Berita Viral
Fakta-fakta Pencuri Mangga Tewas setelah Dipergoki Warga, Polisi Sebut Pelaku Terjatuh dari Pohon
Usai tepergok mencuri mangga, seorang warga berusia 35 tahun bernama Ri tewas. Hal ini memancing kemarahan keluarganya.
Karena bantuan medis tak kunjung tiba, korban dibawa menggunakan mobil pribadi warga ke RS Amalia.
“Warga juga yang bawa ke rumah sakit akhirnya, menggunakan mobil warga,” kata Markus.
Ri sempat mendapat perawatan intensif karena mengalami luka serius di kepala, namun meninggal dunia pada Rabu (6/5/2026).
Keluarga Pelaku Geruduk Rumah Korban
Berita kematian Ri menyebabkan kemarahan keluarga dan warga Kelurahan Berbas Pantai.
Informasi yang beredar menyebut korban menjadi sasaran pengeroyokan. Setelah pemakaman, massa mendatangi lokasi kejadian.
Pohon mangga di tempat itu bahkan ditebang oleh warga yang marah. Seorang warga sekitar juga dilaporkan menjadi korban penganiayaan massa dalam kericuhan tersebut, dan peristiwa itu terekam kamera CCTV.
Ipda Markus menjelaskan bahwa informasi yang diterima keluarga korban berbeda dengan temuan di lapangan.
“Keterangan yang disampaikan kepada keluarga berbeda dengan yang kami dapat dari saksi di lapangan. Saksi tidak melihat adanya pengeroyokan,” ujarnya.
Polisi Terima 2 Laporan
Polisi kini masih menyelidiki dua laporan yang masuk, yaitu kasus kematian Ri dan dugaan penganiayaan terhadap warga pasca-kejadian.
Penyidik telah memeriksa saksi, melakukan olah tempat kejadian perkara, serta mengumpulkan hasil pemeriksaan medis termasuk CT Scan.
Markus menambahkan bahwa hasil rekonstruksi sementara tidak menemukan bukti penganiayaan terhadap korban seperti yang beredar di masyarakat.
Polres Bontang melakukan rekonstruksi kasus pada Sabtu (9/5/2026) di Gang Bersama 7 RT 32, Kelurahan Api-Api.
Rekonstruksi tersebut melibatkan 40 adegan dan menghadirkan beberapa saksi, termasuk MR yang mendampingi korban saat peristiwa terjadi.
“Sempat terjadi keributan, karena keluarga menduga pelaku yang juga korban dipukuli. Tapi itu tidak terbukti dari proses pendalaman (rekonstruksi ulang) yang dilakukan kemarin,” ujarnya.
“Semua masih dalam proses penyelidikan. Nanti perkembangan lebih lanjut akan kami sampaikan,” pungkas Markus.
Artikel sudah tayang di Kompas.com
(*/ Tribun-medan.com)
Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News
Ikuti juga informasi lainnya di Facebook, Instagram dan Twitter dan WA Channel
Berita viral lainnya di Tribun Medan
| Profil Singkat Dandhy Dwi Laksono, Orang di Balik Layar Film Dokumenter Pesta Babi |
|
|---|
| Film Pesta Babi Tidak Ada di LK21, Ini Cara Akses untuk Bisa Nonton |
|
|---|
| Habis Rp 150 Juta, Biaya Kiai Ashari Selama Jadi Pelarian Kasus Pencabulan Santriwati di Pati |
|
|---|
| Sepupu Ungkap Chat Terakhir Brigadir Arya, Polisi yang Tewas Ditembak Pencuri di Lampung |
|
|---|
| Tanggapan Anggota DPR Pembubaran Nobar Film Pesta Babi di Ternate, Sebelumnya di Kampus Unram |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/ilustrasi-mayat.jpg)