Berita Viral
3 Calon Manajer Kopdes Meninggal Dilatih Militer, Kini Disorot DPR, Penjelasan Brigjen Rico Sirait
Meninggalnya tiga calon manajer Koperasi Desa Kelurahan/Merah Putih jadi sorotan.
TRIBUN-MEDAN.com - Meninggalnya tiga calon manajer Koperasi Desa Kelurahan/Merah Putih jadi sorotan.
Anisa Muyassaroh dan Yonanda Muhammad Taufiq, meninggal secara berurutan pada pertengahan Juni lalu saat mengikuti pendidikan di lokasi berbeda.
Korban ketiga, Novia Rahmadhani Sihotang menyusul meninggal pada 23 Juni lalu.
Ketiganya meninggal saat mengikuti Latihan Dasar Kemiliteran (Latsarmil) dalam Program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI).
Jadi Sorotan DPR
Anggota Komisi I DPR RI, Syamsu Rizal, meminta kementerian dan lembaga terkait meninjau kembali standar materi Latihan Dasar Kemiliteran (Latsarmil) dalam Program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI).
Hal ini merespons insiden meninggalnya dua calon manajer Koperasi Desa Kelurahan/Merah Putih (KDKMP) dan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) saat mengikuti pelatihan tersebut.
Syamsu menyebut, Komisi I DPR telah memberikan catatan khusus kepada pihak penyelenggara agar memperketat standar pelaksanaan dan mengevaluasi porsi latihan kemiliteran bagi para peserta sipil.
Baca juga: Ditolak Kejagung, Kini Tersangka Irjen Purn Sony Sonjaya Minta Perlindungan, Ajukan JC ke LPSK
"Kita sudah bikin catatannya itu supaya mereka bisa memperketat, kemudian
meninjau kembali standar materi yang digunakan, termasuk materi-materi
pendukung. Nah, seperti Latsarmil itu, apakah dibutuhkan pada porsi seperti
apa," kata Syamsu di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (24/6/2026).
Saat ditanya apakah program Latsarmil tersebut tetap boleh dilanjutkan atau harus dihentikan, Syamsu menyerahkan keputusan tersebut kepada instansi penyelenggara.
"Kalau soal lanjut tidaknya, itu kita serahkan secara teknis ke kementerian dan lembaganya," ujarnya.
Lebih lanjut, Syamsu menjelaskan bahwa kurikulum pelatihan tersebut pada dasarnya dirancang dengan tujuan yang baik.
Mengingat para peserta diproyeksikan menjadi seorang manajer koperasi, mereka dinilai perlu memiliki pemahaman mendalam tentang lingkungan kerja mereka.
"Seorang manajer itu perlu memahami ekosistem lingkungan strategisnya. Nah, lingkungan strategis inilah yang bagi seorang manajer itu butuh untuk memenuhi kualifikasi tertentu, terutama pemahaman yang komprehensif," ucapnya.
Kurikulum yang komprehensif, kata dia, diharapkan dapat membekali para calon manajer ini dengan langkah-langkah kontingensi atau rencana darurat yang jelas saat terjun ke masyarakat.
Penjelasan Kementerian Pertahanan
Kepala Biro Informasi Pertahanan (Karo Infohan) Setjen Kemhan, Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait menjelaskan, peserta pertama bernama Anisa mengikuti pendidikan di Satuan Pendidikan (Satdik) Dodikjur Resimen Induk Daerah Militer (Rindam) VI Mulawarman, Balikpapan, Kalimantan Timur.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/TNI-Rico-Ricardo-Sirait.jpg)