Berita Viral

Cerita Josepha Bertemu Wapres Gibran usai LCC Kalbar Viral, Dapat Pesan dan Tips saat Debat

para peserta dari SMAN 1 Pontianak justru mendapat perhatian langsung dari Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka.

Tayang:
TRIBUN MEDAN
BERTEMU WAPRES GIBRAN - Siswi SMA Negeri (SMAN) 1 Pontianak yang mengikuti Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI tingkat Provinsi Kalimantan Barat, Josepha Alexandra atau Ocha usai bertemu Wakil Presiden Gibran Rakabuming di Istana Wapres, Jakarta, Rabu (13/5/2026) siang. 

Gibran Ingatkan Siswa agar Tak Mudah Termakan Isu Media Sosial

Siswa lainnya, Almira Khairunnisa, mengatakan Gibran juga berpesan agar para pelajar tidak mudah terpengaruh isu-isu yang berkembang di media sosial.

Menurut Almira, Wapres memahami bahwa generasi muda saat ini sangat dekat dengan dunia digital sehingga mudah menerima berbagai informasi secara cepat.

“Tidak termakan oleh isu-isu yang terus beredar yang saat ini kan mengenai kita sebagai Gen Z, remaja itu pasti tidak lepas dari digitalisasi seperti itu,” katanya.

Generasi Z atau Gen Z merupakan kelompok generasi yang lahir dan tumbuh di era internet dan media sosial sehingga aktivitas digital menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari mereka.

Pesan tersebut disampaikan di tengah derasnya perhatian publik terhadap polemik LCC Empat Pilar MPR RI yang viral di berbagai platform media sosial sejak akhir pekan lalu.

Polemik LCC 4 Pilar MPR Bermula dari Perbedaan Penilaian

Kontroversi dalam lomba tersebut bermula saat sesi rebutan pada babak final tingkat Provinsi Kalimantan Barat.

Dalam sesi itu, muncul pertanyaan mengenai lembaga yang harus dipertimbangkan DPR dalam memilih anggota BPK.

BPK sendiri merupakan singkatan dari Badan Pemeriksa Keuangan, yaitu lembaga negara yang bertugas memeriksa pengelolaan dan tanggung jawab keuangan negara.

Regu C dari SMAN 1 Pontianak menjadi tim pertama yang mendapat kesempatan menjawab pertanyaan.

Namun jawaban mereka justru dinyatakan salah oleh dewan juri sehingga tim tersebut mendapat pengurangan nilai lima poin.

Pertanyaan yang sama kemudian dialihkan kepada Regu B dari SMAN 1 Sambas.

Ketika Regu B memberikan jawaban yang dianggap serupa, jawaban tersebut justru dinilai benar dan mendapat tambahan nilai 10 poin.

Keputusan tersebut memicu protes dari peserta SMAN 1 Pontianak yang merasa telah memberikan jawaban sesuai dengan isi pertanyaan.

Sumber: Tribunnews
Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved