Berita Viral

KENANGAN Terakhir Istri Sebelum Bripka Arya Gugur Ditembak Maling Motor: Selalu Ingin Berduaan

Bagi Yovita, harapan yang sejak awal ia ucapkan perlahan terjawab. Meski demikian, kepergian suaminya tetap meninggalkan luka yang sulit dipulihkan.

Tayang:
TRIBUN MEDAN/Tribunlampung.co.id/Dominius Desmantri Barus
Jovita istri Brigadir Arya Supena saat keluar dari kamar jenazah Rumah Sakit Bhayangkara, Sabtu (9/5/2026). Ia tampak tak bisa membendung kesehidahannya. 

TRIBUN-MEDAN.com - Beginikah kenangan terakhir istri sebelum Bripka Arya gugur ditembak maling motor.

Wanita bernama Yovita Tri Gusti itu heran melihat sang suami yang mendadak berubah makin romantis.

Bripka Arya pun selalu ingin berduaan dengan sang istri sebelum peristiwa mengenaskan itu terjadi.

Baca juga: REAKSI Tegas Taiwan Menanggapi Trump Usai Bertemu Presiden China: Kami Berdaulat dan Independen

Hal itu pun menjadi kenangan terakhir bagi Yovita.

Diberitakan sebelumnya, Bripka (Anumerta) Arya Supena telah menjadi korban tewas dalam kasus pencurian kendaraan bermotor (curanmor) di Kelurahan Labuhan Ratu, Kecamatan Labuhan Ratu, Bandal Lampung pada 9 Mei 2026 di pagi hari.

Kepergian Bripka Arya Supena pun meninggalkan duka mendalam.

Sang istri mengaku sedikit lega setelah satu pelaku penembakan ditangkap dan satu lainnya tewas.

Baca juga: Lirik Lagu Simalungun Holong Bai Pamangan By Jhon Elyaman Saragih

Bagi Yovita, harapan yang sejak awal ia ucapkan perlahan terjawab. Meski demikian, kepergian suaminya tetap meninggalkan luka yang sulit dipulihkan.

“Nyawa harus dibayar dengan nyawa, cuma tetap walaupun pelaku meninggal dunia tak bisa mengembalikan suami saya lagi,” ujar Yovita saat ditemui di rumahnya di Jalan Mata Intan, Kecamatan Tanjungkarang Barat, Sabtu (16/5/2026).

Yovita masih mengingat detik-detik saat menerima kabar duka. Awalnya, ia mendapat telepon dari nomor tak dikenal yang menyebut suaminya mengalami kecelakaan lalu lintas dan diminta segera menuju RS Bhayangkara.

Baca juga: Nasib Pembunuh Bocah SD di Toilet Masjid Majalengka, Korban Anak Tunggal, Kini Divonis Mati

Tak lama kemudian, pesan WhatsApp dari teman dan sahabat berdatangan meminta dirinya bersabar. Saat itulah firasat buruk mulai muncul.

“Bilang kalau suami saya kecelakaan hingga menyuruh saya ke RS Bhayangkara. Tak lama teman hingga sahabat saya chat WhatsApp bilang yang sabar,” katanya.

Ungkap Firasat

Sebelum tragedi itu terjadi, Yovita mengaku sempat merasakan sejumlah kejanggalan. Anak pertamanya tiba-tiba berkata sang ayah tidak akan pulang lagi ke rumah. Sementara anak keduanya menangis histeris setelah tangannya terjepit pintu, padahal biasanya dikenal kuat meski terluka.

Di hari-hari terakhir hidupnya, Arya juga disebut berubah menjadi lebih romantis. Ia sering mengajak istrinya makan bersama, naik motor berdua, hingga menghabiskan waktu lebih banyak bersama keluarga.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved