Berita Viral

UCAPAN Ashari Sebelum Mencabuli Santri, Bawa Hal Mistis: Tak Patut, Jalur Ilmunya Diputus

Berdasarkan pengakuan anaknya dan para santri lain, pelaku menanamkan rasa takut yang luar biasa melalui doktrin ketaatan buta. 

Tayang:
IST
KIAI PATI CABUL - Ashari, kiai pondok pesantren di Pati tersangka pencabulan 50 santriwati belum ditahan, diduga kabur dan mangkir demi hindari pemeriksaan. 

“Kalau tidak manut, katanya jalur ilmunya diputus. Anak-anak jadi takut,” kata H. 

Kombinasi antara rasa takut dianggap melawan Tuhan dan kekhawatiran ilmunya tidak bermanfaat membuat para korban terperangkap dalam diam selama bertahun-tahun. 

H menyebut secara logika anak-anak ingin berontak, namun mental mereka sudah terkunci oleh doktrin tersebut. 

KIAI CABUL DITANGKAP - Polisi berhasil menangkap Ashari (berjaket kulit), pendiri Ponpes Ndholo Kusumo Pati yang menjadi tersangka pencabulan, Kamis (7/5/2026).
KIAI CABUL DITANGKAP - Polisi berhasil menangkap Ashari (berjaket kulit), pendiri Ponpes Ndholo Kusumo Pati yang menjadi tersangka pencabulan, Kamis (7/5/2026). (TRIBUNNEWS)

“Secara normal anak-anak pasti berontak. Tapi karena sudah takut dan didoktrin terus, akhirnya nurut,” jelasnya. 

Ayah Korban Diintimidasi dan Diancam Lapor Balik

Keberanian H melaporkan kasus ini ke Polres Pati pada 2024 ternyata berbuntut panjang. 

Bukan mendapat dukungan, ia justru mendapatkan tekanan hebat dari pihak yang mengaku keluarga pelaku. 

Sekitar satu hingga dua bulan setelah melapor, rumah H didatangi orang-orang yang memaksanya mencabut berkas laporan. 

Ia bahkan diancam akan dikriminalisasi balik. 

“Ancaman itu laporan saya akan dipatahkan dan saya akan dituntut balik. Bahkan ada surat yang intinya meminta saya mencabut laporan,” ungkap H. 

Namun, intimidasi tersebut tidak menyurutkan langkahnya. 

Baca juga: Bursok Anthony Dicopot, Massa Buruh Akan Gruduk DJP Sumut II, Berikut 9 Poin Tuntutan Tajam

H menegaskan bahwa perjuangannya bukan lagi sekadar soal keluarga, melainkan keselamatan generasi mendatang di pesantren tersebut. 

“Saya jawab, saya tidak akan cabut laporan sampai kapan pun. Tujuan saya bukan untuk diri sendiri atau anak saya saja, tapi untuk menyelamatkan anak-anak lain,” tegasnya. 

Aksi nekat H ini bermula dari kecurigaan setelah mendengar cerita anaknya yang baru lulus. 

Sebelum melapor, H secara diam-diam mendatangi rumah teman-teman anaknya satu per satu untuk mengumpulkan bukti.

Sumber: Tribun Jakarta
Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved