Berita Viral

PENYEBAB Rumah Ahmad Bahar Digeruduk Massa GRIB Jaya, Sang Istri Pilu Putrinya Dibawa: Jadi Sandera

Selain masalah peretasan, pemicu lainnya diduga kuat berasal dari unggahan video di akun TikTok milik Ahmad Bahar. 

Tayang:
Tribunjogja.com/Miftahul Huda
DIGERUDUK - Penulis Ahmad Bahar saat memperlihatkan buku karya terbarunya, Jumat (30/1/2026) Ahmad Bahar, penulis buku jadi sorotan usai rumahnya digeruduk oleh belasan orang yang mengaku anggota ormas GRIB Jaya pada Minggu (17/5/2026) (Tribun Jogja/Miftahul Huda) 

 "Saya terputus kontak sama suami, dia tidak bisa dihubungi handphone-nya," ujar Yenni.

Ia menyebut rombongan pria anggota GRIB Jaya itu bahkan memaksa masuk dan menggeledah seisi rumah untuk mencari keberadaan Ahmad Bahar

Padahal, di dalam rumah hanya ada tiga orang anaknya. Meski tidak menemukan Ahmad, rombongan tersebut menolak untuk membubarkan diri.

Baca juga: HARTA KEKAYAAN Muhadjir Effendy yang Minta Tunda Pemeriksaan KPK soal Kasus Korupsi Kuota Haji

"Yang dicari Pak Ahmad, terus sampai anak saya dibawa itu untuk jadi sandera kalau Pak Ahmad belum nemuin mereka, gitu loh. Jadi disuruh datang dulu baru anak saya dipulangin, mana itu pas hari ulang tahun anak saya, sedih," ucap dia.

Ketua RW setempat ikut mendampingi anak Yenni saat dibawa oleh rombongan untuk memastikan keselamatannya.

Dipulangkan tengah malam

Setelah Ahmad Bahar berhasil dihubungi oleh istrinya, ia pun langsung bergerak cepat dan mengambil langkah untuk menyelesaikan masalah ini di Polres Metro Depok dengan pendampingan hukum dari LBH Muhammadiyah. 

Setelah Ahmad Bahar membuat laporan, polisi meminta pihak Hercules mengantarkan putri Ahmad Bahar ke Mapolres Metro Depok.

 "Disuruh dianterin ke Polres Depok. Jadi mereka yang suruh nganterin, jadi kita kan udah menang di situ. LBH Muhammadiyah sudah siap juga dampingin. Sekitar pukul 02.00 WIB lah baru sampai itu," ucapnya.

Sang anak akhirnya pulang dengan selamat. Kedua belah pihak membuat kesepakatan damai di atas kertas.

 "Yang jelas sudah selesai ada hitam di atas putih lah bermaterai. Mungkin itu kesepakatan-kesepakatan yang diambil, tapi yang tahu detail isinya suami saya, dia lagi enggak ada juga. Yang penting anak saya sih udah aman kan udah di rumah," ujar dia.

Meski putrinya sudah kembali, Yenni menyayangkan aksi penggerudukan paksa tersebut. Ia menilai persoalan seperti ini seharusnya bisa diselesaikan lewat jalur hukum yang berlaku, bukan lewat intimidasi.

"Artinya kan kalau kita negara hukum ya udah laporin aja Pak Ahmad gitu kalau dia merasa si Hercules-nya tersinggung apa difitnah. Kan kita negara hukum lah, kenapa masih pakai aksi-aksi premanisme gitu. Bukan menggerebek model-model preman, itu kan udah nggak bisa dibenarkan di negara kita," tutur Yenni.

Ia pun berharap dengan adanya perjanjian damai yang sudah dibuat, masalah sudah selesai dan tidak terus-menerus diperpanjang.

Klarifikasi GRIB Jaya

Sumber: Tribun Sumsel
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved