Kasus Korupsi

Ultimatum KPK pada Crazy Rich Heri Black Mangkir tanpa Alasan Jelas, Kasus Suap Importasi Bea Cukai

KPK mengingatkan pengusaha asal Semarang Heri Setiyono alias Heri Black untuk bersikap kooperatif

Tayang: | Diperbarui:
Editor: Salomo Tarigan
Kompas.com
JUBIR KPK -Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo 

Dedi bahkan sempat berlari menghindari kejaran awak media seusai menjalani pemeriksaan.

Di samping menegaskan pentingnya kehadiran para saksi untuk mengurai benang kusut rasuah kepabeanan, KPK juga mewanti-wanti masyarakat agar tidak teperdaya oleh oknum-oknum mafia kasus yang memanfaatkan momentum penyidikan ini.

"Dalam perkara Bea Cukai ini, kami kembali mengimbau kepada masyarakat untuk terus waspada dan hati-hati jika ada oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab mengaku bisa mengurus, mengatur suatu perkara di KPK. Kami pastikan bahwa seluruh proses penyidikan berjalan secara profesional dan terbuka," ungkap Budi mengingatkan.

Sebagai informasi, pemanggilan rentetan saksi ini merupakan langkah strategis KPK dalam membongkar skandal mafia impor yang melibatkan PT Blueray Cargo. 

Berdasarkan fakta persidangan, tiga petinggi PT Blueray Cargo, yakni John Field, Dedy Kurniawan, dan Andri, didakwa telah menyuap sejumlah oknum pejabat Bea Cukai dengan total aliran dana mencapai Rp 63,1 miliar.

Uang pelicin miliaran rupiah tersebut diduga kuat merupakan jatah agar pihak Bea Cukai mengondisikan parameter pengawasan rule set di jalur merah. 

Imbasnya, barang-barang impor milik PT Blueray yang diduga ilegal atau bermasalah dapat dengan mudah masuk ke wilayah Indonesia tanpa harus melewati prosedur pemeriksaan fisik yang ketat.

Kasus suap yang merugikan sektor penerimaan negara ini telah menyeret deretan petinggi DJBC ke balik jeruji besi sebagai tersangka. 

Mereka di antaranya adalah Direktur Penindakan dan Penyidikan (P2) DJBC periode 2024-2026 Rizal, Kasubdit Intelijen P2 DJBC Sisprian Subiaksono, Kepala Seksi Intelijen Kepabeanan I DJBC Orlando Hamonangan Sianipar, hingga Kepala Seksi Intelijen Cukai P2 DJBC Budiman Bayu Prasojo.

Baca juga: Daftar Nama 10 Kapolda Lulusan Akpol 1994, Ada Irjen Teddy Benhard Sianipar dan Kapolda Sumut

Baca juga: Daftar Nama 11 Kosmetik Berbahaya Mengandung Merkuri, Pemicu Kanker, Dilarang Beredar oleh BPOM

(*/Tribun-medan.com)

 Sumber: tribunnews.com

Baca juga: SOSOK Serda Sidik, Prajurit TNI AL Tewas Ditabrak WNA China, Baru Rayakan Ulang Tahun ke 22

Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News

Ikuti juga informasi lainnya di FacebookInstagram dan Twitter dan WA Channel

Berita viral lainnya di Tribun Medan 

 

Sumber: Tribun Medan
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved