Berita Viral

ALASAN Lukas Luwarso Minta Seskab Teddy Mundur usai Video Amien Rais Ramai, Anggap Cara yang Tepat

hal yang bisa dilakukan Teddy untuk menanggapi kasus ini adalah dengan mengundurkan diri dari jabatannya.

Tayang:
Tribunnews.com
SESKAB TEDDY - Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya di Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa, (7/4/2026) saat diwawancarai awak media. 

TRIBUN-MEDAN.com - Lukas Luwarso yang merupakan jurnalis senior mengatakan bahwa Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya, harus mengundurkan diri setelah video Ketua Majelis Syura Partai Ummat, Amien Rais yang membahas dirinya ramai.

Adapun, video Amien Rais itu berjudul 'Jauhkan Istana dari Skandal Moral' yang di dalamnya berisi tudingan hubungan tidak lazim antara Presiden Prabowo Subianto dengan Teddy Indra Wijaya.

Amien Rais menyampaikan bahwa Teddy Indra Wijaya yang menjabat sebagai Seskab tersebut kerap bertindak melampaui jabatannya.

Tudingan Amien Rais kemudian menjadi viral hingga ditanggapi oleh Kepala Staf Kepresidenan Dudung Abdurachman dengan menyebut pernyataan Amien Rais itu sebagai fitnah dan provokasi.

Baca juga: Trump Menolak Proposal Damai Iran yang Minta Ganti Rugi Rp 4.000 Triliun, Timur Tengah Panas Lagi

Sejauh ini, belum ada pernyataan resmi dari Teddy sendiri terkait polemik ini.

Namun, menurut Lukas, hal yang bisa dilakukan Teddy untuk menanggapi kasus ini adalah dengan mengundurkan diri dari jabatannya.

"Jadi mungkin memang menyangkut yang harus merespon memang Teddy. Kalau dalam struktur pemerintahan yang demokratis, dengan isu yang begini kontroversial, Teddy harus mengundurkan diri, itu satu-satunya cara yang benar menurut saya," ucapnya, dikutip dari YouTube Abraham Samad SPEAK UP, Senin (11/5/2026).

"Karena dia kan menjadi sasaran tembak. Kalau dia sayang, benar-benar sayang dengan Presiden Prabowo atau sebaliknya juga, Presiden Prabowo benar sayang, jangan sampai relasi personal mereka itu menjadi sasaran tembak untuk stabilitas politik pemerintahan Prabowo," tambah Lukas.

Baca juga: Ketua KPK Blak-blakan Ngurus Koruptor Banyak Makan Biaya, Uang Negara Terkuras Beri Makan-Baju

Lukas mengatakan, isu ini akan terus muncul terus-menerus, terutama saat ini masyarakat sedang sensitif terhadap ekonomi dan politik negara.

"Kasus-kasus, skandal-skandal kecil itu akan terus bermunculan karena memang isu ini isu yang sangat sensitif ketika masyarakat sedang dalam situasi kesulitan ekonomi dan secara politik juga, karena kan setiap hari dicekoki oleh gambar-gambar visual, pidato pejabat yang hampir sering ngawur banget gitu loh," paparnya.

Lukas juga mengaku heran dengan pemerintahan Presiden Prabowo saat ini karena terkesan tidak terkontrol.

"Saya sendiri enggak agak heran ya, kok bisa secepat ini ya pemerintahan Presiden Prabowo itu terjerembap menjadi pemerintahan yang sepertinya out of control, tidak bisa mengontrol bagaimana menjadi Pemerintahan yang benar," tegasnya.

Baca juga: Merasa Tertipu, Pemodal SPPG di Asahan Bongkar Bangunan Dapur MBG

Video Amien Rais Dihapus Komdigi

Sementara itu, Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) melakukan takedown terhadap video Amien Rais yang membahas soal Teddy tersebut.

Dirjen Komunikasi Publik dan Media Kemkomdigi, Fifi Aleyda Yahya, menyatakan informasi yang tidak berbasis fakta tidak bisa dianggap sebagai bagian dari kebebasan berpendapat.

Maka dari itu, Komdigi memutuskan untuk menurunkan atau takedown video tersebut karena mereka menilai video Amien Rais itu merupakan ujaran kebencian dan fitnah. 

Fifi juga menjelaskan bahwa langkah takedown video Amien Rais yang viral merupakan bagian dari tugas institusinya karena kebebasan berpendapat memiliki batas.

Fifi sebelumnya menjelaskan bahwa langkah takedown video Amien Rais yang viral merupakan bagian dari tugas institusinya karena kebebasan berpendapat memiliki batas.

Dia mengatakan bahwa kritik tetap diperbolehkan selama tidak menyesatkan. Namun, tindakan akan diambil jika konten dinilai berpotensi merugikan publik. 

Terkait proses penindakan, Komdigi memastikan setiap konten melalui tahapan verifikasi.

Fifi menambahkan, tindakan takedown tersebut dilakukan untuk memastikan ekosistem digital tetap terjaga.

"Tugas dari Komdigi adalah menjaga agar ruang digital ini aman, sehat begitu ya. Dan isi video yang disebarkan oleh (Amien Rais) itu hoaks, kemudian fitnah, dan mengandung ujaran kebencian," katanya dalam program Satu Meja The Forum Kompas TV, Rabu (6/5/2026).

"Jadi, sudah tugas dari Komdigi untuk melakukan takedown dan memastikan ruang digital ini tetap aman," tambahnya.

Komdigi juga meluruskan bahwa fokus utama mereka dalam hal ini adalah pada konten yang beredar dan potensi pelanggarannya, bukan bentuk serangan terhadap pihak tertentu.

Selain itu, Fifi menegaskan bahwa Kementerian Komdigi, baik menteri maupun para dirjen, tidak pernah mengeluarkan pernyataan akan menggunakan jalur hukum terkait video pernyataan Amien Rais.

"Kami tidak pernah menyebut melalui pernyataan menteri maupun siapa pun yang mewakili Komdigi bahwa akan membawa ke ranah hukum, karena tugas kami adalah mengelola ruang digital," ucap Fifi.

"Jadi, upaya-upaya yang kami lakukan itu dalam rangka tugas yang sudah diamanatkan oleh undang-undang, yaitu menjaga ranah digital. Kami adalah pengelola ruang digital bukan aparat penegak hukum," tegasnya.

(Tribun-Medan.com)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com

Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News

Ikuti juga informasi lainnya di FacebookInstagram dan Twitter dan WA Channel

Berita viral lainnya di Tribun Medan

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved