Berita Viral
Belasan Bayi Dievakuasi dari Penitipan tak Berizin, Mayoritas Anak di Luar Nikah, Bayar Rp50 Ribu
Adapun motif orangtua menitipkan bayi ke bidan dengan alasan kesibukan bekerja, masih mahasiswa dan status belum menikah.
Sejauh ini, polisi telah mengklarifikasi 11 orang saksi, termasuk bidan ORP, pengasuh berinisial K (ibu dari bidan), S (ayah dari bidan), satu orang pembantu, serta enam orang ibu kandung dari bayi-bayi tersebut.
Para orangtua bayi diketahui berasal dari berbagai latar belakang, mulai dari mahasiswa hingga pekerja.
Tiga Bayi Dirawat Intensif
Dari total 11 bayi yang dievakuasi petugas gabungan dari sebuah rumah penitipan di Hargobinangun, Pakem, Kabupaten Sleman, tiga di antaranya harus menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sleman karena kondisi medis yang cukup serius.
Direktur Utama RSUD Sleman, dr. Wisnu Murti Yani, mengatakan ketiga bayi tersebut diserahkan oleh petugas dari Dinas Sosial dan Dinas Kesehatan Sleman pada Jumat (8/5/2026) sore.
Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, sakit yang diderita ketiga bayi tersebut bukan semata-mata akibat perlakuan selama di tempat penitipan, melainkan penyakit yang kemungkinan sudah dibawa sejak lahir.
"Ada tiga yang dirawat dan ditangani RSUD Sleman. Memang bukan karena perlakuan itu (di tempat penitipan), tapi kondisi itu menambah keparahan sakitnya. Ketiga bayi ini di tubuhnya sudah mempunyai sakit yang kemungkinan dibawa sejak lahir," ujar Wisnu, Senin (11/5/2026).
Baca juga: RESPONS Purbaya Terkait Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Disebut Dalam Kasus Suap, Apakah Dibersihkan?
Ketiga bayi tersebut dirawat di ruang perawatan sesuai dengan gejala medis yang diderita.
Seluruh biaya perawatan ketiga bayi tersebut ditanggung oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman.
Kepala Bidang Pelayanan Medis dan Pengembangan Mutu RSUD Sleman, dr Veronika Evita Setianingrum, menambahkan ketiga bayi yang dirawat mempunyai rentang usia berbeda.
Yakni 1 bayi berusia satu bulan dan dua lainnya balita.
Saat ini, ketiganya ditempatkan di ruang perawatan yang berbeda sesuai dengan usia dan jenis penyakitnya.
"Satu pasien masih bayi berusia satu bulan. Kondisinya kuning, saat ini kami masih mencari penyebab pastinya, apakah karena kurang nutrisi atau ada kelainan hati," jelas Evita.
Sementara itu, dua pasien lainnya yang sudah masuk kategori balita dirawat di Ruang Melati.
Satu balita terdiagnosa mengalami kelainan jantung bawaan, sementara satu lainnya menderita hernia.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/ilustrasi-bayi-ditelantarkan.jpg)