Berita Viral

INDONESIA Perkuat Pengawasan di Gerbang Selat Malaka, Kerahkan Drone Anka, Terbang 30 Jam Non Stop

Pemerintah Indonesia memperkuat pengawasan di jalur Selat Malaka, Selasa (12/5/2026). 

Tayang:
TRIBUN MEDAN
JAGA SELAT MALAKA - Drone ANKA buatan Turki yang diakuisisi TNI AU. (Instagram @turkishaerospace) 

Pesawat ini dilengkapi sensor elektro-optik, inframerah, serta radar synthetic aperture yang memungkinkannya memantau target permukaan di segala kondisi cuaca.

Lebih garang lagi, ANKA dapat dikonfigurasi dengan amunisi presisi seperti rudal keluarga MAM-L atau Cirit. 

Fleksibilitas ini memungkinkan drone bertransisi dari misi pengintaian murni menjadi peran serangan presisi terbatas jika kondisi eskalasi di lapangan membutuhkannya.

Lokasi Tanjungpinang juga mengeksploitasi kerentanan strategis China yang dikenal sebagai "Dilema Malaka."

Diperkirakan 75 hingga 80 persen impor minyak mentah Beijing melintasi Selat Malaka, sehingga pengawasan ketat Indonesia di titik ini memberikan dimensi baru dalam keseimbangan kekuatan regional.

Di Laut Natuna Utara, kehadiran ANKA akan menjadi "game changer." Drone ini memudahkan Indonesia mendokumentasikan pelanggaran wilayah oleh kapal-kapal asing tanpa harus segera mengerahkan kapal perang, yang sering kali justru memicu ketegangan diplomatik yang lebih besar.

Strategi ini selaras dengan diplomasi "keseimbangan dinamis" yang dianut Indonesia. Jakarta tetap teguh menegakkan kedaulatan atas Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) namun tetap menjaga fleksibilitas diplomatik untuk menghindari keterlibatan dalam aliansi militer formal yang anti-China.

Masih Ada Masalah

Meski demikian, tantangan operasional tetap ada, mulai dari pembangunan infrastruktur hanggar yang masih dalam tahap perencanaan hingga perawatan teknologi canggih di lingkungan maritim yang lembap. 

Indonesia harus memastikan integrasi sistem komando yang aman antara pangkalan darat dan unit di laut.

Secara keseluruhan, kemunculan "benteng drone" di Tanjungpinang ini menandai era baru pengawasan maritim di Indo-Pasifik. Indonesia membuktikan bahwa kekuatan menengah dapat memproyeksikan visibilitas strategis yang berkelanjutan tanpa harus menandingi jumlah armada besar milik negara-negara adidaya.

(*/tribun-medan.com)

Artikel sudah tayang di tribunnews.com

Sumber: Tribunnews
Halaman 3/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved