Pakpak Bharat
Pencarian Warga Hilang di Hutan Kemenyan Pakpak Bharat: Suraman Cibro Belum Ditemukan
Suraman Cibro, seorang pria berusia 38 tahun yang merupakan warga Desa Silima Kuta, Kecamatan Sitellu Tali Urang Julu, dilaporkan hilang
TRIBUN-MEDAN.COM - Pada awal Februari 2026, sebuah insiden mengkhawatirkan terjadi di kawasan hutan kemenyan Delleng Lae Oncim, Desa Siempat Rube I, Kecamatan Siempat Rube, Kabupaten Pakpak Bharat, Sumatera Utara.
Suraman Cibro, seorang pria berusia 38 tahun yang merupakan warga Desa Silima Kuta, Kecamatan Sitellu Tali Urang Julu, dilaporkan hilang saat melakukan aktivitas memanen kemenyan bersama tiga orang lainnya.
Hingga hari kelima pencarian, Jumat (6/2/2026), keberadaan Suraman masih belum ditemukan, memicu upaya pencarian besar-besaran dari berbagai pihak.
Saat Melakukan Aktivitas Memanen Kemenyan
Memanen kemenyan atau mrkemenjen merupakan mata pencaharian tradisional yang telah diwariskan secara turun-temurun oleh masyarakat Kabupaten Pakpak Bharat.
Aktivitas ini biasanya dilakukan di hutan kemenyan yang lokasinya cukup jauh dari pemukiman warga.
Para pemanen kemenyan biasanya pergi ke hutan dan tinggal berhari-hari untuk mengumpulkan getah kemenyan yang bernilai ekonomi.
Walaupun berangkat secara berkelompok, saat berada di dalam hutan, para pemanen akan berpencar dan bekerja secara berjauhan.
Mereka biasanya hanya berkumpul di pondok pada waktu-waktu tertentu, terutama di malam hari.
Pada hari kejadian, Suraman Cibro (38) terpisah dari rombongan dan tidak kembali ke pondok untuk makan siang, yang kemudian memicu kekhawatiran dari teman-temannya.
Kronologi Kejadian
Pada hari Minggu, 1 Februari 2026, Suraman bersama tiga orang lainnya memasuki kawasan hutan kemenyan milik mereka untuk melakukan panen.
Aktivitas dimulai sejak pagi hari sekitar pukul 09.00 WIB setelah sarapan pagi.
Menjelang waktu makan siang, orangtua Suraman mengajak untuk kembali ke gubuk atau pondok, namun Suraman tidak kunjung datang.
Teman-temannya yang lain kemudian berusaha mencari Suraman di sekitar lokasi, namun tidak berhasil menemukan.
Setelah pencarian mandiri yang gagal, keluarga Suraman mulai melapor ke pihak berwenang pada hari Selasa, 2 Februari 2026, sekitar pukul 09.00 WIB.
Upaya Pencarian
Pencarian Suraman Cibro dilakukan secara bersama-sama oleh tim gabungan yang terdiri dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Kepolisian Republik Indonesia (Polri), Tentara Nasional Indonesia (TNI), Tagana, Pemerintah Kecamatan Sitellu Tali Urang Julu, serta masyarakat desa Silima Kuta dan Siempat Rube I.
| Forum Perangkat Daerah Penyusunan RKPAD Pakpak Bharat 2027 |
|
|---|
| Imelda Barus, Finalis Bintang Sobat SMP 2025 dari Pakpak Bharat, Kini Narasumber Sosialisasi 2026 |
|
|---|
| Bupati Pakpak Bharat Franc Bernhard Tumanggor Pastikan Ketersediaan Bahan Pokok di Pasar Tradisional |
|
|---|
| Bupati Franc Tumanggor Hadiri Penyaluran Bantuan Pangan Beras dan Minyak Goreng di STTU Julu |
|
|---|
| BUPATI Franc Bernhard Tumanggor Tinjau Pembangunan Gerai Koperasi Desa Merah Putih di Silima Kuta |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Pencarian-Suraman-Cibro.jpg)