Iran Vs Amerika Serikat

Deadline 3 Hari, Trump Ancam Iran Jika Gagal Damai, Bakal Siapkan Serangan Besar

Trump kini memberi tenggat waktu yang sangat singkat kepada Teheran untuk segera mengajukan proposal perdamaian.

Tayang:
(Facebook/The White House)
MURKA - Foto diambil dari Facebook The White House, Selasa (21/10/2025) memperlihatkan Presiden AS Donald Trump dalam unggahan pada Kamis (16/10/2025). Trump baru-baru ini dibuat murka lantaran Iran menerapkan pajak lewat di Selat Hormuz. (Facebook/The White House) 

Penarikan pasukan dari wilayah dekat Iran,
Penghentian perang di semua front termasuk Lebanon,
Kompensasi kerusakan akibat konflik,
Pencabutan sanksi ekonomi,
Penghentian blokade maritim AS.

Namun, pejabat tinggi Iran tetap menegaskan bahwa hak Teheran untuk memperkaya uranium tidak dapat dinegosiasikan.

Sikap keras Iran juga disampaikan Jenderal Ali Abdollahi melalui kantor berita Tasnim News.

“Jika musuh melakukan kesalahan lagi, kami akan menghadapi mereka dengan kekuatan jauh lebih besar dibanding konflik sebelumnya,” tegas Abdollahi.

Iran juga memperingatkan akan membuka front perang baru jika AS kembali melancarkan serangan.

Timur Tengah Kian Membara

Konflik antara AS-Israel melawan Iran yang dimulai sejak 28 Februari 2026 kini semakin meluas dan memicu ketegangan regional.

Iran dan kelompok sekutunya di Irak dilaporkan beberapa kali melancarkan serangan drone ke negara-negara Teluk Arab.

UEA bahkan baru-baru ini menuding Iran berada di balik serangan drone dan rudal meski gencatan senjata sempat diumumkan.

Pada Minggu lalu, sebuah serangan drone memicu kebakaran di dekat satu-satunya pembangkit listrik tenaga nuklir milik UEA. Pemerintah Emirat menyebutnya sebagai “serangan teroris tanpa provokasi.

Harga Minyak Melonjak Tajam

Ketegangan di kawasan Teluk juga mulai mengguncang ekonomi global.

Aktivitas pelayaran di Selat Hormuz dilaporkan terganggu sejak awal konflik. Jalur strategis pengiriman minyak dunia itu kini mengalami pembatasan lalu lintas.

Dampaknya, harga minyak mentah Brent melonjak menembus 110 dolar AS per barel. Harga bensin di Amerika Serikat juga terus naik dan kini rata-rata berada di atas 4,50 dolar AS per galon.

Kondisi ini mulai memicu tekanan politik domestik terhadap Trump.

Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved