Berita Viral

3 Sosok Kontroversial Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar, Sindy, Indri dan Dyastasita Buat Publik Geram

Tiga sosok kontroversial tersebut ada Shindy Luthfiana, Indri Wahyuni dan Dyastasita Widya Budi yang buat publik geram.

Tayang: | Diperbarui:
Tribun Medan Kolase
3 SOSOK VIRAL - 3 Sosok Kontroversial Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar, Sindy, Indri dan Dyastasita Buat Publik Geram 

TRIBUN-MEDAN.COM - Simak tiga sosok kontroversial polemik Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI 2026 tingkat Provinsi Kalimantan Barat yang digelar Sabtu (9/5/2026).

Baru-baru ini ramai diperbincangkan publik kontroversi mencuat setelah sejumlah pihak menyoroti materi dan mekanisme lomba yang dinilai memicu perdebatan di kalangan peserta maupun masyarakat.

Tiga sosok kontroversial tersebut ada Shindy Luthfiana, Indri Wahyuni dan Dyastasita Widya Budi yang buat publik geram.

Dari video yang viral di media sosial, peristiwa yang bikin geram warganet tersebut berawal dari sesi tanya jawab saat acara.

Baca juga: Dua Korban Luka Lakalantas Maut Bus Halmahera di Tol Sergai Berencana Ikut Tes Koperasi Merah Putih

Pembawa acara menanyakan seputar mekanisme pemilihan anggota Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

"Pimpinan BPK dipilih dari dan oleh anggota. Namun untuk menjadi anggota BPK, keterkaitan dengan perwakilan daerah tetap dijaga. DPR dalam memilih anggota BPK diwajibkan untuk memperhatikan pertimbangan dari lembaga mana?" tanya juri.

Saat itu, Regu C yang mewakili SMA Negeri 1 Pontianak menekan bel lebih dulu dan menjawab.

"Anggota Badan Pemeriksa Keuangan dipilih oleh Dewan Perwakilan Rakyat dengan memperhatikan pertimbangan Dewan Perwakilan Daerah dan diresmikan oleh Presiden," kata peserta wanita dari Regu C. 

Merespon jawaban tersebut, Dyastasita Widya Budi yang saat ini menjabat sebagai Kepala Biro Pengkajian Konstitusi Setjen MPR RI itu lantas memberikan skor minus lima.

Baca juga: Nadiem Resmi Dapat Status Tahanan Rumah, Berikut Alasan Hakim

Alasannya, karena jawaban Regu C salah.

Kemudian, Regu B dari SMA Negeri 1 Sambas mengambil alih jawaban. 

"Anggota Badan Pemeriksa Keuangan dipilih oleh Dewan Perwakilan Rakyat dengan memperhatikan pertimbangan Dewan Perwakilan Daerah dan diresmikan oleh Presiden," kata perwakilan Regu B.

Anehnya, Regu B malah dapat skor 10.

Padahal jawabannya sama dengan Regu C.

"Iya, inti jawabannya sudah benar. Nilai 10," kata Dyastasita.

Karena merasa terjadi kekeliruan, Regu C protes. 

Mereka merasa jawabannya sama dengan yang disampaikan oleh Regu B.

Namun, Dyastasita mengelak.

"Tadi disebutkan regu C ya, itu pertimbangan dari DPD-nya tidak ada. DPR tadi. Jadi Dewan Juri tadi berpendapat nggak ada itu Dewan Perwakilan Daerah," kata Dyastasita.

Baca juga: Kronologi Pemain Persib Diserang Oknum Suporter di Bandara, Beckham-Kakang Tak Tahan Mau Melawan

Situasi pun makin panas ketika Kepala Bagian Sekretariat Badan Sosialisasi MPR Indri Wahyuni ikut menyudutkan Regu C. 

"Begini ya, kan sudah diperingatkan dari awal ya, artikulasi itu penting ya. Jadi biasakan menjawab itu dengan artikulasi yang jelas. Kalau menurut kalian sudah, tapi Dewan Juri menilai kalian tidak karena tidak mendengar artikulasi kalian dengan jelas, ya itu artinya Dewan Juri berhak memberikan nilai -5. Jadi sekali lagi kami peringatkan artikulasi diperhatikan ya," tegas Indri Wahyuni.

Shindy Luthfiana, yang bertindak sebagai pembawa acara dianggap ikut memojokkan peserta yang mendapat perlakuan tidak adil.

Ia justru meminta agar peserta melihat tayangan ulang di akhir acara.

1. Sosok Shindy Luthfiana

VIRAL CERDAS CERMAT MPR: Master of ceremony (MC) lomba cerdas cermat MPR RI kena mental usai viral. Di sisi lain, penonton membongkar kisah di balik layar lomba.
VIRAL CERDAS CERMAT MPR: Master of ceremony (MC) lomba cerdas cermat MPR RI kena mental usai viral. Di sisi lain, penonton membongkar kisah di balik layar lomba. (Tangkapan layar)

Shindy Luthfiana adalah seorang pembawa acara (MC).

Belum ada informasi resmi data diri pribadi Shindy.

Namun, dari beberapa foto yang beredar, ia sudah sering dipercaya menjadi pemandu acara.

Bukan cuma acara pemerintahan, tapi juga swasta.

Shindy Luthfiana sempat memiliki akun media sosial Instagram.

Akun medsos tersebut yakni @shindy_lutfiana.mc, dan @shindy_mc_wedding.

Namun, sejak kasus cerdas cermat ini mencuat, kedua akun tersebut raib.

Netizen menduga bahwa Shindy Luthfiana telah 'kena mental' lantaran langsung ikut diserang warganet.

Tribun-medan.com sempat menelusuri jejak digital Shindy Luthfiana.

Namun yang tersisa hanyalah Facebook miliknya.

Di laman LinkedIn, ada nama serupa.

Namun belum dapat dipastikan apakah itu orang yang sama atau bukan.

Disebutkan di laman LinkedIn tersebut, Shindy Luthfiana yang sempat memiliki halaman itu pernah berkuliah di Universitas Muhammadiyah Tangerang.

2. Sosok Indri Wahyuni

VIRAL- Indri Wahyuni, Kepala Bagian Sekretariat Badan Sosialisasi MPR RI yang menjadi juri cerdas cermat viral di media sosial. Ia dirujak oleh warganet.
VIRAL- Indri Wahyuni, Kepala Bagian Sekretariat Badan Sosialisasi MPR RI yang menjadi juri cerdas cermat viral di media sosial. Ia dirujak oleh warganet. (X/Twitter)

Indri Wahyuni merupakan Kepala Bagian Sekretariat Badan Sosialisasi MPR RI.

Ia dikenal sebagai pejabat karier yang telah lama mengabdi di lingkungan Sekretariat Jenderal MPR RI.

Indri Wahyuni memiliki latar belakang pendidikan di bidang pemerintahan dan administrasi yang menjadi bekal penting dalam menjalankan tugas birokrasi serta kegiatan sosialisasi kebangsaan.

Dengan gelar Sarjana Ilmu Pemerintahan (S.I.P.) dan Magister Administrasi (M.A.), Indri dipercaya memegang jabatan strategis yang berkaitan langsung dengan penyebaran nilai-nilai 4 Pilar Kebangsaan kepada masyarakat luas.

Sebagai pejabat administrator setingkat Eselon III.a atau Golongan IV, Indri Wahyuni bertugas di Kantor Sekretariat Jenderal MPR RI di Jakarta Pusat.

Meski aktif di lembaga negara, kehidupan pribadinya jarang terekspos ke publik karena dikenal cukup menjaga privasi di luar aktivitas kedinasan.

Perjalanan Karier Indri Wahyuni di MPR RI
Karier Indri Wahyuni dibangun dari jalur Pegawai Negeri Sipil sejak awal tahun 2000-an.

Ia memulai tugas sebagai staf administrasi dan perencanaan sebelum perlahan mendapatkan kepercayaan menangani bidang yang berhubungan langsung dengan masyarakat.

Ketelitian, kemampuan komunikasi, dan pemahamannya terhadap materi kebangsaan membuat kariernya terus berkembang hingga dipercaya masuk dalam Badan Sosialisasi MPR RI.

Dalam perjalanannya, Indri juga melanjutkan pendidikan magister untuk memperkuat wawasan di bidang kebijakan publik dan manajemen organisasi.

Pengalaman tersebut membuatnya semakin sering terlibat dalam penyusunan materi sosialisasi, pengelolaan acara kenegaraan, hingga kegiatan edukasi kebangsaan di berbagai daerah di Indonesia.

Harta Kekayaan

Berdasarkan laporan resmi LHKPN periode 2025 (disampaikan 27 Maret 2026), kekayaan bersihnya tercatat Rp3.986.628.752, terdiri dari tanah/bangunan, harta bergerak, dan kas, tanpa ada catatan utang.

Angka ini menempatkannya sebagai pejabat dengan kekayaan cukup signifikan di lingkungan Setjen MPR RI.

Berikut adalah rincian harta kekayaan Indri Wahyuni.

II. DATA HARTA 

A. TANAH DAN BANGUNAN Rp. 4.350.000.000

1. Tanah dan Bangunan Seluas 252 m2/252 m2 di KAB / KOTA KOTA PALEMBANG , Rp. 3.500.000.000

2. Tanah dan Bangunan Seluas 436 m2/436 m2 di KAB / KOTA KOTA PALEMBANG , Rp. 850.000.000

B. ALAT TRANSPORTASI DAN MESIN Rp.---

C. HARTA BERGERAK LAINNYA Rp. 525.000.000

D. SURAT BERHARGA Rp.---

E. KAS DAN SETARA KAS Rp. 110.000.000

F. HARTA LAINNYA Rp.---

Sub Total Rp. 4.985.000.000

III.HUTANG Rp. 998.371.248

IV. TOTAL HARTA KEKAYAAN (II-III) Rp. 3.986.628.752

3. Sosok Dyastasita Widya Budi

SASARAN NETIZEN- Dyastasita Widya Budi, atau Dyastasita WB, pejabat di Sekretariat Jenderal MPR RI jadi sasaran amukan warganet karena dianggap tidak adil saat menjadi juri LCC 4 Pilar di Kalimantan Barat.
SASARAN NETIZEN- Dyastasita Widya Budi, atau Dyastasita WB, pejabat di Sekretariat Jenderal MPR RI jadi sasaran amukan warganet karena dianggap tidak adil saat menjadi juri LCC 4 Pilar di Kalimantan Barat. (X @Opposisi6890)

Dyastasita Widya Budi, atau Dyastasita WB merupakan Kepala Biro Pengkajian Konstitusi Setjen MPR RI.

Ia memiliki gelar Sarjana Sosial (S.Sos) dan pangkat Pembina Utama IV/e.

Berdasarkan informasi, Dyastasita ipernah menjadi mahasiswa S2 atau Magister Ilmu Administrasi Negara di STIA Lembaga Administrasi Negara Jakarta pada Januari 2012.

Namun, tak lama dia mengajukan pengunduran diri pada semester genap tahun 2012/2013. 

Selama di MPR RI, Dyastasita WB ikut aktif di berbagai agenda nasional terkait pemasyarakatan Empat Pilar MPR RI (Pancasila, UUD NRI 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika) di seluruh Indonesia.

Harta Kekayaan
Berdasarkan LHKPN periode 2025 yang dilaporkan pada Maret 2026, total kekayaannya mencapai Rp 581 juta setelah dikurangi utang, dengan aset utama berupa tanah dan bangunan di Jakarta senilai Rp 697 juta.

Berikut ini adalah rincian harta kekayaan Dyastasita Widya Budi.

II. DATA HARTA 

A. TANAH DAN BANGUNAN Rp. 697.120.000

1. Tanah dan Bangunan Seluas 96 m2/96 m2 di KAB / KOTA KOTA JAKARTA PUSAT , HASIL SENDIRI Rp. 251.136.000

2. Tanah dan Bangunan Seluas 40 m2/40 m2 di KAB / KOTA KOTA JAKARTA SELATAN , HASIL SENDIRI Rp. 80.440.000

3. Tanah dan Bangunan Seluas 209 m2/58 m2 di KAB / KOTA KOTA JAKARTA PUSAT , HASIL SENDIRI Rp. 365.544.000

B. ALAT TRANSPORTASI DAN MESIN Rp.---

C. HARTA BERGERAK LAINNYA Rp.---

D. SURAT BERHARGA Rp.---

E. KAS DAN SETARA KAS Rp. 1.675.031

F. HARTA LAINNYA Rp.---

Sub Total Rp. 698.795.031

III.HUTANG Rp. 117.574.091

IV. TOTAL HARTA KEKAYAAN (II-III) Rp. 581.220.940

(*/tribun-medan.com)

Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News

Ikuti juga informasi lainnya di FacebookInstagram dan Twitter dan WA Channel

Berita viral lainnya di Tribun Medan 

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved