Berita Viral

UCAPAN Ashari Sebelum Mencabuli Santri, Bawa Hal Mistis: Tak Patut, Jalur Ilmunya Diputus

Berdasarkan pengakuan anaknya dan para santri lain, pelaku menanamkan rasa takut yang luar biasa melalui doktrin ketaatan buta. 

Tayang:
IST
KIAI PATI CABUL - Ashari, kiai pondok pesantren di Pati tersangka pencabulan 50 santriwati belum ditahan, diduga kabur dan mangkir demi hindari pemeriksaan. 

TRIBUN-MEDAN.com - Inilah ucapan Ashari sebelum mencabuli  santri.

Sambil membawa hal mistis, Ashari menanamkan ketakutan kepada murid-muridnya.

Ashari mengancam jika melawan dirinya sama dengan melawan Tuhan.

Baca juga: LIVE SCORE Hasil Barcelona Vs Real Madrid, Pantau Hasil Cepat Liga Spanyol di Sini via HP

Doktrin pengasuh Pondok Pesantren (Ponpes) Ndhoro Kusumo di Kabupaten Pati, Jawa Tengah, Ashari (51) kepada santriwati yang menjadi korban pencabulan terkuak.

Di balik jubah kepemimpinannya, ia diduga menggunakan doktrin agama dan ancaman spiritual untuk mencabuli para santriwatinya. 

H, salah satu orang tua korban, membeberkan siasat licik yang digunakan pelaku untuk membungkam para santri agar menuruti nafsu bejatnya sejak tahun 2020 hingga 2024. 

Baca juga: Lirik Lagu Karo Sayang Kusayang Dipopulerkan oleh Netty Vera Bangun

Berdasarkan pengakuan anaknya dan para santri lain, pelaku menanamkan rasa takut yang luar biasa melalui doktrin ketaatan buta. 

Korban dipaksa percaya bahwa menolak kemauan pelaku adalah dosa besar.

“Anak-anak didoktrin kalau apa pun yang dilakukan kiai harus dituruti. Kalau murid berani melawan guru, berarti melawan Allah,” ujar H saat memberikan keterangan di Semarang, Jumat (8/5/2026).

Tak hanya itu, Ashari menggunakan narasi mistis untuk melegitimasi tindakannya. 

Pelaku menyebut bahwa perlakuan tidak wajar tersebut merupakan instruksi dari alam lain. 

“Katanya apa yang dilakukan kiai itu dari alam gaib, jadi murid harus nurut walaupun arahnya negatif,” tambahnya. 

Ancaman "Putus Ilmu" agar Korban Tak Melawan 

Siasat licik lainnya adalah ancaman psikologis mengenai masa depan pendidikan para santri. 

Jika ada santri yang berontak, pelaku menakut-nakuti mereka dengan memutus keberkahan ilmu yang sedang dipelajari. 

Sumber: Tribun Jakarta
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved