Berita Viral

AKP Bonar Hutapea Ngaku Pakai Sabu Untuk Pribadi Tapi BB Banyak, Kombes Romylus: Kita Tidak Percaya

AKP Yohanes Bonar Adiguna Hutapea yang ditangkap kasus narkoba memberikan pengakuan ke penyidik. 

Tayang:
Istimewa
Kasat Resnarkoba Polres Kutai Kartanegara (Kukar) AKP Yohanes Bonar Adiguna Hutapea ditangkap Ditresnarkoba Polda Kalimantan Timur (Kaltim) pada 2 Mei 2026 terkait dugaan peredaran gelap narkotika. (Istimewa/Polreskukar.id) 

Kombes Romylus mengatakan berdasarkan hasil interogasi, A mengaku tidak mengetahui bila barang yang diambilnya narkotika.

“Dari keterangan anggota, dia mengaku tidak pernah tahu isi paket karena tertutup kardus. Setelah diambil langsung diserahkan kepada saudara YBA (AKP Yohanes Bonar),” ujar Kombes Romylus.

Dalam kasus ini Polda Kaltim mengamankan 70 paket narkotika. Sebanyak 20 paket diamankan di Tenggarong dan 50 paket lainnya ditemukan di Balikpapan.

Kronologis Penangkapan

Kombes Romylus Tamtelahitu juga mengungkap kronologi pengungkapan kasus tersebut.

Pengungkapan berawal saat polisi bersama pihak Bea Cukai melakukan operasi control delivery.

Saat itu, ditemukan ada pengiriman narkotika berjenis obat keras di wilayah Tenggarong.

Temuan tersebut, kemudian dikembangkan pihak kepolisian.

Dari hasil pengembangan, polisi mengamankan seseorang yang mengambil paket tersebut.

Sosok yang mengambil paket tersebut seorang anggota polisi berinisial A yang merupakan anak buah dari AKP Yohanes.

“Pada saat kita amankan orang yang mengambil paket itu ternyata anak buah dari oknum anggota. Akhirnya kita bersama Propam melakukan pengamanan terhadap yang bersangkutan,” katanya.

Dari sana, polisi pun kembali mengembangkan kasus tersebut, hingga akhirnya menemukan barang bukti lain di wilayah Balikpapan.

“Yang diamankan di Tenggarong itu satu dus isinya 20 paket. Sedangkan yang diamankan di Balikpapan satu dus lagi isinya 50 paket,” jelasnya.

Dari hasil pengembangan ditemukan fakta bahwa pengiriman paket narkotika diduga telah dilakukan beberapa kali dalam kurun waktu satu hingga dua bulan terakhir.

“Menurut pengakuan, pengiriman dilakukan empat kali sebelumnya. Yang pertama 10 paket, kedua 10 paket, ketiga 10 paket, dan keempat 20 paket,” ungkapnya.

Sumber: Tribunnews
Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved