Berita Viral
SIASAT LICIK AKP Deky Sasiang, Sekongkol Dengan Bandar Narkoba Demi Untung dan Naik Pangkat
Kelakuan licik Kasat Reserse Narkoba Polres Kutai Barat (Kubar) AKP Deky Jonathan Sasiang terkuak.
Dalam pertemuan tatap muka di kediaman sang perwira, mereka menyerahkan upeti awal.
"Memberikan uang sebesar Rp5.000.000,- secara cash untuk bantu memantau bisnis narkoba tersangka Ishak dan Mery supaya tidak ada yang ganggu," ucap Eko.
Namun, AKP Deky tampaknya kurang puas dengan nominal tersebut.
Berselang satu bulan kemudian, ia kembali menagih uang dalam jumlah yang jauh lebih besar melalui perantara Marselus, kali ini dengan menggunakan dalih kedinasan.
"Kemudian setelah satu bulan AKP Deky meminta uang lagi Rp50 juta melalui perantara Marselus untuk disampaikan kepada Mery dengan alasan untuk sertijab (serah terima jabatan), kemudian Mery diperintah oleh tersangka Ishak untuk memberikan uang tersebut melalui perantara Marselus secara cash," jelasnya.
Momentum pergantian tahun pun tak luput dimanfaatkan oleh AKP Deky untuk mengeruk keuntungan dari bisnis haram tersebut.
"Pada akhir bulan Desember AKP Deky kembali meminta uang sebanyak Rp15 juta melalui perantara Marselus untuk disampaikan kepada Mery guna malam tahun baru, kemudian Mery diperintahkan tersangka Ishak untuk memberikan uang tersebut melalui perantara Marselus secara cash," beber Eko.
Kasus Diambil Alih Bareskrim, Pelaku Masuk Patsus
Keterlibatan perwira penegak hukum ini membuat Dittipidnarkoba Bareskrim Polri mengambil langkah tegas dengan mengambil alih penuh seluruh penanganan kasus dari wilayah Kalimantan Timur sejak Selasa (12/5/2026).
"Penanganan kasus sindikat bandar narkoba Ishak dkk (sindikat narkoba Kutai Barat) saat ini diambil alih oleh Dittipidnarkoba Bareskrim Polri," tegas Brigjen Eko Hadi Santoso.
Dari hasil pengembangan awal itulah, penyidik mendapati temuan fatal mengenai keterlibatan mantan Kasat Narkoba tersebut.
"Penyidik Dittipidnarkoba Bareskrim Polri mendapatkan fakta baru terkait keterlibatan AKP Deky Jonathan Sasiang (Mantan Kasat Reserse Narkoba Polres Kutai Barat) dalam operasional bisnis peredaran gelap Narkoba yang dilakukan oleh Sindikat Bandar Narkoba Ishak dkk," urainya.
Baca juga: Jaringan Narkoba Ishak yang Seret AKP Deky Jonatan Sasiang di Kutai Barat Terbentuk Dari Lapas
Saat ini, pihak kepolisian masih terus melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk membuat kasus memalukan ini benderang sampai ke akar-akarnya.
Adapun AKP Deky kini sudah dicopot dari jabatannya, harus menjalani Penempatan Khusus (Patsus), dan tengah diperiksa intensif oleh Propam Polda Kalimantan Timur (Kaltim).
Sebagai informasi, pembongkaran sindikat narkoba ini dilakukan di sebuah rumah kontrakan yang berlokasi di Jalan KH. Dewantara RT 27, Kelurahan Melak Ulu, Kabupaten Kutai Barat (Kubar).
Di lokasi penggerebekan tersebut, petugas mengamankan barang bukti riil berupa puluhan paket sabu siap edar dengan total berat mencapai 233,68 gram.
(*/tribun-medan.com)
Artikel sudah tayang di tribunnews.com
| NYANYIAN Anak Buah Akhirnya Memutus Karier AKP Yohanes Hutapea di Kepolisian, Terjerat Kasus Narkoba |
|
|---|
| AWAL Mula Oknum Satpol PP Diduga Pungli, Janjikan Korban Jadi Pegawai Honorer Bayar Rp30 Juta |
|
|---|
| KELAKUAN MC LCC 4 Pilar Shindy Lutfiana Dibongkar Lagi, Pernah Bikin Pengantin Nangis Kecewa |
|
|---|
| PENGAKUAN Anak Buah AKP Yohanes Hutapea, tak Tahu Isi Paket Ternyata Narkoba, Langsung Diserahkan |
|
|---|
| TANGIS PILU Ibu Pendeta Ospina Sitohang yang Suaminya Diduga Dikriminalisasi: Dia Korban Politik |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/AKP-Dekyysd.jpg)