Berita Viral

PILU Nenek Ditusuk Saat Suapi Cucunya, Pengobatan Tak Ditanggung BPJS, Tertahan di RS karena Biaya

Korban penusukan di Pondok Aren, Tangerang Selatan, sempat tertahan di rumah sakit karena terkendala biaya pengobatan.

Tayang:
Editor: Juang Naibaho
Kompas.com
Lansia bernama Yani (60), korban penusukan oleh tetangganya di Gang Buntu, Pondok Aren, Tangsel, saat sedang istirahat setelah pulang dari rumah sakit di Bintaro. 

TRIBUN-MEDAN.com - Korban penusukan di kawasan Pondok Aren, Tangerang Selatan, sempat tertahan di rumah sakit karena terkendala biaya pengobatan.

Korban yang merupakan wanita lanjut usia (lansia) bernama Yani (60), akhirnya bisa kembali ke rumah setelah pihak keluarga menerima sumbangan dari pihak relawan untuk melunasi biaya rumah sakit.

Anak korban, Riko (29), mengatakan, ibunya baru diperbolehkan pulang pada Rabu malam setelah pihak keluarga meminta kebijakan cicilan kepada rumah sakit.

“Alhamdulillah nyokap sudah pulang, sekarang sudah di rumah. Sebenarnya dari Sabtu sudah boleh pulang, cuma administrasinya belum selesai,” kata Riko di rumahnya, Gang Buntu, Pondok Aren, Tangsel, Jumat (15/5/2026). 

Menurut dia, total biaya pengobatan ibunya selama dirawat mencapai Rp 43,3 juta.

Namun pihak keluarga pelaku penusukan sebagai penanggung jawab hanya menyanggupi pembayaran sebesar Rp 27 juta sehingga masih tersisa tunggakan Rp 16,2 juta. 

Riko mengaku akhirnya meminta keringanan kepada manajemen rumah sakit agar sisa biaya tersebut dapat dibayar secara mencicil. 

“Saya minta kebijakan dari RS untuk bisa diangsur pembayarannya. Kekurangan sekitar Rp 16,2 juta,” kata dia. 

Dari Rp 16,2 juta itu, Riko mendapatkan bantuan donasi dari relawan sebesar Rp 5 juta. 

Kemudian uang tersebut digunakan untuk membayar uang muka sehingga sisa tunggakan menjadi sekitar Rp 11,2 juta. 

“Saya menyanggupinya sebulan cuma Rp 700.000. Jadi saya angsuran 16 kali bayar,” kata Riko. 

Baca juga: Alasan Polisi Jerat Pelaku Penusukan Nus Kei Pakai Pasal Pembunuhan, Hendrikus Sempat Galau

Dengan skema tersebut, Riko memperkirakan cicilan baru akan lunas pada September 2027. 

Riko mengaku kondisi itu cukup berat karena saat ini dirinya sedang tidak bekerja.

Ia menceritakan bahwa dirinya sempat bekerja sebagai petugas keamanan di bank pelat merah sebelum memutuskan resign. 

Kini, ia berencana mencari penghasilan dengan menjadi pengemudi ojek online demi membayar cicilan rumah sakit ibunya. 

“Mungkin saya bisa ngojek, saya punya akun Grab juga. Insya Allah, ya bisalah,” ujar dia. 

Selain itu, Riko mengaku kebingungan karena biaya pengobatan kasus yang dialami ibunya tidak dapat ditanggung BPJS Kesehatan. 

Menurut dia, pihak rumah sakit menyebut kasus tersebut tidak masuk dalam cakupan pembiayaan BPJS karena berkaitan dengan tindak pidana. 

“Ke rumah sakit memang tidak pakai BPJS dan kasus tersebut memang tidak masuk ke ranah BPJS,” kata dia. 

Meskipun begitu, Riko tetap akan berusaha mencari cara agar pengobatan yang dijalani oleh ibunya bisa ter-cover BPJS. 

Salah satu yang terpikirkan adalah membawa sang ibu berobat ke rumah sakit pemerintah. 

“Rencana kontrol kedua saya mau alihkan ke RSUD, mungkin bisa pakai BPJS,” ujar dia. 

Riko berharap ada bantuan dari pemerintah daerah atau dinas terkait untuk meringankan beban keluarganya. 

“Dengan keterbatasan saya dan kondisi sekarang, saya berharap ada bantuan dari dinas terkait atau pemerintah,” kata dia. 

Kronologi Penusukan 

Yani merupakan korban penusukan oleh tetangganya sendiri yang berinisial DA saat sedang mengasuh cucunya, Minggu (3/5/2026). 

Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 14.00 WIB di Jalan Jombang Raya, Gang Buntu, Pondok Aren, Tangerang Selatan. 

Saat itu, korban diserang secara tiba-tiba dari belakang oleh pelaku yang merupakan tetangganya sendiri. 

Salah satu saksi, Supriyadi (55) mengatakan, saat kejadian korban tengah menyuapi cucunya yang masih balita. 

"Lagi momong cucu, lagi nyuapin cucunya. Terus langsung diserang begitu saja dari belakang," ujar Supriyadi. 

Saat itu, korban sempat berteriak kesakitan setelah ditusuk. Teriakan itu membuat warga sekitar berhamburan keluar rumah, termasuk Supriyadi. 

Melihat kondisi itu, ia langsung berusaha menghentikan pelaku yang masih memegang senjata tajam. 

"Saya langsung lari pegang tangannya yang pegang pisau. Dia sempat berontak, tapi akhirnya dibantu warga lain sampai pisaunya bisa direbut,” kata Supriyadi. 

Setelah dilumpuhkan, pelaku diamankan oleh warga. Tak lama berselang, petugas kepolisian datang ke lokasi dan membawa pelaku untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Akibat kejadian itu, korban mengalami dua luka tusuk di bagian punggung dan paha. Korban juga sempat pingsan di lokasi kejadian. 

“Lukanya di belakang satu sama di paha. Dua tusukan,” ucap Supriyadi. (*/tribunmedan.com)

Artikel ini sudah tayang di Kompas.com

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved