PDI Perjuangan Sumut
Serap Aspirasi Warga Motung, Ketua PDIP Sumut Bawa Sembako dan Segera Bangun Sumur Bor
Ketua DPD PDI Perjuangan Sumut sekaligus Anggota Komisi XIII DPR RI Rapidin Simbolon menyerahkan paket sembako kepada warga
TRIBUN-MEDAN.COM, MOTUNG-Ratusan kepala keluarga memadati kawasan Lumban Bulu, Desa Motung, Kecamatan Ajibata, Kabupaten Toba, Rabu (29/4/2026), untuk menyambut kedatangan Ketua DPD PDI Perjuangan Sumatera Utara sekaligus Anggota Komisi XIII DPR RI, Drs Rapidin Simbolon MM.
Kedatangan mantan Bupati Samosir itu tidak sekadar agenda kunjungan politik. Warga memanfaatkan momen tersebut untuk menyampaikan langsung berbagai persoalan yang selama ini mereka hadapi, mulai dari sulitnya akses air bersih, persoalan lahan, hingga keluhan terhadap pelaksanaan program Makanan Bergizi Gratis (MBG).
Rapidin hadir bersama Ketua Komisi B DPRD Sumut Sorta Ertaty Siahaan, Wakil Ketua DPD PDI Perjuangan Sumut Bidang Komunikasi Politik Sutrisno Pangaribuan, Wakil Bupati Toba periode 2019-2024 Tonny Simanjuntak, serta sejumlah kader dan rombongan lainnya.
Suasana pertemuan berlangsung terbuka. Warga bergantian menyampaikan unek-unek mereka di hadapan rombongan.
Tokoh masyarakat setempat, Rudolf Manurung, mengapresiasi kedatangan Rapidin dan rombongan.
Menurut dia, tidak banyak pejabat yang datang langsung menemui masyarakat setelah mendapat dukungan saat pemilu.
“Sudah banyak pejabat yang kami pilih, tetapi tidak pernah datang lagi melihat keadaan kami. Karena itu kami berterima kasih atas kehadiran Pak Rapidin dan Ibu Sorta,” kata Rudolf.
Ia berharap kunjungan tersebut membawa perubahan nyata bagi warga Motung.
Keluhan paling dominan yang muncul adalah persoalan air bersih. Warga Lumban Bulu mengaku selama ini hanya bergantung pada satu sumur bor untuk puluhan keluarga.
Maringan Sirait, salah satu warga, mengatakan sebanyak 32 kepala keluarga di wilayah itu harus antre berjam-jam hanya untuk memperoleh air bersih.
“Kadang sampai setengah hari menunggu giliran. Akibatnya pekerjaan ke ladang ikut terganggu,” ujar Maringan.
Senada dengan itu, Ahmad Sitorus menyampaikan kondisi panel listrik untuk mendukung operasional sumur bor juga membutuhkan perbaikan.
Menurut dia, infrastruktur pendukung air bersih di desa itu sudah mendesak dibenahi.
Selain air bersih, persoalan lahan turut mencuat. Berliana Sirait, warga Desa Pardomuan Motung, menyampaikan keluhan terkait lahan seluas 107 hektare yang saat ini berada di bawah pengelolaan Badan Pelaksana Otorita Danau Toba (BPODT).
Menurut dia, lahan tersebut hingga kini belum dimanfaatkan dan justru terbengkalai.
“Kalau memang belum dikelola, biarlah sementara masyarakat yang memanfaatkan dulu,” kata Berliana.
Ia juga menyuarakan keresahan sebagian warga terkait program MBG.
Menurut dia, warga berharap pemerintah mempertimbangkan agar alokasi anggaran program tersebut bisa lebih fleksibel.
“Kalau bisa uangnya saja diberikan kepada orang tua supaya kami sendiri yang mengatur kebutuhan gizi anak-anak,” ujarnya.
Menanggapi berbagai aspirasi itu, Rapidin mengatakan persoalan air bersih akan menjadi prioritas.
Ia memastikan pembangunan sumur bor baru di Lumban Bulu akan segera direalisasikan. Rapidin menargetkan pengerjaan dapat dimulai pada Juni 2026.
“Persoalan air ini kebutuhan dasar. Saya akan bantu bangun sumur bor baru supaya masyarakat tidak lagi kesulitan air bersih,” kata Rapidin.
Ia juga berjanji akan menindaklanjuti kebutuhan perbaikan panel listrik dan jaringan yang disampaikan warga melalui jalur fraksi dan koordinasi lintas lembaga.
Rapidin mengakui kondisi keuangan negara saat ini sedang tidak mudah. Namun, menurut dia, kebutuhan mendasar masyarakat tidak boleh diabaikan.
“Walaupun situasi keuangan negara sedang berat, kita harus tetap memikirkan kebutuhan rakyat,” ujarnya.
Dalam kesempatan itu, Rapidin juga membuka peluang bantuan pendidikan bagi keluarga kurang mampu.
Ia meminta masyarakat mengusulkan nama calon mahasiswa dari keluarga tidak mampu untuk diperjuangkan memperoleh beasiswa.
“Nanti usulkan anak-anak yang benar-benar layak dibantu. Pendidikan harus tetap jalan,” kata dia.
Menutup kegiatan, Rapidin menyerahkan ratusan paket sembako kepada warga. Bantuan tersebut berisi beras, gula, minyak goreng, susu, dan kebutuhan pokok lainnya.
Pembagian sembako disambut antusias warga. Sebagian besar penerima merupakan keluarga petani yang mengaku tengah menghadapi tekanan ekonomi akibat tingginya biaya kebutuhan sehari-hari.(Jun-tribun-medan.com).
Pimpin PDI Perjuangan Sumut
Dipercaya Megawati Pimpin PDI Perjuangan Sumut
Sekjen DPD PDI Perjuangan Sumut
Nakhoda PDI Perjuangan Sumut
| Ketua DPD PDIP Sumut Berikan Petani Tanjungan Terima Benih Jagung P-32, Dukung Traktor dan Jalan |
|
|---|
| Ketua DPD PDIP Sumut Salurkan Sembako Partai untuk Petani Garoga yang Krisis Air dan Gagal Panen |
|
|---|
| Ketua DPD PDIP Sumut Kembali Bagikan Benih P-32, Petani Marlumba Samosir: Tanaman Kami Berhasil Baik |
|
|---|
| Ketua DPD PDIP Sumut Hadiri Pemberkatan Gereja Katolik Lumban Malau di Samosir, Dukung Pembangunan |
|
|---|
| Ketua PDIP Sumut Serahkan SK DPC PDIP Medan dan Tapteng yang Diteken Megawati, Simalungun Menunggu |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Rapidin-memastikan-pembangunan-sumur-bor-baru-segera-direalisasikan.jpg)