Berita Viral
Lomba Cerdas Cermat MPR Diulang, SMAN 1 Pontianak tak Mau Ikut, Dampak Psikologis Kesalahan Juri
SMAN 1 Pontianak memilih tak ikut pengulangan final Lomba Cerdas Cermat tersebut.
TRIBUN-MEDAN.COM – Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) mengulang babak final Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar untuk Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar).
Pengulangan LCC sedang didiskusikan kapan jadwal ulang pelaksanaanya.
Namun, SMAN 1 Pontianak memilih tak ikut pengulangan final Lomba Cerdas Cermat tersebut.
Baca juga: Terungkap Peran Calon Istri Bandar Narkoba Ternyata Penghubung ke Perwira AKP Deky
Pernyataan sikap ini disampaikan SMAN 1 Pontianak sebagai bentuk tanggung jawab moral dan komitmen pada nilai-nilai integritas di dunia pendidikan.
SMAN 1 Pontianak juga menegaskan langkah yang mereka ambil sejauh ini adalah bentuk ikhtiar demi memperoleh klarifikasi, agar pelaksanaan lomba bisa lebih transparan, objektif, dan akuntabel.
Tidak ada juga maksud dari SMAN 1 Pontianak untuk menyerang pihak manapun.
"SMAN 1 Pontianak menyampaikan pernyataan sikap sebagai bentuk tanggung jawab moral dan komitmen terhadap nilai-nilai integritas dalam dunia pendidikan."
Baca juga: Bentuk Jaminan Sosial, BPJS Ketenagakerjaan Beri Santunan ke Ahli Waris Honorer Dishub Binjai
.
"Langkah yang diambil merupakan bagian dari ikhtiar untuk memperoleh klarifikasi demi terwujudnya pelaksanaan lomba yang transparan, objektif, dan akuntabel, tanpa adanya maksud untuk menyerang pihak mana pun," tulis SMAN Pontianak dalam pernyataan sikap yang diunggah melalui akun Instagram resminya, Kamis (14/5/2026).
Baca juga: Lomba Cerdas Cermat MPR Diulang, SMAN 1 Pontianak tak Mau Ikut, Dampak Psikologis Kesalahan Juri
Lebih lanjut SMAN 1 Pontianak memberikan apresiasi atas perhatian dan dukungan yang diberikan oleh berbagai pihak.
Dalam polemik pelaksanaan LCC Empat Pilar MPR tingkat Provinsi Kalbar ini, SMAN 1 Pontianak memilih untuk menghormati hasil lomba yang telah ditetapkan sebelumnya.
SMAN 1 Pontianak juga mendukung sekolah yang menjadi perwakilan Kalimantan Barat untuk ikut
dalam LCC Empat Pilar MPR di tingkat nasional.
"Kami menyampaikan apresiasi atas perhatian dan dukungan berbagai pihak, serta menegaskan penghormatan terhadap hasil yang telah ditetapkan.
Dukungan penuh juga kami berikan kepada perwakilan Kalimantan Barat di tingkat nasional."
"Ke depan, kami berharap seluruh pihak dapat terus menjaga semangat kebersamaan, menjunjung tinggi nilai persatuan, serta bersama-sama menciptakan iklim pendidikan yang kondusif, aman, dan berintegritas," tambahnya.
Jadwal Ulang
Sebelumnya MPR memutuskan untuk mengulang babak final Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar untuk Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar).
Menurut Ketua MPR Ahmad Muzani, pihaknya masih mendiskusikan terkait jadwal tanding ulang tersebut.
"Lomba Cerdas Cermat tingkat Kalimantan Barat yang final akan kita lakukan ulang dalam waktu yang segera akan diputuskan," katanya dalam konferensi pers di gedung parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (13/5/2026).
Muzani menegaskan juri sebelumnya tidak akan dilibatkan kembali.
Dia menyebut juri yang akan melakukan penilaian akan berasal dari pihak independen alih-alih dari pihak MPR.
Selain itu pimpinan MPR juga akan mengawasi langsung jalannya kompetisi LCC Empat Pilar Provinsi Kalbar.
"Pimpinan Majelis Permusyawaratan Rakyat akan mengawasi jalannya pertandingan tersebut dari awal sampai akhir," tuturnya.
Baca juga: Nasib Bripka Abu Bakar dan 2 Polisi Ditangkap Saat Pesta Narkoba di Rumah Warga
Lebih lanjut, Muzani berterimakasih kepada peserta dari SMAN 1 Pontianak yang telah
menggunakan haknya untuk mengajukan protes ketika ada keputusan juri yang dianggap merugikan.
Menurut Muzani sikap peserta ini menjadi contoh penerapan demokrasi yang baik.
"Kami akan terus melakukan evaluasi yang diadakan oleh MPR yang hari ini terus kami terima pandangan dari masyarakat.
Respons Federasi Guru
Kesalahan Juri Berdampak pada Psikologis
Tuai Kritik, Juri Belum Minta Maaf
Hingga saat ini, kedua dewan juri tersebut belum menyampaikan permintaan maaf secara terbuka kepada publik.
Sikap diam kedua juri ini menuai kritik dari Pengamat Pendidikan, Indra Charismiadji.
Ia menilai sikap tersebut sebagai bentuk arogansi karena hingga kini belum ada pernyataan resmi dari Indri Wahyuni maupun Dyastasita Widya Budi.
“Saya belum melihat dari para juri yang melakukan misalnya membuat pernyataan maaf secara resmi kan begitu.
Jadi sepertinya masih sangat arogan dengan keputusan mereka,” ucap Indra sebagaimana dikutip dari YouTube Kompas TV.
*/tribun-medan.com
Sumber: Kompastv/ Tribunnews
Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News
Ikuti juga informasi lainnya di Facebook, Instagram dan Twitter dan WA Channel
Berita viral lainnya di Tribun Medan
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/VIRAL-CERDAS-CERMAT-Bakal-tanding-ulang-Lomba-Cerdas-Cermat-imbas-viral.jpg)