Berita Viral

Habis Rp 150 Juta, Biaya Kiai Ashari Selama Jadi Pelarian Kasus Pencabulan Santriwati di Pati

Alasan Ashari tak mau menghadiri panggilan penyidik diungkap seorang pria bernama Kuswandi yang ikut diamankan polisi.

Tayang:
TRIBUNNEWS
KIAI CABUL DITANGKAP - Polisi berhasil menangkap Ashari (berjaket kulit), pendiri Ponpes Ndholo Kusumo Pati yang menjadi tersangka pencabulan, Kamis (7/5/2026). 

TRIBUN-MEDAN.com  - Fakta lain seputar pelarian Kiai Ashari tersangka kasus pencabulan santriwati Pondok Pesantren Ndholo Kusumo di Pati, Jawa Tengah, terungkap.

Ashari yang tak lain adalah pendiri sekaligus pengasuh Ponpes Ndholo Kusumo tak mau memenuhi panggilan penyidik Polresta Pati sebelum akhirnya ditangkap di wilayah Wonogiri, Jateng.

Ashari sudah dipanggil oleh penyidik Satreskrim Polresta Pati untuk menjalani pemeriksaan sebagai tersangka pada Senin (4/5/2026).

Namun ia mangkir dan tidak memberi kabar alasannya tidak bisa datang ke Polresta Pati.

Satreskrim Polresta Pati sudah mengultimatum Ashari dan akan menangkapnya secara paksa.

Sebelumnya, Ashari telah ditetapkan sebagai tersangka pada 28 April 2026 setelah gelar perkara.

Ashari memilih melarikan diri dan berupaya menghindari pelacakan oleh polisi.

Alasan Ashari tak mau menghadiri panggilan penyidik diungkap seorang pria bernama Kuswandi yang ikut diamankan polisi.

POLISI TANGKAP ASHARI: Polisi pada Kamis (7/5/2026) berhasil menangkap Ashari (berjaket kulit), pendiri Ponpes Ndholo Kusumo Pati yang menjadi tersangka pencabulan. Sosok kiai yang diduga mencabuli puluhan santriwati itu ditangkap setelah polisi melakukan pengejaran ke sejumlah wilayah di Jawa Tengah, Jakarta, hingga Jawa Barat. (Dok. Kasat Reskrim Polresta Pati)
POLISI TANGKAP ASHARI: Polisi pada Kamis (7/5/2026) berhasil menangkap Ashari (berjaket kulit), pendiri Ponpes Ndholo Kusumo Pati yang menjadi tersangka pencabulan. Sosok kiai yang diduga mencabuli puluhan santriwati itu ditangkap setelah polisi melakukan pengejaran ke sejumlah wilayah di Jawa Tengah, Jakarta, hingga Jawa Barat. (Dok. Kasat Reskrim Polresta Pati) (Tribunjateng.com)

Ashari ditangkap di sebuah petilasan di Wonogiri, Jawa Tengah pada Kamis (7/5/2026) dini hari.

Dari hasil penelusuran polisi, Ashari kabur ke sejumlah wilayah seperti Solo, Bogor, hingga Jakarta.

Saat Ashari ditangkap, polisi turut mengamankan seorang pria bernama Kuswandi yang disebut-sebut membantu pelarian tersangka.

Namun sejauh ini Kuswandi baru berstatus sebagai saksi.

Saat ditemui di Polresta Pati, Kuswandi membantah membantu pelarian Ashari.

Kuswandi mengaku bahwa dirinya hanya membantu mencarikan penasehat hukum untuk Ashari.

Keterlibatannya bermula saat utusan sekaligus menantu Ashari, Miftah mendatanginya dan meyakinkan bahwa pengasuh Pondok Pesantren Ndholo Kusumo tersebut tak bersalah.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved