Berita Viral
PENGADUAN Masyarakat Terkait Adminiduk dan Masalah Tanah Alami Lonjakan, Ombudsman: Naik 118 Persen
Ombudsman RI Perwakilan Sumut menerima banyak pengaduan terkait administasi kependudukan selama semester I 2026.
Penulis: Dedy Kurniawan | Editor: Tommy Simatupang
TRIBUN-MEDAN.com - Ombudsman RI Perwakilan Sumut menerima banyak pengaduan terkait administasi kependudukan selama semester I 2026.
Ombudsman mencatat ada 752 pengaduan, terdiri dari 353 laporan dan 399 nonlaporan.
Angka tersebut meningkat 118,6 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2025, sekaligus menjadi sinyal masih perlunya perbaikan kualitas pelayanan publik.
Kepala Perwakilan Ombudsman RI Sumatera Utara, Herdensi, mengatakan peningkatan laporan masyarakat menunjukkan dua hal.
Pertama, kesadaran masyarakat terhadap hak atas pelayanan publik semakin baik.
Kedua, kualitas pelayanan yang diberikan penyelenggara layanan publik masih belum sepenuhnya memenuhi harapan masyarakat.
"Setiap laporan yang masuk akan kami tindak lanjuti secara profesional. Di sisi lain, kami juga terus mendorong penyelenggara pelayanan publik melakukan perbaikan agar kualitas layanan semakin baik," ujar Herdensi di Medan kepada Tribun-Medan.com, Selasa (7/7/2026).
Baca juga: RESPONS Lapas Labuhanruku Batubara Soal Didemo Karena Marak Narkoba dan Ada Napi yang Tewas
Baca juga: RESPONS Kasatpol PP Sumut Moettaqien Hasrimi Saat Diungkap Terima Fee Proyek Rp 600 Juta di PN Medan
Sepanjang Semester I 2026, Ombudsman Sumut menerima 752 akses layanan masyarakat.
Rinciannya, 353 merupakan laporan yang terdiri atas laporan reguler, Respon Cepat Ombudsman (RCO), dan investigasi atas prakarsa sendiri.
Sementara 399 lainnya merupakan layanan nonlaporan berupa konsultasi dan tembusan.
Berdasarkan substansi laporan, persoalan hak sipil dan politik menjadi yang paling banyak diadukan, terutama terkait keterbukaan informasi publik dan layanan pengaduan instansi, dengan total 66 laporan.
Di posisi berikutnya terdapat administrasi kependudukan sebanyak 46 laporan, disusul persoalan agraria yang meliputi pertanahan dan tata ruang sebanyak 32 laporan.
Selanjutnya, laporan terkait pelayanan kepolisian dan jaminan sosial masing-masing mencapai 28 laporan.
Sementara persoalan kesejahteraan sosial tercatat sebanyak delapan laporan.
Menurut Herdensi, khusus untuk sektor kesejahteraan sosial, Ombudsman banyak menerima pengaduan terkait penghentian bantuan sosial terhadap masyarakat yang dinilai masih layak menjadi penerima manfaat.
| Tangis Pilu Fatmawati, Ibunda Fadly Simanjuntak: Putranya Ditembak, Dipijak, Ditendang, Tulang Patah |
|
|---|
| PROFIL Moettaqien Hasrimi Muncul dalam Kasus Korupsi Smartboard Tebingtinggi Senilai Rp14 Miliar |
|
|---|
| SOSOK dan Profil Moettaqien Hasrimi Dituding Menerima Aliran Uang Korupsi Smartboard Tebingtinggi |
|
|---|
| KASUS Lahan Seluas 4.773,90 Hektare, MA Batalkan SK Menhut, PT CSIL Tegaskan HGU Tetap Berlaku |
|
|---|
| IBU Terdakwa Tawuran Belawan Akibatkan Remaja Tewas Minta Keadilan, Nangis Anaknya Disiksa Polisi |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Kepala-Perwakilan-Ombudsman-RI-Sumatera-Utara-Herdensi-diwawancarai-di-Medan-Selasa-772026.jpg)