Breaking News

Berita Viral

Tanggapan Anggota DPR Pembubaran Nobar Film Pesta Babi di Ternate, Sebelumnya di Kampus Unram

Aparat Kodim 1501/Ternate membubarkan acara kegiatan nonton bareng film dokumenter “Pesta Babi”.

Tayang:
Editor: Salomo Tarigan
TRIBUN MEDAN/FITRI RACHMAWATI
NOBAR DIBUBARKAN: Mahasiswa mempertanyakan pihak Rektorat Universitas Mataram membubarkan nonton bareng (nobar) film dokumenter Pesta Babi, Kamis malam (7/5/2026) di Kampus Unram. Pembubaran acara nobar  “Pesta Babi” juga terjadi di Ternate oleh aparat pada Jumat (8/5/2026) lalu 

TRIBUN-MEDAN.com - Aparat Kodim 1501/Ternate membubarkan acara kegiatan nonton bareng film dokumenter “Pesta Babi”.

Pembubaran acara nobar  “Pesta Babi” di Ternate oleh aparat pada Jumat (8/5/2026) lalu

Pembubaran tersebut memicu reaksi publik termasuk dari DPR.

Anggot DPR yang juga Wakil Ketua Komisi I DPR RI Dave Laksono,  perlu menjadi bahan evaluasi bersama agar tidak menimbulkan polemik berkepanjangan di tengah masyarakat.

Dave menyatakan Komisi I DPR RI menghormati penjelasan yang telah disampaikan pihak Kodim terkait alasan menjaga kondusivitas wilayah serta mencegah potensi gesekan sosial. 

Namun, Dave menilai, kejadian tersebut tetap memerlukan perhatian serius agar ke depan terdapat kejelasan mekanisme dan batas kewenangan aparat dalam menyikapi kegiatan masyarakat sipil.

FILM DOKUMENTER- Dandhy Laksono bersama Cypri Jehan Paju Dale (antropolog & peneliti budaya Papua) baru saja merilis film dokumenter Pesta Babi. Film ini menggambarkan kolonialisme di era kekinian yang berdampak pada kehidupan masyarakat suku Papua Selatan.
FILM DOKUMENTER- Dandhy Laksono bersama Cypri Jehan Paju Dale (antropolog & peneliti budaya Papua) baru saja merilis film dokumenter Pesta Babi. Film ini menggambarkan kolonialisme di era kekinian yang berdampak pada kehidupan masyarakat suku Papua Selatan. (X/Dandhy Laksono)

“Komisi I DPR RI menghormati penjelasan yang telah disampaikan pihak Kodim terkait pertimbangan menjaga kondusivitas wilayah dan mencegah potensi gesekan sosial," kata Dave saat dihubungi Minggu (10/5/2026).

"Namun demikian, kejadian ini tetap perlu menjadi bahan evaluasi bersama agar ke depan terdapat kejelasan mekanisme, batas kewenangan, serta pola komunikasi antara aparat keamanan dan masyarakat sipil dalam menyikapi kegiatan-kegiatan publik,” imbuhnya.

Dave menegaskan demokrasi yang sehat seharusnya dibangun melalui ruang dialog yang terbuka serta penghormatan terhadap penyampaian aspirasi masyarakat secara damai dan bertanggung jawab.

“Kami berpandangan bahwa demokrasi yang sehat justru dibangun melalui ruang dialog yang terbuka, kedewasaan dalam menyampaikan aspirasi, dan profesionalisme seluruh institusi negara dalam menjalankan tugasnya,” ucapnya.

PEMBUBARAN NOBAR - Kegiatan nobar dan diskusi film dokumenter Pesta Babi di Benteng Oranje dibubarkan aparat TNI pada Jumat malam. AJI Ternate dan SIEJ Maluku Utara menilai tindakan tersebut sebagai bentuk intimidasi terhadap kebebasan berekspresi dan ruang demokrasi sipil, Jumat (8/5/2026).
PEMBUBARAN NOBAR - Kegiatan nobar dan diskusi film dokumenter Pesta Babi di Benteng Oranje dibubarkan aparat TNI pada Jumat malam. AJI Ternate dan SIEJ Maluku Utara menilai tindakan tersebut sebagai bentuk intimidasi terhadap kebebasan berekspresi dan ruang demokrasi sipil, Jumat (8/5/2026). (Istimewa)

Dave juga menekankan pentingnya seluruh pihak mengedepankan pendekatan konstitusional, dan komunikasi yang baik agar stabilitas keamanan tetap terjaga tanpa mengurangi ruang kebebasan sipil yang dijamin dalam sistem demokrasi Indonesia.

Film dokumenter “Pesta Babi” karya antropolog sosial dan peneliti Cyprianus Jehan Paju Dale dan jurnalis Dandhy Dwi Laksono menuai pro dan kontra di publik.

Terkini, kegiatan nonton bareng (nobar) film yang digelar Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Ternate dan Society Of Indonesian Environmental Journalists (SIEJ) di kawasan Benteng Oranje, Kota Ternate, Maluku Utara dibubarkan pihak Kodim 1501/Ternate pada Jumat (8/5/2026) malam lalu.

Pembubaran di Kampus Unram

Sebelumnya di Universitas Mataram (Unram), ratusan mahasiswa dibubarkan pihak kampus saat menggelar nonton bareng (nobar) film dokumenter “Pesta Babi” tersebut pada Kamis (7/5/2026) malam.

Pembubaran terjadi ketika mahasiswa memasang layar putih di halaman Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Unram untuk memutar film tersebut.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved