Berita Viral
Fakta-fakta Pencuri Mangga Tewas setelah Dipergoki Warga, Polisi Sebut Pelaku Terjatuh dari Pohon
Usai tepergok mencuri mangga, seorang warga berusia 35 tahun bernama Ri tewas. Hal ini memancing kemarahan keluarganya.
TRIBUN-MEDAN.com - Usai tepergok mencuri mangga, seorang warga berusia 35 tahun bernama Ri tewas. Hal ini memancing kemarahan keluarganya.
Ternyata, kematian Ri itu terjadi setelah terjatuh dari pohon mangga milik penduduk setempat di Kelurahan Api-Api, Bontang Utara, Kota Bontang, Kalimantan Timur.
Peristiwa itu berlangsung pada Selasa (5/5/2026) dini hari saat pelaku diduga mencuri mangga bersama salah satu temannya berinisial MR.
Kanit Pidana Umum Satreskrim Polres Bontang Ipda Markus mengatakan, kejadian bermula saat Ri dan MR mengambil mangga dari salah satu pohon milik warga pada Selasa (5/5/2026).
Pada saat itu, Ri memanjat pohon mangga, sedangkan MR menunggu di atas sepeda motor.
Namun, aksi keduanya langsung diketahui oleh warga sekitar.
Hal ini membuat MR segera kabur dari lokasi, namun sementara Ri masih berada di atas pohon.
Jatuh dari Pohon Mangga
Ri mencoba turun dengan melompat karena merasa panik dengan kehadiran warga.
Ia pun jatuh dan kepalanya menghantam pagar beton.
Saksi-saksi awalnya tidak menyadari hal itu karena sibuk mengejar MR yang melarikan diri.
“Warga awalnya fokus mengejar temannya yang kabur. Setelah kembali baru mengetahui ada orang tergeletak,” kata Markus, dikutip dari TribunKaltim, Minggu (10/5/2026).
Setelah gagal menangkap MR, warga kembali ke lokasi dan mendengar suara dengkuran dari seseorang yang tergeletak dekat pagar rumah.
Mereka tidak berani menyentuh korban dan langsung memanggil petugas keamanan lingkungan serta Bhabinkamtibmas Kelurahan Api-Api.
Pelaku Meninggal Dunia
Sekitar 10 menit kemudian, polisi tiba dan mendapati Ri masih memakai masker.
Warga bersama petugas kemudian memindahkan korban ke teras rumah sambil berusaha menghubungi ambulans dan pemadam kebakaran.
Karena bantuan medis tak kunjung tiba, korban dibawa menggunakan mobil pribadi warga ke RS Amalia.
“Warga juga yang bawa ke rumah sakit akhirnya, menggunakan mobil warga,” kata Markus.
Ri sempat mendapat perawatan intensif karena mengalami luka serius di kepala, namun meninggal dunia pada Rabu (6/5/2026).
Keluarga Pelaku Geruduk Rumah Korban
Berita kematian Ri menyebabkan kemarahan keluarga dan warga Kelurahan Berbas Pantai.
Informasi yang beredar menyebut korban menjadi sasaran pengeroyokan. Setelah pemakaman, massa mendatangi lokasi kejadian.
Pohon mangga di tempat itu bahkan ditebang oleh warga yang marah. Seorang warga sekitar juga dilaporkan menjadi korban penganiayaan massa dalam kericuhan tersebut, dan peristiwa itu terekam kamera CCTV.
Ipda Markus menjelaskan bahwa informasi yang diterima keluarga korban berbeda dengan temuan di lapangan.
“Keterangan yang disampaikan kepada keluarga berbeda dengan yang kami dapat dari saksi di lapangan. Saksi tidak melihat adanya pengeroyokan,” ujarnya.
Polisi Terima 2 Laporan
Polisi kini masih menyelidiki dua laporan yang masuk, yaitu kasus kematian Ri dan dugaan penganiayaan terhadap warga pasca-kejadian.
Penyidik telah memeriksa saksi, melakukan olah tempat kejadian perkara, serta mengumpulkan hasil pemeriksaan medis termasuk CT Scan.
Markus menambahkan bahwa hasil rekonstruksi sementara tidak menemukan bukti penganiayaan terhadap korban seperti yang beredar di masyarakat.
Polres Bontang melakukan rekonstruksi kasus pada Sabtu (9/5/2026) di Gang Bersama 7 RT 32, Kelurahan Api-Api.
Rekonstruksi tersebut melibatkan 40 adegan dan menghadirkan beberapa saksi, termasuk MR yang mendampingi korban saat peristiwa terjadi.
“Sempat terjadi keributan, karena keluarga menduga pelaku yang juga korban dipukuli. Tapi itu tidak terbukti dari proses pendalaman (rekonstruksi ulang) yang dilakukan kemarin,” ujarnya.
“Semua masih dalam proses penyelidikan. Nanti perkembangan lebih lanjut akan kami sampaikan,” pungkas Markus.
Artikel sudah tayang di Kompas.com
(*/ Tribun-medan.com)
Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News
Ikuti juga informasi lainnya di Facebook, Instagram dan Twitter dan WA Channel
Berita viral lainnya di Tribun Medan
| Profil Singkat Dandhy Dwi Laksono, Orang di Balik Layar Film Dokumenter Pesta Babi |
|
|---|
| Film Pesta Babi Tidak Ada di LK21, Ini Cara Akses untuk Bisa Nonton |
|
|---|
| Habis Rp 150 Juta, Biaya Kiai Ashari Selama Jadi Pelarian Kasus Pencabulan Santriwati di Pati |
|
|---|
| Sepupu Ungkap Chat Terakhir Brigadir Arya, Polisi yang Tewas Ditembak Pencuri di Lampung |
|
|---|
| Tanggapan Anggota DPR Pembubaran Nobar Film Pesta Babi di Ternate, Sebelumnya di Kampus Unram |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/ilustrasi-mayat.jpg)