Berita Viral

Pondok Pesantren di Mesuji Lampung Dibakar Massa, Dipicu Dugaan Santriwati jadi Korban Asusila

Pondok Pesantren (Ponpes) Nurul Jadid di Kabupaten Mesuji, Provinsi Lampung, dibakar massa. 

Tayang:
Editor: Juang Naibaho
Tribunnews.com
Ilustrasi kebakaran. Pondok Pesantren (Ponpes) Nurul Jadid di Kabupaten Mesuji, Provinsi Lampung, dibakar massa pada Jumat (8/5/2026) malam ini, dipicu dugaan pencabulan oleh pimpinan ponpes berinisial MFS. 

TRIBUN-MEDAN.com - Pondok Pesantren (Ponpes) Nurul Jadid di Kabupaten Mesuji, Provinsi Lampung, dibakar massa. 

Pembakaran pesantren pada Jumat (8/5/2026) malam ini, dipicu dugaan pencabulan oleh pimpinan ponpes berinisial MFS hingga memicu kemarahan warga.

Dalam video yang beredar di media sosial, api membakar seluruh bangunan pondok pesantren yang berada di Desa Tanjung Mas Jaya, Kecamatan Mesuji Timur, Kabupaten Mesuji.

Pihak kepolisian terus memantau perkembangan situasi pasca pembakaran Pondok Pesantren Nurul Jadid.

Kabid Humas Polda Lampung Kombes Yuni Iswandari Yuyun memastikan, usai aksi pembakaran situasi mulai kondusif. 

“Terkait pasca pembakaran di wilayah Mesuji, Alhamdulillah situasinya masih kondusif. Polisi mengimbau kepada masyarakat untuk mempercayakan semuanya kepada aparat kepolisian dalam penanganan pembakaran tersebut,” kata Yuni saat diwawancarai Tribun Lampung, Senin (11/5/2026).

Polisi juga memastikan tidak ada korban jiwa dalam insiden itu.

Satu orang berinisial A telah diamankan terkait aksi pembakaran Pondok Pesantren.

“Betul ada satu orang yang diamankan. Barang bukti yang ditemukan di antaranya kendaraan roda dua,” ujar Yuni.

Meski demikian, polisi masih mendalami keterlibatan pihak lain dalam aksi anarkis tersebut.

Pemicu Pembakaran

Kapolres Mesuji AKBP M Firdaus menjelaskan, kemarahan warga bermula dari dugaan tindak pidana pencabulan yang disebut melibatkan pimpinan ponpes berinisial MFS terhadap santriwati.

Kasus itu sebenarnya disebut sudah lama menjadi polemik di tengah masyarakat. 

“Adanya surat kesepakatan musyawarah antara warga setempat dengan pimpinan pondok pesantren yang mana salah satu isi surat kesepakatannya pimpinan pondok pesantren MFS meninggalkan pondok pesantren,” kata Firdaus.

Namun warga kembali emosi setelah mengetahui MFS kembali datang ke pondok pesantren untuk menemui cucunya.

Warga lalu berkumpul usai salat Jumat dan mendatangi ponpes untuk menyampaikan aspirasi agar MFS segera meninggalkan lokasi.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved