Berita Viral

Dirresnarkoba Polda Kaltim: Tak Hanya Konsumsi, Kasat Narkoba Polres Kukar Diduga Edarkan Etomidate

Penangkapan Kasat Narkoba Polres Kukar, Ajun Komisaris Polisi (AKP) Yohanes Bonar Adiguna Hutapea

Tayang:
Editor: AbdiTumanggor
Istimewa
Kasat Resnarkoba Polres Kutai Kartanegara (Kukar) AKP Yohanes Bonar Adiguna Hutapea ditangkap Ditresnarkoba Polda Kalimantan Timur (Kaltim) pada 2 Mei 2026 terkait dugaan peredaran gelap narkotika. (Istimewa/Polreskukar.id) 

TRIBUN-MEDAN.COM - Direktur Reserse Narkoba Polda Kaltim, Kombes Pol Romylus Tamtelahitu, mengatakan, penangkapan Kasat Narkoba Polres Kukar, Ajun Komisaris Polisi (AKP) Yohanes Bonar Adiguna Hutapea, membuka jaringan peredaran gelap zat psikotropika jenis baru di Kalimantan Timur (Kaltim), yakni Etomidate.

Dari hasil pengembangan intensif pasca-penangkapan, sejumlah fakta terkait modus, omzet, hingga jaringan lintas pulau perwira tersebut mulai terkuak ke publik.

Kombes Pol Romylus Tamtelahitu mengatakan, pengungkapan kasus ini bermula dari operasi senyap controlled delivery (pengiriman di bawah pengawasan) yang digelar Ditresnarkoba Polda Kaltim bersama Bea Cukai.

Petugas mengendus paket mencurigakan dari Medan, Sumatera Utara, melalui jasa ekspedisi dengan pola nama pengirim H dan penerima B ke alamat yang sama.

"Pada 2 Mei 2026 sekitar pukul 14.30 Wita, tim gabungan menyergap bintara polisi berinisial A (anggota Satresnarkoba Polres Kukar) saat mengambil paket berisi 20 pack Etomidate di sebuah kantor jasa pengiriman paket di Tenggarong, Kukar," kata Romylus dalam keterangannya dikutip, Minggu (17/5/2026).

Etomidate adalah zat yang masuk dalam kategori Narkotika Golongan 2 berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) Nomor 15 Tahun 2025. Zat biasa digunakan sebagai campuran liquid vape.

Dari "nyanyian" bintara tersebut, terungkap fakta mengejutkan.

Pertama, operasi ini dikendalikan penuh oleh atasannya, AKP Yohanes Bonar Adiguna Hutapea.

Hanya berselang beberapa jam, tepatnya pada 3 Mei 2026 subuh, Tim Ditresnarkoba Polda Kaltim mengepung rumah AKP Yohanes Bonar Adiguna di Tenggarong dan langsung meringkus perwira lulusan Akpol 2015 tersebut.

Pasca-penangkapan AKP Yohanes Bonar Adiguna, penyidik membongkar rekam jejak digital dari ponsel milik A.

Di sinilah fakta kedua terbuka. Ini bukan aksi pertama.

Sang perwira tercatat sudah meloloskan lima kali pengiriman paket Etomidate dalam rentang waktu yang sangat berdekatan, yakni hanya dalam 1 hingga 2 bulan terakhir. Pola pengirimannya terstruktur rapi.

Pada pengiriman pertama hingga ketiga masing-masing meloloskan 10 buah paket.

"Sementara pengiriman keempat sebanyak 20 buah (disita di Kukar), dan pengiriman kelima sebanyak 50 buah berhasil dicegat tim lain di Balikpapan," kata Kombes Romylus.

Jebolan Akpol 1997 ini melanjutkan, saat diinterogasi, AKP Yohanes Bonar Adiguna sempat menggunakan alibi klasik bahwa puluhan paket obat keras tersebut dipesan hanya untuk keperluan konsumsi pribadi.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved