Berita Viral

Bikin Ortu Khawatir, Kebiasaan Belajar Ocha Peserta Lomba LCC 4 Pilar MPR yang Viral di Kalbar

Menurut Andre, publik bisa melihat keberanian seorang pelahar dalam menyuarakan keadilan dan kebenaran bukan sekadar menyaksikan perlombaan.

Tayang:
TRIBUN MEDAN/(TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/Anggita Putri/Kompas.com)
PELUKAN BANGGA - Pelukan bangga Andre Kuncoro untuk putrinya Josepha Alexandra atau Ocha terlihat di Ruang VIP Bandara Supadio, Kubu Raya, Kamis (14/2/2026). Ocha merupakan siswi SMAN 1 Pontianak peserta Lomba Cerdas Cermat (LCC) 4 Pilar tingkat Provinsi Kalimantan Barat. 

Namun ajakan itu sering ditolak karena dianggap membuang waktu.

“Kita suruh main dengan temannya juga nggak mau. Katanya buang-buang waktu,” tuturnya.

Aktif Kegiatan Sosial

Selain aktif belajar mandiri, Ocha juga mengikuti bimbingan belajar beberapa kali dalam sepekan. 

Di luar kegiatan sekolah, ia turut aktif dalam kegiatan sosial bersama anak-anak di kawasan Taman Catur Untan.

Andre menyebut, putrinya kerap membantu membina anak-anak kecil melalui kegiatan mewarnai, melukis, hingga mengajarkan sejumlah mata pelajaran pada hari libur.

“Biasanya di Taman Catur itu, membina adik-adik kecil, mewarnai, melukis, lalu mengajarkan pelajaran juga,” ungkapnya.

Keluarga Khawatir

Andre mengakui kebiasaan belajar Ocha yang begitu intens terkadang membuat keluarga khawatir. 

Meski demikian, ia melihat putrinya memang menikmati dunia belajar sebagai hobinya.

“Ocha hobinya memang di depan laptop belajar. Kadang kami orang tua juga khawatir, ini anak nggak stres. Tapi memang dia suka,” katanya.

Andre mengungkapkan, semasa kecil Ocha sempat bercita-cita menjadi dosen. Namun seiring bertambah usia, putrinya kini memilih menjalani berbagai peluang yang datang sesuai kemampuan yang dimiliki.

“Dulu waktu kecil ingin jadi dosen. Tapi sekarang dia ikut arus saja nanti ke mana. Karena semua bidang itu dia menguasai,” ujarnya.

Tawaran Beasiswa

Terkait tawaran beasiswa yang diterima Ocha, Andre mengaku keluarga belum membahas lebih jauh. Namun sebagai orang tua, ia mendukung penuh keputusan putrinya. Bahkan keluarga mulai mempertimbangkan kursus bahasa Mandarin sebagai persiapan ke depan.

“Kalau memang Ocha mau, kami dukung. Kemungkinan nanti kursus Mandarin untuk persiapan,” katanya.

Andre berharap apa yang dilakukan putrinya dapat menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk berani menyuarakan kebenaran dan menjaga nilai keadilan.

“Semoga Ocha bisa menjadi inspirasi bagi Gen Z untuk berani menyuarakan keadilan. Kebenaran tetap harus jadi kebenaran dan keadilan harus tetap dijaga,” katanya.

Disambut Sekda

Sumber: Tribunnews
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved