Berita Nasional

'Orang Desa Gak Pakai Dolar' Jadi Bahan Olokan, Mahfud MD: Gimana Cara Kasih Tahu Prabowo?

Mahfud menyebut pernyataan Prabowo soal dolar menjadi salah satu yang paling banyak menimbulkan ejekan sejak menjabat sebagai presiden.

Tayang:
Kompas.com
Presiden Prabowo Subianto berpidato menyampaikan KEM dan PPKF RAPBN 2027 di Rapat Paripurna DPR, Rabu (20/5/2026).(YouTube.com/KOMPAS TV) 

Lebih lanjut, Mahfud menyampaikan keprihatinannya atas olok-olok yang muncul di media sosial, karena dinilai merendahkan posisi kepala negara. 

Lebih lanjut Mahfud pun merasa Prabowo harus diberi tahu lagi untuk menjaga pernyataannya agar tidak menimbulkan persepsi negatif di tengah masyarakat.

"Gimana ya caranya ya. Saya tidak tahu caranya memberi usul ke Pak Prabowo, supaya tidak menimbulkan persepsi negatif Pak ya. Memberitahu ke Pak Prabowo bahwa itu salah pernyataan itu."

"Kesalahan itu bukan hanya ahli ekonomi yang bisa nyatakan salah gitu dan olok-oloknya menjadi enggak enak. Kita sebagai anak bangsa ya, Presiden kita kok dibegitukan oleh orang-orang kita sendiri, yang kadang kala mungkin entah siapa dia."

"Tapi ini menurut saya yang paling banyak menimbulkan olok-olok keras, tapi juga ledekannya yang merendahkan. Kalau keras itu kan okelah gitu tapi ledekannya yang merendahkan, kemudian secara sosial  perasaan itu bisa berdampak negatif ya," ungkap Mahfud.

Prabowo Singgung Melemahnya Nilai Tukar Rupiah

Sebelumnya, Presiden RI Prabowo Subianto menyinggung nilai tukar mata uang rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) yang tengah menjadi perhatian publik. 

Prabowo mengimbau jajarannya dan masyarakat untuk tetap tenang karena meyakini fundamental ekonomi nasional saat ini dalam kondisi yang kuat. 

Di depan para menteri Kabinet Merah Putih dan kepala daerah, Prabowo berkelakar mengenai pergerakan nilai tukar mata uang asing tersebut. 

Ia mengaitkan situasi ekonomi nasional dengan ekspresi dari Menkeu RI Purbaya Yudhi Sadewa.

"Purbaya sekarang populer banget Purbaya itu. Selama Purbaya bisa senyum, tenang aja, enggak usah kau khawatir itu," seloroh Presiden Prabowo saat menghadiri peresmian operasionalisasi 1.061 Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih di Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, Sabtu (16/5/2026).

Presiden Prabowo juga mengatakan bahwa fluktuasi nilai mata uang global ini sebenarnya tidak akan memberikan dampak yang signifikan terhadap aktivitas ekonomi masyarakat di tingkat pedesaan. 

Menurutnya, perputaran ekonomi mikro di daerah tidak bergantung penuh pada mata uang asing.

"Mau dolar berapa ribu kek, kan kalian di desa-desa enggak pakai dolar, bener enggak? Yang pusing ya yang itu, yang suka ke luar negeri, ayo siapa ini?" lanjut Presiden Prabowo.

Prabowo meyakini bahwa struktur ekonomi Indonesia secara umum tetap tangguh dalam menghadapi ketidakpastian global. 

Ia meminta semua pihak untuk berfokus pada penguatan kapasitas produksi domestik.

Sumber: Tribunnews
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved