PDI Perjuangan Sumut
Kawal 4 Pilar kebangsaan, Rapidin Soroti Hak Warga Negara yang Dipreteli & Serukan Perlawanan Sipil
Anggota DPR RI Rapidin Simbolon berfoto bersama warga usai sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan di Samosir, Minggu (8/2/2025).
TRIBUN-MEDAN.COM, SAMOSIR-Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan yang digelar anggota Komisi XIII DPR RI Rapidin Simbolon di Samosir, Minggu (8/2/2026), berubah menjadi dakwaan terbuka terhadap negara.
Di tengah pidato tentang Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika, Rapidin yang juga ketua DPD PDIP Sumut ini membemberkan bagaimana negara, perlahan tapi sistematis, menyusutkan hak warganya sendiri.
“Empat pilar ini tak akan menyelamatkan apa pun jika negara terus abai,” kata Rapidin di hadapan warga.
Bagi dia, kebangsaan hari ini sedang kehilangan isi dipajang dalam spanduk, tapi diabaikan dalam kebijakan.
Tokoh masyarakat Samosir, Rustam Situmorang, mengapresiasi kehadiran Rapidin yang dinilainya konsisten turun ke lapangan. Namun apresiasi itu tak mampu menutupi kegelisahan yang mengendap di forum.
Amon Sormin menyebut praktik pemerintahan di Samosir justru bertolak belakang dengan prinsip kemanusiaan. “Hak dasar warga tak dipenuhi, tapi kita diminta terus menghafal empat pilar,” ujarnya.
Rapidin menyebut petani sebagai korban paling nyata dari pengabaian negara. Subsidi mengecil, dukungan produksi menghilang, sementara lahan justru berpindah ke tangan korporasi.
“Negara mencabut hak rakyat, lalu menyerahkannya ke pemodal,” katanya blak-blakan.
Ia juga menyinggung kebijakan pusat yang menurutnya menyedot anggaran besar namun tak tepat sasaran.
Program Makan Bergizi Gratis (MBG), misalnya, menyerap triliunan perbulan dari total Rp361 triliun belanja negara per tahun.
“Tidak semua membutuhkan. Kalau dana itu diarahkan ke petani dan infrastruktur jalan, dampaknya jauh lebih terasa,” ujar Rapidin.
Kritik juga diarahkan pada konsolidasi kekuasaan politik. Rapidin menyoroti pengalihan lahan ke korporasi, penyempitan ruang demokrasi, hingga upaya mencabut hak pilih langsung masyarakat.
Dan dia mengajak masyarakat bersama-sama melakukan perlawanan bersama PDI Perjuangan untuk selalu berada di garis penolakan terhadap praktik-praktik tersebut.
Rapidin mengakui pembangunan era Presiden Joko Widodo sempat memberi dampak positif bagi Samosir, mulai dari kapal feri hingga jalan lingkar.
Namun, menurutnya, arah itu kemudian bergeser. “Ketika kepentingan modal masuk, demokrasi ikut rusak. Politik dinasti dibiarkan tumbuh,” katanya.
| Rapidin, Fraksi PDIP Komisi XIII: Teror terhadap Pembela HAM Tak Bisa Dianggap Kriminal Biasa |
|
|---|
| Ustadz Syahban Sihotang: Selain Ramadan, Saat Idul Adha PDIP Sumut Juga Bawa Sapi Kurban ke Sihotang |
|
|---|
| Benih Jagung P-32 dari PDIP Sumut Masuk Fase Panen di Samosir, Petani Berterima Kasih Pada Rapidin |
|
|---|
| Ketua PDIP Sumut Datangi Rumah Duka Kader di Onan Runggu: Kepedulian Pimpinan Menyentuh Akar Rumput |
|
|---|
| Buka Fit and Proper Test PAC Samosir, Ketua DPD PDIP Sumut: Kawal Konstitusi, Jaga Ideologi Partai |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/SERUAN-PERLAWANAN-SIPIL-DARI-SAMOSIR.jpg)