Berita Viral
CURHAT TKW di Taiwan, Anaknya yang Masih 10 Tahun Dicabuli Ayah Kandung, Minta Bantuan Hotman Paris
Sembari berurai air mata, ibu korban tampak pilu mengetahui nasib sedih menimpa putri kesayangannya.
TRIBUN-MEDAN.com - Beginilah curhat TKW di Taiwan.
Pilu anaknya yang masih 10 tahun dicabuli ayah kandung.
Ia pun meminta bantuan Hotman Paris untuk mencari keadilan bagi putrinya.
Baca juga: Polres Pematangsiantar Tangkap Dua Terduga Pengedar Ekstasi, Sita Delapan Butir Pil
Nasib malang menimpa seorang anak perempuan berinisial I di Lampung.
Ditinggal sang ibu bekerja ke luar negeri, I malah dicabuli ayah kandungnya.
Kabar I dirudapaksa dan dicabuli sang ayah kandung rupanya sudah didengar oleh ibu kandung korban.
Sembari berurai air mata, ibu korban tampak pilu mengetahui nasib sedih menimpa putri kesayangannya.
Baca juga: Lirik Lagu Simalungun Sipukka Huta Dipopulerkan oleh Budilas Trio
"Saya kerja di Taiwan, saya titipkan dia ke ayah kandungnya agar dijaga, dirawat dengan baik. Ternyata setelah saya berangkat baru 13 bulan, dia melakukan hal tidak baik kepada anak saya," ungkap ibu korban.
Karenanya, ibu korban meminta bantuan kepada tim pengacara Hotman Paris untuk membantu kasus sang putr.
"Saya mohon bantuannya kepada pak Hotman dan bang Acong dan mba Putri bisa membantu saya, tolong hukumlah dia seberat-beratnya, sebagaimana dia menyakiti putri saya, tolong lah pak," kata ibu korban.
Baca juga: Lirik Lagu Simalungun Holong Bai Pamangan By Jhon Elyaman Saragih
"Saya tidak punya uang di sini untuk membayar pengacara pak. Pak Hotman terima kasih banyak pak, bapak sudah mau membantu saya pak, terima kasih banyak pak," sambungnya.
Pengakuan Korban
Pengakuan seorang ayah saat dituding melakukan pencabulan terhadap anak kandungnya sendiri membuat publik geram.
Pasalnya, ayah berinisial IM asal Lampung itu mengelaknya.
Padahal sang putri berinisial I sudah menceritakan aksi rudapaksa yang ia terima dari ayahnya kepada pihak kepolisian.
Kepada penyidik, I menceritakan kronologi pencabulan dan rudapaksa dari sang ayah sejak tahun 2025 lalu.
Kelakuan bejat IM dilakukannya setelah sang istri menjadi TKI ke Taiwan.
Diungkap, semua kejadian tersebut terjadi di rumah mereka di Desa Krawangsari, Kecamatan Natar, Lampung.
I bercerita bahwa awalnya ia disuruh sang ayah untuk masuk ke kamar.
Kala itu IM sudah menanggalkan celananya dan duduk di kasur.
Baca juga: Polres Pematangsiantar Tangkap Dua Terduga Pengedar Ekstasi, Sita Delapan Butir Pil
I mengaku ia disuruh memegangi alat kelamin sang ayah.
"Pas Januari pas mama berangkat ke Jakarta, Ayah itu nyuruh ke kamar. Habis itu adik masuk kan, ayah dalam kondisi tidak pakai celana. Habis itu ayah nyuruh buat pegang kelaminnya. Habis itu suruh kayak gini (dipegang)," ungkap I sembari gemetaran dan menangis.
Sadar diperlakukan tak senonoh, I pun sempat menolak.
Tapi I akhirnya semakin sering disuruh melakukan perbuatan asusila itu hingga lebih dari tiga kali.
"Tadinya adek enggak mau. Karena takut, kayak gitu lagi," akui I.
"Berapa kali?" tanya penyidik.
"Lima kali," akui I.
"Terakhir kapan?" tanya penyidik lagi.
"11 Mei, di rumah di Natar, cuma berdua," ungkap I sambil menangis.
Tak cuma itu, korban juga menceritakan pencabulan yang ia alami dari sang ayah.
Bocah usia 10 tahun itu mengurai kronologi rudapaksa yang ia alami.
"(Bapak) raba-raba dada, takut. Ayah peluk adek, terus diraba-raba paha sama pan***. Abis itu ayah di kasur buka celana adek," ujar I.
Atas perbuatan sang ayah, I mengaku geram dan menyimpan dendam.
I meminta agar sang ayah dipenjara dan ogah bertemu lagi dengannya.
"(Ingin bapak) dipenjara, digebukin, dipenjara sampai busuk," ungkap korban.
Bukan hanya dirudapaksa, korban juga mengaku sering dipukuli oleh ayahnya.
"Karena (bapak) sering mukulin. (I) enggak mau ketemu bapak," akui I.
Alibi sang ayah
Dituding memerkosa anak kandung sendiri, IM membantahnya.
Bahkan di depan kepolisian, IM sampai bersumpah dengan nama Tuhan tidak melakukan perbuatan keji tersebut.
"Demi Allah saya belum pernah nganuin dia. Masa anak kandung saya mau saya anuin sendiri," pungkas IM sembari mengiba.
"Iya tah pak?" tanya penyidik.
"Demi Allah. Memang dia sering ngelihat TikTok itu (saya bilang) 'adek hati-hati dek'," alibi pelaku.
"Sering apa? TikTok apa?" tanya penyidik.
"Di TikToknya sering lihat aneh-aneh," imbuh IM.
"Aneh-aneh apa," timpal penyidik.
"Kalau saya marahin mamanya yang marah," kata IM.
Diungkap IM, ia tidak pernah mencabuli sang putr.
Namun entah keceplosan atau tak sadar, IM mendadak mengurai pengakuan mengejutkan soal rutin memandikan anaknya yang sudah beranjak remaja.
"Wajar lah namanya mandiin anak. Wajar lah kan dia belum bisa apa-apa," kata IM.
Meski tak mengakui merudapaksa, IM tak menampik jika ia memang sering memukuli sang anak.
IM pun kini ditangkap oleh Polres Lampung Selatan.
"Pelaku berinsial IM. Diamankan di suatu perumahan di Desa Krawangsari, Kamis (14/5)," ungkap Kapolsek Natar, Polres Lampung Selatan, AKP Setio Budi Howo.
Artikel ini telah tayang di TribunnewsBogor.com
(*/ Tribun-medan.com)
Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News
Ikuti juga informasi lainnya di Facebook, Instagram dan Twitter dan WA Channel
Berita viral lainnya di Tribun Medan
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/AYAH-RUDAPAKSA-ANAK-Viral-di-media-sosial-pengakuan-ayah-kandung-rudapaksa.jpg)