Berita Viral

AWAL Mula Oknum Satpol PP Diduga Pungli, Janjikan Korban Jadi Pegawai Honorer Bayar Rp30 Juta

Keduanya mengaku menyerahkan uang masing-masing sebesar Rp30 juta kepada oknum yang menjanjikan kelulusan dalam perekrutan tersebut.

Tayang:
TRIBUN MEDAN/INDRA GUNAWAN
DUGAAN PENIPUAN - Ilustrasi untuk berita awal mula oknum Satpol PP diduga pungutan liar di Provinsi Sulawesi Selatan. Janjikan korban jadi pegawai honorer bayar Rp30 juta. 

Kepala Bidang Bimbingan Masyarakat (Kabid Binmas) Satuan Polisi Pamong Praja Provinsi Sulawesi Selatan (Satpol PP Sulsel), Andi Rizki Melta Syarifuddin, mengakui dugaan penipuan berkedok perekrutan anggota Satpol PP Sulsel sudah terjadi sejak tahun 2022.

Kasus tersebut diduga melibatkan sejumlah oknum internal Satpol PP Sulsel.

Andi Rizki mengatakan dugaan praktik pungutan uang dalam proses perekrutan itu terjadi sebelum Andi Arwien Azis menjabat sebagai Kasatpol PP Sulsel.

“Sebenarnya beliau belum menjabat (Kasatpol PP Sulsel) pada saat itu (kejadian),” kata Andi Rizki merespons dugaan keterlibatan oknum Satpol PP Sulsel, Minggu (17/5/2026).

Ia menjelaskan dugaan praktik tersebut mulai terjadi sekitar tahun 2022.

“Kejadiannya itu agak lamami, dari 2022,” ujarnya.

Andi Rizki mengaku tidak mengetahui apakah praktik serupa sudah terjadi sebelum dirinya jadi Kepala Bidang di Satpol PP Sulsel pada 2019.

“Saya masuk di (bagian Satpol PP) itu tahun 2019. Saya tidak tahu apakah sebelum-sebelumnya sudah ada seperti (kejadian perekrutan ada biaya),” katanya.

Meski demikian, ia membenarkan adanya sejumlah oknum yang melakukan pungutan uang tanpa sepengetahuan pimpinan Satpol PP Sulsel.

“Ada memang beberapa oknum yang pungut bayaran memang tanpa sepengetahuan pimpinan,” ujarnya.

Korban hilang sabar

Menurut Andi Rizki, kasus tersebut baru mencuat sekarang karena para korban mulai kehilangan kesabaran setelah lama dijanjikan akan diangkat menjadi anggota Satpol PP.

“Kemudian baru mencuat sekarang, karena saya tidak tahu bagaimana caranya metodenya itu sampai dengan sekarang itu dijanjikan terus. Akhirnya itu orang (korban) sudah tidak sabar lagi. Akhirnya mulai melapor,” katanya.

Ia menyebut oknum yang diduga terlibat sebagian besar sudah tidak lagi bertugas di Satpol PP Sulsel.

“Jadi ini oknum yang dulunya ada di Satpol PP sekarang sudah tidak ada mi,” ujarnya.

Sumber: Tribun Jatim
Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved