Berita Viral
Kronologi Dua Satpam Dikeroyok Siswa SMK di Sulbar, Berawal Pergoki yang Merokok dan Panjat Pagar
Berikut kronologi dua satpam SMK N 1 Polewali Sulawesi Baratdi keroyok sejumlah siswa hingga jadi tontonan warga dan viral di media sosial
Sementara itu, Kepala SMK Negeri 1 Polewali, Mustari, mengatakan insiden bermula ketika petugas keamanan memergoki beberapa siswa yang hendak keluar sekolah dengan memanjat pagar samping sekolah saat jam pelajaran berlangsung.
"Awalnya satpam melihat ada siswa yang mencoba keluar dengan melompati pagar sekolah. Saat ditegur dan akan diarahkan ke guru BK, mereka justru terpancing emosi lalu melakukan pemukulan terhadap petugas," kata Mustari.
Kasus tersebut kini memunculkan sorotan mengenai peran orangtua dan lingkungan dalam membentuk perilaku remaja di sekolah, termasuk pentingnya penanaman disiplin dan penghormatan terhadap aturan maupun otoritas sekolah.
Pihak SMK Negeri 1 Polewali telah mengidentifikasi sejumlah siswa yang diduga terlibat dalam pengeroyokan terhadap dua satpam sekolah di Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat.
Jumlah siswa yang diduga terlibat dalam aksi pengeroyokan tersebut sebanyak delapan orang.
Mereka diduga memukul dua satpam sekolah usai pulang sekolah setelah sebelumnya dipergoki merokok dan memanjat pagar untuk bolos.
Kepala SMK Negeri 1 Polewali, Mustari, mengatakan pihak sekolah telah mengantongi identitas para siswa yang diduga terlibat.
“Saat ini sudah ada nama-nama siswa yang kami miliki. Jumlahnya ada delapan orang,” kata Mustari kepada wartawan, Jumat (15/5/2026).
Mustari menjelaskan, sebelum peristiwa pengeroyokan terjadi, para siswa sempat diminta menuliskan nama teman-teman yang kerap merokok dan memanjat pagar sekolah.
Pihak sekolah menduga delapan siswa yang dipanggil ke ruang Bimbingan Konseling (BK) menjadi pelaku utama dalam insiden tersebut.
*/tribun-medan.com
artikel ini telah tayang di Tribunnews
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/PENGEROYOKAN-dua-satpam-SMK-Negeri-1-Polewali-menjadi-korban-pengeroyokan.jpg)