Berita Viral
Kronologi Dua Satpam Dikeroyok Siswa SMK di Sulbar, Berawal Pergoki yang Merokok dan Panjat Pagar
Berikut kronologi dua satpam SMK N 1 Polewali Sulawesi Baratdi keroyok sejumlah siswa hingga jadi tontonan warga dan viral di media sosial
TRIBUN-MEDAN.COM – Berikut kronologi dua satpam di keroyok siswa SMKN 1 Polewali Sulawesi Barat.
Adapun dua satpam SMKN 1 Polewali menjadi korban pengeroyokan oleh sejumlah siswa.
Keributan antara korban dan para siswa terjadi di luar area sekolah hingga menjadi tontonan warga.
Insiden itu terjadi di Jalan Pemuda, Kelurahan Darma, Kecamatan Polewali, beberapa hari lalu.
Peristiwa tersebut terekam kamera dan videonya viral di media sosial pada Kamis (14/5/2026).
Dalam video yang beredar, dua pria yang diduga satpam sekolah terlihat terlibat keributan dengan sejumlah siswa.
Salah satu korban bahkan sempat terjatuh dan berusaha melawan saat diserang para siswa.
Baca juga: Timnas Jepang Resmi Umumkan 26 Pemain yang Bermain di Piala Dunia 2026, tanpa Kaoru Mitoma
Terlihat pula seorang pria berseragam ASN berusaha melerai keributan tersebut dibantu sejumlah siswa lainnya.
Dua satpam yang menjadi korban diketahui berinisial MR (24) dan MS (28). Keduanya telah melaporkan kejadian itu ke Polres Polman.
KBO Sat Reskrim Polres Polman, Iwan Rusmana, mengatakan kejadian bermula saat salah satu satpam menegur siswa yang memanjat pagar dan merokok di lingkungan sekolah.
“Berawal saat seorang satpam menegur beberapa siswa yang memanjat pagar dan merokok di lingkungan sekolah,” kata Iwan kepada wartawan.
Ia menjelaskan, saat jam pulang sekolah korban hendak mengecek siswa yang masih berkumpul di sekitar sekolah.
Namun, diduga para siswa tidak terima ditegur sehingga menunggu korban saat pulang.
Baca juga: Duduk Perkara Siswi SMAN 1 Pontianak Josepha Diancam, Tolak Tanding Ulang Cerdas Cermat MPR
“Setibanya di lokasi, korban didatangi beberapa siswa yang langsung melakukan pengeroyokan menggunakan kunci motor dan tangan kosong,” lanjutnya.
Akibat kejadian tersebut, kedua korban mengalami luka di bagian kepala dan tangan. Kasus itu kini masih dalam proses penyelidikan pihak kepolisian.
Sementara itu, Kepala SMK Negeri 1 Polewali, Mustari, mengatakan insiden bermula ketika petugas keamanan memergoki beberapa siswa yang hendak keluar sekolah dengan memanjat pagar samping sekolah saat jam pelajaran berlangsung.
"Awalnya satpam melihat ada siswa yang mencoba keluar dengan melompati pagar sekolah. Saat ditegur dan akan diarahkan ke guru BK, mereka justru terpancing emosi lalu melakukan pemukulan terhadap petugas," kata Mustari.
Kasus tersebut kini memunculkan sorotan mengenai peran orangtua dan lingkungan dalam membentuk perilaku remaja di sekolah, termasuk pentingnya penanaman disiplin dan penghormatan terhadap aturan maupun otoritas sekolah.
Pihak SMK Negeri 1 Polewali telah mengidentifikasi sejumlah siswa yang diduga terlibat dalam pengeroyokan terhadap dua satpam sekolah di Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat.
Jumlah siswa yang diduga terlibat dalam aksi pengeroyokan tersebut sebanyak delapan orang.
Mereka diduga memukul dua satpam sekolah usai pulang sekolah setelah sebelumnya dipergoki merokok dan memanjat pagar untuk bolos.
Kepala SMK Negeri 1 Polewali, Mustari, mengatakan pihak sekolah telah mengantongi identitas para siswa yang diduga terlibat.
“Saat ini sudah ada nama-nama siswa yang kami miliki. Jumlahnya ada delapan orang,” kata Mustari kepada wartawan, Jumat (15/5/2026).
Mustari menjelaskan, sebelum peristiwa pengeroyokan terjadi, para siswa sempat diminta menuliskan nama teman-teman yang kerap merokok dan memanjat pagar sekolah.
Pihak sekolah menduga delapan siswa yang dipanggil ke ruang Bimbingan Konseling (BK) menjadi pelaku utama dalam insiden tersebut.
*/tribun-medan.com
artikel ini telah tayang di Tribunnews
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/PENGEROYOKAN-dua-satpam-SMK-Negeri-1-Polewali-menjadi-korban-pengeroyokan.jpg)