Berita Viral

INDONESIA Perkuat Pengawasan di Gerbang Selat Malaka, Kerahkan Drone Anka, Terbang 30 Jam Non Stop

Pemerintah Indonesia memperkuat pengawasan di jalur Selat Malaka, Selasa (12/5/2026). 

Tayang:
TRIBUN MEDAN
JAGA SELAT MALAKA - Drone ANKA buatan Turki yang diakuisisi TNI AU. (Instagram @turkishaerospace) 

TRIBUN-MEDAN.com - Pemerintah Indonesia memperkuat pengawasan di jalur Selat Malaka, Selasa (12/5/2026). 

Penguatan jalur Selat Malaka ini atas sebuah kemungkinan jalur-jalur kapal yang bakal banyak melintas.  

TNI membangun markas operasional khusus bagi pesawat tanpa awak (UAV) ANKA buatan Turki di Tanjungpinang, Kepulauan Riau

TNI juga mengerahkan drone jenis Medium-Altitude Long-Endurance (MALE) ini secara dramatis meningkatkan kapasitas Indonesia dalam memantau salah satu jalur pelayaran paling kritis di dunia. 

Jangkauan operasinya yang luas akan mencakup Selat Singapura hingga Laut Natuna Utara yang kini tengah memanas.

Signifikansi strategis ini semakin nyata setelah Kementerian Pertahanan mengirimkan delegasi survei yang dipimpin oleh Kolonel Kal M. Zainul Arif ke Lanudal Tanjungpinang pada 7 Mei 2026.

Tim tersebut melakukan asesmen mendalam terhadap kebutuhan infrastruktur, termasuk hanggar khusus ANKA, fasilitas pemeliharaan, hingga stasiun kendali darat.

Lewat sebuah unggahan di Instagram, Puspenerbal melaporkan pembangunan hanggar baru di Tanjungpinang untuk drone ANKA.

"Lanudal Tanjungpinang menerima kunjungan Tim Survey Kementerian Pertahanan RI dalam rangka pelaksanaan survei rencana pembangunan Hanggar Unmanned Combat Air Vehicle (UCAV) Medium Altitude Long Endurance (MALE) Light ANKA, Kamis (7/5/26)”, dikutip dari Instagram Puspenerbal (12/5/2026).

Baca juga: Dikenal Berprestasi, Inilah Sosok Ocha, Siswi SMAN 1 Pontianak yang Viral di LCC 4 Pilar MPR RI

Baca juga: Baru Hitungan Hari Umumkan Cerai Permanen, Pinkan Mambo dan Arya Khan Kini Rujuk Lagi

Dalam kunjungan tersebut, delegasi disambut hangat oleh jajaran petinggi TNI AL dan personel Wing Udara 1. 

Sinyal kuat ini menunjukkan bahwa Jakarta kini telah melampaui tahap pengadaan dan mulai bergerak menuju pembentukan postur kekuatan drone depan yang terintegrasi penuh dalam arsitektur keamanan maritim nasional.

Titik Pengintai

Dari kacamata geopolitik, posisi Tanjungpinang sangatlah vital karena menjadi "titik pengintai" yang menghadap langsung ke jalur masuk Selat Malaka dan Laut Natuna Utara. Wilayah-wilayah ini merupakan titik temu persaingan strategis antara kekuatan besar di Indo-Pasifik yang kian hari kian intensif.

Investasi besar Indonesia pada sistem pengawasan tanpa awak mencerminkan rekalibrasi postur kekuatan regional. 

Situs Defense Security Asia melaporkan, Negara-negara ASEAN kini cenderung mencari kemampuan pemantauan maritim berbiaya lebih rendah namun memiliki presisi tinggi tanpa harus memicu eskalasi militer secara terbuka.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved