Berita Viral

KEPSEK Indang Maryati Tuai Pujian Usai Tolak Tanding Ulang LCC Meski Sekolahnya Dirugikan

Kepala SMAN 1 Pontianak, Indang Maryati tuai pujian usai tolak tanding ulang Lomba Cerdas Cermat (LCC)

Tayang:
Instagram
KEPALA SMAN 1 PONTIANAK--Indang Maryati, Kepala SMAN 1 Pontianak viral usai menolak dari babak final ulangan Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar tingkat Provinsi Kalbar. 

TRIBUN-MEDAN.COM – Kepala SMAN 1 Pontianak, Indang Maryati tuai pujian usai tolak tanding ulang Lomba Cerdas Cermat (LCC).

Indang Maryati jadi sorotan dan tuai pujian setelah memilih menolak pertandingan ulang babak final Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar tingkat Provinsi Kalimantan Barat.

Kepala SMAN 1 Pontianak itu menuai banyak pujian karena memilih menolak pertandingan ulang babak final meski sekolahnya merasa dirugikan oleh keputusan juri.

Sikap Indang dinilai mencerminkan sportivitas dan integritas di tengah kontroversi penilaian yang ramai diperbincangkan publik.

Polemik bermula dari video final LCC Empat Pilar yang berlangsung pada Sabtu (9/5/2026).

Dalam video tersebut, jawaban perwakilan SMAN 1 Pontianak, Josepha Alexandra, dinyatakan salah oleh juri.

Namun, publik kemudian menyoroti keputusan berbeda saat jawaban serupa yang diberikan sekolah lain justru dianggap benar dan menghasilkan poin.

Baca juga: Pria di Langkat Diringkus, Polisi Sita 2 Kg Ganja yang Disimpan di Jok Sepeda Motor

Situasi itu memicu kritik warganet hingga pihak Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI) berencana menggelar pertandingan ulang sebagai solusi.

Meski demikian, Indang memilih untuk tidak mengikuti final ulang tersebut.

“SMAN 1 Pontianak menyatakan tidak akan terlibat dalam pelaksanaan lomba LCC yang diulang,” tegas Indang dalam pernyataan resmi sekolah.

Menurutnya, protes yang dilakukan siswa sejak awal bukan untuk membatalkan hasil lomba, melainkan meminta kejelasan terkait mekanisme penilaian.

“SMAN 1 Pontianak tidak memiliki maksud untuk menganulir hasil lomba, melainkan semata-mata untuk memperoleh kejelasan melalui klarifikasi terhadap poin-poin yang dipersoalkan,” ujarnya.

Alih-alih terus memperpanjang polemik, Indang justru menunjukkan sikap terbuka dengan mendukung SMAN 1 Sambas sebagai wakil Kalimantan Barat di tingkat nasional.

Ia menegaskan pihak sekolah menghormati hasil yang telah ditetapkan panitia.

Baca juga: PRABOWO Balas Sindiran RI Bakal Kolaps Karena Nilai Tukar Rupiah Loyo, Bandingkan Negara Lain

“SMAN 1 Pontianak menghormati hasil lomba yang telah ditetapkan serta menyampaikan dukungan penuh kepada SMAN 1 Sambas sebagai perwakilan Kalimantan Barat,” ujarnya.

Sikap tersebut semakin menuai simpati publik yang menilai Indang lebih mengutamakan nilai pendidikan dan sportivitas dibanding sekadar mengejar kemenangan.

Di balik ketegasannya, Indang diketahui memiliki rekam jejak panjang di dunia pendidikan dan kegiatan sosial.

Ia mulai memimpin SMAN 1 Pontianak sejak Juni 2023.

Indang juga merupakan lulusan Magister Ilmu Sosial Universitas Tanjungpura pada tahun 2013.

Penelitian tesisnya kala itu membahas pengaruh pola asuh orang tua terhadap perilaku sosial remaja, yang disebut menjadi salah satu dasar pendekatannya dalam memimpin sekolah.

Selain aktif di lingkungan pendidikan, Indang juga kerap menjadi narasumber dalam berbagai forum sosial dan pendidikan di Kalimantan Barat.

Ia pernah terlibat dalam program Gerakan Sekolah Ramah Anak serta kampanye moderasi beragama bersama Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kalbar.

Dalam salah satu kesempatan, Indang menegaskan pentingnya pendidikan toleransi bagi generasi muda.

*/tribun-medan.com

artikel ini telah tayang di Bangkapos          

Sumber: Bangka Pos
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved