagai sup bubur rempah, karena proses memasak dan komposisinya berbeda dari bubur pada umumnya di Indonesia.
Salmah (61), juru masak yang telah lama terlibat dalam dapur Ramadan, menjelaskan bubur dibuat dari 12 hingga 15 kilogram beras yang dimasak bersama daging dan aneka rempah khas India Selatan.
“Dagingnya direbus dulu dengan bumbu rempah sampai matang, baru dimasukkan santan dan beras. Rebusnya saja lima sampai enam jam,” katanya.
Setelah matang, bubur ditambahkan tomat dan racikan bumbu khusus yang menjadi ciri khas cita rasa India Selatan. Campuran rempah seperti merica dan bumbu rahasia turun-temurun membuat rasanya berbeda dari bubur nusantara.
Menurutnya, bubur ini sudah ada bahkan sebelum dirinya lahir dan selalu dimasak setiap hari sepanjang Ramadan.
Chai, Minuman Tradisional Pendamping Berbuka
Selain bubur, jamaah juga mendapatkan minuman khas bernama chai, teh susu rempah khas India Selatan yang memiliki cita rasa perpaduan antara teh tarik dan minuman rempah hangat.
Siddik menjelaskan, chai memiliki sejarah panjang dalam tradisi jamaah tabligh di India, bahkan kerap digunakan untuk membangunkan orang saat waktu salat subuh.
“Chai itu minuman khas India Selatan. Sampai sekarang setiap hari tetap kami sediakan,” ujarnya.
Nasi Briyani, Menu Istimewa Akhir Pekan
| Selama Ramadan, Polrestabes Medan Catat Angka Kriminal Jalanan Turun 14 Persen |
|
|---|
| Sejarah Masjid Al-Ghaudiyah Medan yang Namanya Diambil dari Perkampungan di Negara Iran |
|
|---|
| Jadwal Imsakiyah 28 Ramadan 2026 Kota Medan: Waktu Sahur dan Buka Puasa 18 Maret 2026 |
|
|---|
| Jadwal Sidang Isbat Menetapkan 1 Syawal Idul Fitri 1447 H, Disiarkan Langsung Kementerian Agama |
|
|---|
| Kisah Hidup Eko Sopianto, Tobat dari Dunia Hitam dan Kini Miliki Sekolah Gratis |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Panitia-menyiapkan-hidangan-berbuka-puasa-di-dalam-Masjid-Jamik-Kebun-Bunga-1.jpg)