Berita Viral

IHSG Melemah Setelah Prabowo Pidato Soal Ekspor SDA, Analis Pasar Modal: Sensitif Perubahan Regulasi

Pidato Prabowo Subianto tampaknya berdampak ke Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).

Tayang:
Tribunnews.com
RAPAT PARIPURNA DPR - Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pidato dalam Rapat Paripurna ke-19 DPR RI Masa Persidangan V Tahun Sidang 2025-2026 di kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (20/5/2026). Rapat paripurna DPR beragendakan antara lain penyampaian Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal oleh Presiden Prabowo. (Tribunnews.com/Irwan Rismawan) 

TRIBUN-MEDAN.com - Pidato Prabowo Subianto tampaknya berdampak ke Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG)

IHSG yang awalnya menguat kini melemah setelah pidato Prabowo dalam Rapat Paripurna DPR RI ke-19, Kamis (20/05/2026). 

Pada awal perdagangan, IHSG sempat bergerak menguat dan menyentuh zona hijau.

Namun, situasi berubah cepat ketika Presiden mulai menyampaikan arah kebijakan baru pemerintah terkait tata kelola ekspor sumber daya alam (SDA). 

Dalam waktu singkat, indeks yang sebelumnya menguat langsung tergelincir hingga terkoreksi sekitar 2,4 persen.

Fenomena tersebut memicu perhatian investor karena pelemahan terjadi beriringan dengan pengumuman kebijakan strategis pemerintah mengenai penerapan sistem satu pintu ekspor SDA.

Kebijakan itu disebut akan menjadi instrumen baru negara dalam mengendalikan devisa hasil ekspor sekaligus memperketat pengawasan terhadap arus perdagangan komoditas utama Indonesia.

Dalam pidatonya, Prabowo menegaskan pemerintah ingin memastikan seluruh devisa hasil ekspor komoditas strategis masuk dan tercatat dengan optimal di dalam negeri.

Menurut dia, langkah tersebut diperlukan untuk memperkuat ketahanan ekonomi nasional di tengah ketidakpastian global.

"Kita harus memastikan kekayaan alam Indonesia benar-benar memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi rakyat dan negara,” ujar Prabowo dalam pidatonya di hadapan anggota DPR RI.

Baca juga: MTQ ke-23 Kabupaten Pakpak Bharat: Ajang Syiar dan Penguatan Moderasi Beragama

Baca juga: Padahal BI Sudah Naikkan Suku Bunga, Rupiah Masih Loyo Ditutup Rp17.667/Dolar AS, IHSG Makin Ambruk

Kebijakan tersebut menyasar sejumlah komoditas unggulan nasional, terutama batu bara dan minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO), yang selama ini menjadi penyumbang besar devisa negara.

Pemerintah juga ingin mempersempit ruang praktik manipulasi pelaporan ekspor atau under-invoicing yang dinilai merugikan penerimaan negara.

Pasar tampaknya langsung merespons kebijakan itu dengan penuh kehati-hatian.

Sejumlah saham berbasis komoditas, terutama emiten batu bara dan perkebunan sawit, tercatat bergerak melemah hampir bersamaan setelah pernyataan Presiden disampaikan.

Pelaku pasar menilai kebijakan pengawasan devisa dan mekanisme ekspor satu pintu berpotensi memengaruhi fleksibilitas bisnis perusahaan eksportir.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved