Berita Viral
WNI di Malaysia Diduga Disiksa Majikan Saat Hamil, Perut Diinjak Hingga Bayinya Lahir Prematur
Saat itu Putri Hensy Aprilda yang sedang hamil diduga mengalami penyiksaan berat hingga menyebabkan dirinya melahirkan sebelum waktunya.
TRIBUN-MEDAN.com - Warga Negara Indonesia (WNI) di Malaysia diduga disiksa majikan saat hamil, perut diinjak hingga bayinya lahir prematur.
Bayi tersebut pun tewas bersama ibunya.
Diketahui korban berasal dari Aceh Tamiang.
Baca juga: Hakim Minta Usut Peran Mantan Ketum Hipmi Ahmad Buchari Korupsi DJKA, ini kata KPK
Ia bernama Putri Hensy Aprilda (22).
Putri tewas mengenaskan di Malaysia.
Pekerja migran ini diduga menjadi korban pembunuhan berencana setelah disiksa majikannya terlebih dahulu.
Baca juga: SOSOK Remaja 18 Tahun Kecanduan Game Online Tak Tidur Seminggu dan Gejala ODGJ, Didobrak Dinsos
Tak sendirian, Putri tewas bersama bayinya yang baru saja lahir.
Jenazah Putri Hensy Aprilda (22) telah dipulangkan ke kampung halamannya di Pantaibalai, Kecamatan Seruway, Aceh Tamiang, Rabu (24//6/2026) kemarin.
Pemulangan jenazah korban dikawal langsung Anggota DPD RI asal Aceh, Sudirman atau Haji Uma, hingga tiba di rumah keluarga.
Haji Uma mengatakan proses pemulangan dilakukan setelah pihaknya menerima informasi dari KBRI Kuala Lumpur terkait meninggalnya Putri dan bayinya di Selangor, Malaysia.
Haji Uma mengungkap fakta-fakta memilukan di balik kasus pembunuhan Putri dan bayinya.
Korban diduga mengalami penyiksaan berat saat bekerja di Malaysia.
Informasi terbaru tersebut diperoleh setelah tim Haji Uma bersama Gabungan Aceh Bersatu (GAB) Malaysia melakukan penelusuran dan pendampingan dalam proses pengurusan jenazah korban serta bayinya.
Baca juga: Rico Waas Tinjau Galeri Dekranasda di MPP Medan, Ragam UMKM Tampil di Etalase Sambut APEKSI 2026
Berdasarkan informasi yang dihimpun dari tim di lapangan, Haji Uma mengataklan rangkaian peristiwa tragis itu bermula pada 25 Maret 2026 di kawasan Klang, Selangor.
Saat itu Putri Hensy Aprilda yang sedang hamil diduga mengalami penyiksaan berat hingga menyebabkan dirinya melahirkan sebelum waktunya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Ilustrasi-KDRT-Ibunya-kerap-dianiaya-dan-menjadi-korban-KDRT.jpg)