Berita Viral
REAKSI Tegas Taiwan Menanggapi Trump Usai Bertemu Presiden China: Kami Berdaulat dan Independen
Pemerintah Taiwan menegaskan statusnya sebagai wilayah yang "berdaulat dan independen" pada Sabtu (17/5/2026).
Peringatan keras Xi Jinping soal isu Taiwan
Ketegangan antara Taipei dan Beijing membayangi seluruh rangkaian kunjungan diplomatik Trump ke China.
Media pemerintah China melaporkan bahwa Presiden Xi Jinping secara langsung memperingatkan Trump bahwa isu Taiwan adalah persoalan paling krusial dalam hubungan bilateral AS-China.
"Jika salah penanganan, kedua negara bisa bertabrakan atau bahkan terlibat dalam konflik, membawa seluruh hubungan China-AS ke dalam situasi yang sangat berbahaya," tegas Xi Jinping kepada Trump, dilansir dari Al Jazeera, Sabtu.
Secara resmi, Washington menganut kebijakan "Satu China" atau One China Policy.
Melalui kebijakan ini, AS mengakui, tetapi tidak membenarkan, terhadap klaim Beijing bahwa Taiwan adalah bagian dari China.
AS juga tidak memiliki hubungan diplomatik formal dengan pemerintah di Taipei.
AS selama bertahun-tahun menerapkan kebijakan ambiguitas strategis terkait apakah mereka akan mengintervensi secara militer jika China menyerang Taiwan.
Pada tahun 2022, pendahulu Trump, Joe Biden, sempat menyatakan dalam program 60 Minutes bahwa AS akan membantu Taiwan jika terjadi "serangan yang belum pernah terjadi sebelumnya".
Namun, pemerintahan Biden segera menarik kembali pernyataan itu dan menegaskan tidak ada perubahan kebijakan resmi.
Meski demikian, berdasarkan undang-undang tahun 1979, AS tetap diwajibkan memasok senjata defensif dan menjaga hubungan dagang yang erat dengan Taiwan.
Merespons dinamika ini, Kementerian Luar Negeri Taiwan menyatakan bahwa posisi dasar Amerika Serikat "tetap tidak berubah".
Taipei juga memastikan akan terus memperdalam hubungannya dengan Washington.
Menutup pernyataannya, Taiwan secara tegas menunjuk China sebagai sumber instabilitas utama di kawasan Asia Timur.
"Penjualan senjata ke Taiwan bukan hanya komitmen keamanan bagi Taiwan, tetapi juga pencegah bersama terhadap ancaman regional," tulis Kementerian Luar Negeri Taiwan dalam pernyataan resminya.
(*/Tribun-medan.com)
Baca juga: TERUNGKAP Trump Sudah Tulis Surat Wasiat untuk Wakilnya jika Ia Dibunuh saat Kunjungan ke China
Baca juga: USAI Bertemu Presiden Xi Jinping, Presiden Trump Peringatkan Taiwan Agar Tidak Deklarasi Kemerdekaan
| Nasib Pembunuh Bocah SD di Toilet Masjid Majalengka, Korban Anak Tunggal, Kini Divonis Mati |
|
|---|
| PETAKA Pengobatan Spiritual di Riau, Bocah 11 Tahun Tewas di Tangan Ibu Kandung |
|
|---|
| PENGAKUAN Ayah di Lampung Cabuli Anak Kandungnya Saat Istri Jadi TKI Bikin Publik Geram |
|
|---|
| Ayu Aulia Dijuluki Duta Halusinasi Setelah Ogah Bongkar Hubungannya dengan Bupati R |
|
|---|
| TERNYATA Paket Narkotika AKP Yohanes Hutapea Dikirim dari Medan, Sudah 5 Kali, Suruh Anak Buah Ambil |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Presiden-China-Xi-Jinping-saat-jamuan-makan-malam-bersama-Presiden-Trump.jpg)