Mutiara Ramadan

Puasa dan Kesyukuran Kepada Allah SWT

Puasa telah diwajibkan bagi orang-orang sebelum kita. Tujuannya apa? Yaitu untuk mendapat derajat takwa.

Editor: Ayu Prasandi
IST/ilustration generated by AI
Puasa dan Kesyukuran Kepada Allah SWT 

Prof. Dr. Nurhayati, M.Ag., Rektor UIN Sumut
 

Prof. Dr. Nurhayati, M.Ag., Rektor UIN Sumut
Prof. Dr. Nurhayati, M.Ag., Rektor UIN Sumut

Bismillahirrahmanirrahim. Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
 
Pemirsa Tribunnews yang berbahagia, puasa dan kesyukuran merupakan dua hal yang erat berkaitan.

Kita harus mengetahui bahwasanya puasa tahun ini merupakan wujud kesyukuran yang harus kita ungkapkan, yang harus kita syukurkan kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, karena kita masih diberi usia yang panjang.
 
Ini wujud kesyukuran yang sesungguhnya sangat luar biasa. Kita sering menganggapnya sepele. Kita lebih mementingkan kesyukuran ketika kita, sebutlah, menerima nikmat, menerima harta. Kita lupa, bahwasanya nikmat usia juga merupakan anugerah yang begitu besar.
 
Dalam Al-Baqarah 183, disebutkan ‘wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa’.
 
Puasa telah diwajibkan bagi orang-orang sebelum kita. Tujuannya apa? Yaitu untuk mendapat derajat takwa.

Satu di antara cara untuk mendapat derajat takwa ini adalah wujud syukur kita kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, dan Ramadan merupakan season yang sangat bagus untuk mensyukuri atas segala pemberian Allah Subhanahu wa Ta’ala.
 
Dengan apa? Ramadan adalah bulan di mana ketika kita melaksanakan amal ibadah, maka amal ibadah ini akan diberikan pahala berlipat ganda. Oleh karena itu, momentum ini harus kita manfaatkan sebaik-baiknya.
 
Hal-hal yang sudah dianggap [dalam tanda kutip] biasa, padahal penting sekali, seperti misalnya salat tarawih, ya. Orang-orang mungkin menganggap, ‘ah, sudah biasa saja’. Padahal sebenarnya tidak demikian.

Kita melaksanakan salat tarawih hanya di bulan Ramadan. Ini terang nikmat yang tidak bisa didapat setiap saat. Ini ibadah yang pahalanya dilipatgandakan, dan kita tak memperolehnya tanpa adanya nikmat umur.
 
Contoh lain membaca Al-Quran. Kita tiap hari membaca Al-Quran. Namun membaca Al-Quran di bulan Ramadan pahalanya juga akan berlipat. Efeknya luar biasa pada diri kita sendiri.
 
Apa lagi? Mari kita luruskan niat Kita harus intropeksi diri, harus mengendalikan diri, melakukan self-control. Dengan demikian, niscaya kita bisa merasakan apa yang dirasakan orang lain.
 
Kondisi lapar, kondisi haus, memberikan efek kepada kita untuk merasakan sebagaimana dirasakan orang-orang duafa, orang-orang miskin, orang-orang fukara di luar sana.

Mereka tidak makan, kadang kehausan, karena memang sebenar-benarnya tidak bisa makan sebab tidak punya uang untuk membeli. Sebaliknya kita tidak demikian.

Maka, tatkala kita tidak meluruskan niat sembari mengintrospeksi dan mengendalikan diri, tidak melakukan self control, dipastikan puasa yang kita lakukan sia-sia belaka.
 
Sayangnya justru kecenderungan begini yang kerap kali terjadi. Lantaran nafsu kita melihat makanan, kita beli semuanya. Akhirnya ketika berbuka, kita tidak sanggup untuk memakannya hingga akhirnya terbuang.

Alih-alih bersyukur, kita justru melakukan tindakan mubazir. Apabila memang punya rezeki lebih, alangkah lebih baik apabila kita berbagi.
 
Tribunnews yang dirahmati Allah. Beberapa waktu yang lewat, saudara-saudara kita di Padang, saudara-saudara kita di Aceh, termasuk juga di Sumatera Utara ini, mengalami musibah banjir yang luar biasa.

Sampai saat ini pun sebagian besar warga yang terdampak masih membutuhkan bantuan. Mereka melaksanakan puasa Ramadan dalam kondisi serba terbatas.
 
Marilah kita manfaatkan datangnya momentum bulan suci Ramadan ini untuk lebih meningkatkan kepedulian kita kepada saudara-saudara kita.
 
Dengan berbagi, hidup kita jadi lebih indah. Berbagi membersihkan harta-harta kita. Berbagi merupakan wujud kesyukuran kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, yang ujung-ujungnya dapat meningkatkan derajat takwa kita. Ini yang paling penting. Mudah-mudahan ini bisa kita laksanakan.
 
Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan Bukhari dan Muslim, dikatakan, ‘Barang siapa yang berpuasa karena iman dan mengharapkan keridaan Allah Subhanahu wa ta'ala, insyaallah akan dihapuskan dosa-dosanya yang telah lalu’.
 
Tribunnews yang berbahagia. Selamat berpuasa. Mudah-mudahan kita termasuk hamba-hamba Allah yang bersyukur. Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

(*)

Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News

Ikuti juga informasi lainnya di FacebookInstagram dan Twitter dan WA Channel

Berita viral lainnya di Tribun Medan 

 

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved