Program 1 Polisi 1 Hektare Dukung Ketahanan Pangan, Polres Simalungun Panen Raya Jagung 30 Rante

Program ini merupakan implementasi dari instruksi Kapolri dan Kapolda Sumatera Utara untuk mendukung ketahanan pangan nasional.

Editor: Muhammad Tazli
IST
Panen jagung dilaksanakan pada Senin, 2 Januari 2026, mulai pukul 08.00 WIB hingga selesai di ladang milik Suandi Pandiangan di Nagori Pematang Kerasaan Rejo, Kecamatan Bandar. 

TRIBUN-MEDAN.com, SIMALUNGUN - Program ketahanan pangan berbasis desa yang digalakkan Polri mulai menuai hasil. Polsek Perdagangan Polres Simalungun berhasil memfasilitasi panen jagung hibrida seluas 30 rante (sekitar 4,8 hektare) di Nagori Pematang Kerasaan, sebagai wujud nyata mendukung program 100 hari kerja Presiden RI.

Kepala Kepolisian Sektor Perdagangan, IPTU Patar Banjarnahor, SH, MH, saat dikonfirmasi Sabtu malam, 7 Februari 2026, sekitar pukul 21.00 WIB, menjelaskan kesuksesan program 1 Polisi 1 Ha yang dijalankan wilayahnya.

"Alhamdulillah, program ketahanan pangan yang kami jalankan bersama BUMNAG Abadi Jaya sudah panen pada Senin, 2 Januari 2026. Ini adalah bukti nyata Polri hadir untuk rakyat, bukan hanya dalam urusan keamanan tapi juga ketahanan pangan," ujar Kapolsek membuka penjelasannya dengan bangga.

Program ini merupakan implementasi dari instruksi Kapolri dan Kapolda Sumatera Utara untuk mendukung ketahanan pangan nasional. "Dasar program ini adalah Surat Kapolri Nomor B/18415/X/BIN.1.2025/SSDM tanggal 2 November 2024 tentang pedoman teknis pelaksanaan program ketahanan pangan, serta Telegram Kapolda Sumut Nomor ST/951/X/KEP/2024 yang memerintahkan seluruh jajaran di Sumut mendukung program 100 hari kerja Presiden," ungkap IPTU Patar menjelaskan landasan hukum.

Panen jagung dilaksanakan pada Senin, 2 Januari 2026, mulai pukul 08.00 WIB hingga selesai di ladang milik Suandi Pandiangan di Nagori Pematang Kerasaan Rejo, Kecamatan Bandar. "Kami mulai pukul 08.30 WIB dengan melibatkan petani setempat dan didampingi oleh Bhabinkamtibmas kami, AIPTU Idris F Pasaribu," kata Kapolsek menjelaskan pelaksanaan.

Suandi Pandiangan, petani pemilik lahan sekaligus Ketua BUMNAG Abadi Jaya Nagori Pematang Kerasaan, menceritakan perjalanan penanaman hingga panen. "Kami tanam jagung hibrida jenis BISI 18 pada tanggal 11 Oktober 2025. Jadi waktu tanam sampai panen sekitar 2,5 bulan. Luas lahan yang kami garap 30 rante atau sekitar 4,8 hektar," ungkap Suandi menjelaskan detail teknis.

"Program ini bekerjasama dengan BUMNAG Nagori Pematang Kerasaan. Modal dan dukungan teknis dari BUMNAG, kami sebagai petani yang menggarap. Polsek Perdagangan menjadi fasilitator dan pendamping," tambah Suandi menjelaskan skema kerjasama.

Bhabinkamtibmas AIPTU Idris F Pasaribu, yang sejak awal terlibat mendampingi program ini, menceritakan peran polisi dalam ketahanan pangan. "Tugas kami bukan hanya menjaga keamanan, tapi juga memastikan program-program pembangunan berjalan lancar. Dari tanam sampai panen, kami dampingi terus. Konsultasi dengan petani, koordinasi dengan BUMNAG, semua kami lakukan," ungkap Bhabinkamtibmas menjelaskan perannya.

Baca juga: Patroli Subuh, Timsus Dayok Mirah Polres Siantar Tertibkan Knalpot Brong

"Kami juga yang mengawal dari sisi administrasi, memastikan data petani lengkap. Pak Suandi dengan NIK 120823020470006 dan HP 0852-7375-0124 sudah kami data dengan baik, termasuk koordinat lokasi lahannya di titik 309958, 99, 29667, 66, 1m, 19 derajat," tambah AIPTU Idris menjelaskan detail pendataan.

Kapolsek Perdagangan menegaskan bahwa program ini bukan sekadar formalitas. "Ini bukan program di atas kertas. Kami benar-benar turun ke lapangan, dari persiapan lahan, penanaman, pemeliharaan, sampai panen. Bahkan sekarang kami sedang koordinasi untuk penjualan hasil panen ke BULOG," kata IPTU Patar dengan antusias.

Tentang hasil panen, Suandi Pandiangan memberikan gambaran. "Alhamdulillah hasilnya cukup memuaskan. Sekarang kami sedang proses penjemuran dan penggilingan. Setelah kering dan bersih, kami akan koordinasi dengan Polsek Perdagangan untuk penjualan ke BULOG agar harganya stabil dan menguntungkan petani," ungkap Suandi menjelaskan tahapan pasca panen.

Kapolsek menambahkan bahwa koordinasi dengan BULOG sudah berjalan. "Kami sudah komunikasi dengan BULOG untuk penyerapan hasil panen. Ini penting agar petani mendapat harga yang layak dan tidak dimainkan tengkulak. Target kami, hasil panen ini akan diserap BULOG dengan harga yang menguntungkan petani," kata IPTU Patar menjelaskan strategi pemasaran.

Program 1 Polisi 1 Ha ini merupakan bagian dari program ketahanan pangan nasional berbasis anggaran desa tahun 2025. "Ini adalah pilot project di wilayah kami. Kalau berhasil, akan kami replikasi di nagori-nagori lain. Target kami, setiap polsek punya minimal satu lokasi program ketahanan pangan," ungkap Kapolsek menjelaskan visi ke depan.

Bhabinkamtibmas AIPTU Idris menambahkan bahwa program ini mendapat respons positif dari masyarakat. "Masyarakat sangat antusias. Banyak petani lain yang bertanya dan ingin ikut program serupa. Mereka melihat bahwa polisi tidak hanya bisa menangkap penjahat, tapi juga bisa membantu meningkatkan kesejahteraan," kata AIPTU Idris dengan bangga.

Suandi Pandiangan sebagai petani pelaksana juga memberikan testimoni positif. "Dengan program ini, kami merasa didampingi dan tidak sendirian. Ada Polsek yang membantu, ada BUMNAG yang mendukung modal. Kami tinggal serius menggarap lahan. Hasilnya juga dijamin ada yang beli. Ini sangat membantu kami," ungkap Suandi dengan penuh syukur.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved