Berita Viral
Penurunan Harga BBM Nonsubsidi dan Kasus Penyelewengan di Medan
Kabar penurunan BBM nonsubsidi muncul seiring meredanya ketegangan geopolitik di Timur Tengah.
Ringkasan Berita:
- Fenomena penurunan harga minyak dunia membuka peluang penyesuaian harga BBM nonsubsidi di Indonesia. Namun, pemerintah masih berhati-hati dalam mengambil keputusan.
- Di sisi lain, kasus penyelewengan distribusi BBM di Medan menjadi pengingat pentingnya pengawasan ketat agar hak konsumen terlindungi.
TRIBUN-MEDAN.Com - Harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi tengah menjadi sorotan publik setelah kabar penurunan muncul seiring meredanya ketegangan geopolitik di Timur Tengah.
Jenis Pertamax RON 92 menjadi fokus utama sejak awal Juli 2026.
Saat ini, harga Pertamax di Pulau Jawa berada di kisaran Rp16.250 per liter, naik dari Rp12.300 per liter beberapa bulan sebelumnya.
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menegaskan bahwa penentuan harga tidak bisa hanya bergantung pada fluktuasi sesaat.
"Pada saat harga minyak lagi naik, dua bulan lebih hampir tiga bulan kan enggak kita naikkan. Masa baru naik dua minggu atau tiga minggu teman-teman sudah tanya itu,"katanya.
Harga minyak mentah jenis Brent untuk kontrak Agustus turun 75 sen atau 1,03 persen menjadi US$72,40 per barel. Kontrak September juga melemah 40 sen menjadi US$73,51 per barel.
Penurunan ini membuka ruang spekulasi penyesuaian harga BBM dalam negeri.
Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth M.V. Dumatubun, menegaskan evaluasi harga dilakukan secara berkala mengikuti dinamika pasar energi global.
Terpisah, Direktur Eksekutif Core Indonesia, Mohammad Faisal, menilai penurunan harga Pertamax penting untuk mendongkrak daya beli masyarakat kelas menengah.
"Penurunan harga Pertamax itu berpengaruh ke daya beli masyarakat kelas menengah. Jadi sudah semestinya diturunkan untuk mendongkrak daya beli,"ujarnya.
Sementara, Piter Abdullah dari Prasasti menambahkan bahwa penyesuaian harga wajar dilakukan secara terukur agar tidak mengganggu kuota BBM subsidi.
Menurutnya, jika harga Pertamax tidak diturunkan, konsumen akan beralih ke Pertalite, berisiko menimbulkan kelangkaan.
Baca juga: PERTAMINA Hentikan SPBU Gajah Mada Medan Usai Oplos Bio Solar ke Tangki Dexlite Selama 9 Bulan
Kasus Penyelewengan BBM di Medan
Di tengah isu penurunan harga, publik juga diguncang kasus penyelewengan distribusi BBM nonsubsidi di Medan.
| SIAP-SIAP Sumut Diguyur Hujan Sepekan ke Depan, Panas Saat Siang, Hujan Lebat Malam Hari |
|
|---|
| Budidaya Haminjon dan Pohon Endemik Toba, Cara Inalum Rawat Alam dan Budaya |
|
|---|
| AWAL Mula Bang Jago Ngamuk Bawa Parang Panjang di SPBU Saat Antre Pertalite, Kini Kicep |
|
|---|
| USAI Divonis 10 Tahun, Nadiem Ngaku Tak Punya Uang Rp809,5 M: Itu Artinya Saya Divonis 15 Tahun |
|
|---|
| Ihwan Ritonga Desak Polisi Bongkar Kasus Oplos Bio Solar ke Dexlite: Jangan Sopir dan Operator Saja |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/PERTAMAX-NAIK-Pengendara-motor-saat-mengisi-BBM-jenis-Pertamax-92.jpg)