Kecelakaan Bus ALS di Muratara

PENAMPAKAN Lubang Jalan yang Disebut Sebabkan Kecelakaan Bus ALS, Polisi: Banyak, Tapi Tidak Dalam

Dirlantas Polda Sumsel Kombes Pol Maesa Soegriwo, mengatakan dari hasil olah TKP lobang yang dihindari sopir bus ALS di lokasi kejadian sedalam 2 cm

Tayang:
Tribun Sumsel/Rachmad Kurniawan
JALAN BERLUBANG - Kondisi jalan yang menjadi lokasi kecalakaan maut antara Bus ALS dan Truk tangki minyak di Jalinsum Muratara tepatnya di Kelurahan Karang Jaya Kecamatan Karang Jaya, Rabu (6/5/2026) 

TRIBUN-MEDAN.com - Inilah penampakan lubang jalan yang disebut sebabkan kecelakaan Bus ALS dengan truk tangki di Musi Rawas Utara.

Kasus kecelakaan maut bus ALS dengan truk tangki naik ke tingkat penyidikan.

Dari hasil penyelidikan tim gabungan di lapangan dan keterangan saksi kernet bus Muhammad Fadli lakalantas disebabkan menghindari lubang di jalan.

Baca juga: KRONOLOGI Bidan dan Anggota DPRD Digerebek Sang Suami yang Ternyata Polisi, Kini Curhat Korban KDRT

"Hasil penyelidikan dan keterangan saksi, kecelakaan akibat driver menghindari saat di jalan. Saat ini perkaranya sudah naik ke penyidikan," ujar Wakapolda Sumsel Brigjen Pol Rony Samtana saat rilis di Rumah Sakit Bhayangkara Moh Hasan, Jumat (15/5/2026).

Ketika ditanya mengenai potensi ada tersangka yang ditetapkan, pihaknya penentuan itu dilakukan tergantung proses penyidikan dan alat bukti.

"Sebagaimana prosesnya untuk menentukan siapa tersangka menunggu hasil penyidikan. Penentuan siapa tersangka juga kami akan koordinasi dengan Kejaksaan. Pihak bus PT ALS juga sudah dipanggil," katanya.

Baca juga: Targetkan Selesai Tahun Ajaran Baru, Proyek Sekolah Rakyat Dikebut  

Dirlantas Polda Sumsel Kombes Pol Maesa Soegriwo, mengatakan dari hasil olah TKP lobang yang dihindari sopir bus ALS di lokasi kejadian hanya sedalam 2 sentimeter.

"Memang banyak lubang tapi tidak dalam. Saya kesana kedalaman lubang hanya sekitar 2 sentimeter, kalau soal percikan api tidak tahu darimana," kata Maesa.

Dia menambahkan dari keterangan kernet yang selamat, bus ALS itu berangkat dari Pati, Jawa Tengah dengan mengangkut dua orang.

Lalu melintasi Semarang angkut penumpang 5 orang, Tegal 3 orang dan Lampung 3 orang.

PENAMPAKAN Lubang Jalan yang Disebut Sebabkan Kecelakaan Bus ALS, Polisi: Banyak, Tapi Tidak Dalam
JALAN BERLUBANG - Kondisi jalan yang menjadi lokasi kecalakaan maut antara Bus ALS dan Truk tangki minyak di Jalinsum Muratara tepatnya di Kelurahan Karang Jaya Kecamatan Karang Jaya, Rabu (6/5/2026)

"Sekitar tanggal 4 itu bus sampai di Lampung. Sementara tidak ada yang lain lagi (penumpang), dari keterangan kernet si Fadli ya begitu. Segera kami lakukan gelar perkara bersama dengan Kejaksaan juga," tutupnya. 

Korban Bertambah Jadi 19

Korban Bus ALS VS truk tangki di Muratara bertambah jadi 19 orang. 

Jumiatun yang sebelumnya dirawat meninggal dunia, Jumat (15/5/2026).

Sebelumnya Jumiatun sempat dirawat bareng suaminya. 

Baca juga:   Tari Artika Tarigan, Pilih Menata Hidup Lewat Usaha Rumahan

Keduanya selamat dari kecelakaan maut tersebut sempat menjalani operasi luka bakar.

Namun pilu Jumiatun kini meninggal dunia. 

Jumiatun meninggal dunia saat menjalani perawatan intensif di RS Bhayangkara Moh. Hasan Palembang. 

Dengan ini, total 19 orang menjadi korban tewas akibat insiden maut tersebut. 

Baca juga: MODUS Jaksa Gadungan Tilep Duit Mahasiswa Rp69 Juta, Nginap Sebulan di Villa, Pakai Seragam Kejati

Kabar meninggalnya Jumiatun dibenarkan Kepala Rumah Sakit (Karumkit) RS Bhayangkara Moh. Hasan, Kombes Pol dr Budi Susanto.

"Iya, sudah meninggal pasien Jumiatun," ujar Budi, Jumat (15/5/2026).

Diketahui, Jumiatun mengalami luka bakar dengan persentase 70 persen hingga 80 persen hingga trauma inhalasi.

Untuk jam meninggal dan penyebab Jumiatun, dr. Budi masih enggan menyebutkan lantaran akan disampaikan secara bersamaan dengan hasil pencocokan DNA.

"Lebih jelasnya nanti akan disampaikan sekalian saya rilis hasil DNA, nanti sore dijelasin semuanya," katanya.

Dirujuk ke Palembang

Diketahui, Jumiatun sebelumnya dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Rupit, Muratara pascakejadian nahas 6 Mei 2026 itu.

Kemudian di tanggal 9 Mei 2026, Jumiatun dirujuk ke RS Bhayangkara untuk mendapat perawatan intensif.

Selain Jumiatun, Ngadiono, suaminya juga dirujuk ke RS Bhayangkara.

Sebelumnya, kondisi Jumiatun cukup parah terutama di daerah tangan, jaringan hingga tulang-tulang di jari mengalami kerusakan. 

Ia dan suaminya, Ngadiono, menjalani operasi debridemen atau operasi luka bakar.

Jumiatun (43) korban kecelakaan bus ALS yang mengalami luka bakar saat menjalani perawatan di Rumah Sakit Bhayangkara M Hasan, Palembang, Sabtu (9/5/2026). (KOMPAS.COM/AJI YULIANTO KASRIADI PUTRA)
Jumiatun (43) korban kecelakaan bus ALS yang mengalami luka bakar saat menjalani perawatan di Rumah Sakit Bhayangkara M Hasan, Palembang, Sabtu (9/5/2026). (KOMPAS.COM/AJI YULIANTO KASRIADI PUTRA) (TRIBUN MEDAN/KOMPAS.COM/AJI YULIANTO KASRIADI PUTRA)

Menurut Karumkit, kondisi jaringan pada jari di kedua tangan Jumiatun dari telunjuk hingga jari kelingking mengalami kerusakan.

Dia juga mengalami luka bakar dengan persentase 70 persen hingga 80 persen hingga trauma inhalasi.

"Jadi masuk dengan diagnosis luka bakar luas serta trauma inhalasi. Makanya operasi dilakukan berkala karena untuk membersihkan sisa jaringan mati akibat luka bakar luas," kata Budi belum lama ini.

Artikel ini telah tayang di TribunSumsel.com 

(*/ Tribun-medan.com)

Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News

Ikuti juga informasi lainnya di FacebookInstagram dan Twitter dan WA Channel

Berita viral lainnya di Tribun Medan

Sumber: Tribun Sumsel
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved