Pakpak Bharat

Luhut Dorong Pertanian Berbasis AI di Kawasan Danau Toba, Franc: Pakpak Bharat Siap Bertransformasi

Kawasan Danau Toba menjadi perhatian khusus Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN), Luhut Binsar Pandjaitan.

Editor: AbdiTumanggor
TRIBUN MEDAN/DISKOMINFO PAKPAK BHARAT
Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN), Luhut Binsar Pandjaitan memimpin rapat pembahasan pengembangan pertanian berbasis kecerdasan buatan (AI) di Kabupaten Humbang Hasundutan, Sumatera Utara, Rabu (1/4/2026). Rapat ini dihadiri oleh para kepala daerah se-kawasan Danau Toba, termasuk Bupati Pakpak Bharat, Franc Bernhard Tumanggor. 

TRIBUN-MEDAN.COM - Kawasan Danau Toba tetap menjadi perhatian khusus Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN), Luhut Binsar Pandjaitan.

Ia memimpin rapat pembahasan pengembangan pertanian berbasis kecerdasan buatan (AI) di Kabupaten Humbang Hasundutan, Sumatera Utara, Rabu (1/4/2026).

Rapat ini dihadiri oleh para kepala daerah se-kawasan Danau Toba, termasuk Bupati Pakpak Bharat, Franc Bernhard Tumanggor.

Dalam arahannya, Luhut menekankan pentingnya berpikir mencari solusi, bukan sekadar melihat masalah.

Menurutnya, Indonesia sudah memiliki semua komponen penting untuk mengembangkan pertanian modern: teknologi, sumber daya manusia, pasar, dan mitra kerja sama internasional.

“Kita sudah punya semuanya. Teknologi ada, manusianya ada, marketnya ada, partner kerja sama dari luar juga ada. Jadi kenapa kita tidak kembangkan pertanian berbasis AI? Saya mau Sumatera Utara ini jadi model,” tegas Luhut.

pengembangan pertanian berbasis kecerdasan buatan
Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN), Luhut Binsar Pandjaitan memimpin rapat pembahasan pengembangan pertanian berbasis kecerdasan buatan (AI) di Kabupaten Humbang Hasundutan, Sumatera Utara, Rabu (1/4/2026). Rapat ini dihadiri oleh para kepala daerah se-kawasan Danau Toba, termasuk Bupati Pakpak Bharat, Franc Bernhard Tumanggor.

Komitmen Daerah: Pakpak Bharat Siap Bertransformasi

Bupati Pakpak Bharat, Franc Bernhard Tumanggor, menyambut arahan tersebut dengan penuh optimisme.

Ia menegaskan bahwa pemanfaatan AI bukan sekadar tren, melainkan langkah strategis yang akan sangat dibutuhkan ke depan.

“Petani-petani kita harus bisa memanfaatkan kecerdasan buatan untuk meningkatkan produksi, memperkuat nilai hasil pertanian, serta memprediksi komoditas yang akan diminati di masa depan,” ujar Franc.

Manfaat AI untuk Pertanian

Penerapan AI dalam sektor pertanian diyakini akan membawa sejumlah manfaat besar, antara lain:

- Prediksi iklim dan cuaca: membantu petani menentukan waktu tanam yang tepat.

- Deteksi hama dan penyakit tanaman: mempercepat penanganan sehingga kerugian bisa diminimalisir.

- Efisiensi penggunaan pupuk dan air: meningkatkan produktivitas sekaligus menjaga kelestarian lingkungan.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved