Berita Viral

UCAPAN Ashari Sebelum Mencabuli Santri, Bawa Hal Mistis: Tak Patut, Jalur Ilmunya Diputus

Berdasarkan pengakuan anaknya dan para santri lain, pelaku menanamkan rasa takut yang luar biasa melalui doktrin ketaatan buta. 

Tayang:
IST
KIAI PATI CABUL - Ashari, kiai pondok pesantren di Pati tersangka pencabulan 50 santriwati belum ditahan, diduga kabur dan mangkir demi hindari pemeriksaan. 

“Ada delapan anak atau lebih yang saya datangi untuk klarifikasi. Ternyata keterangannya cocok semua dengan yang disampaikan anak saya,” tuturnya. 

Meski sempat merasa proses hukum berjalan lambat sejak laporannya masuk tahun 2024, kini H didampingi tim hukum baru untuk memastikan kasus ini tuntas.

“Kalau ada teror atau ancaman, saya tidak hiraukan. Saya rasa ini demi perjuangan dan kebenaran,” pungkasnya.

Ditangkap Usai Kabur

Setelah sempat berpindah-pindah kota di Jawa Tengah hingga Jawa Barat, Ashari ditangkap di kawasan Petilasan Eyang Gunungsari, Wonogiri, Kamis (7/5/2026) sekitar pukul 04.00 WIB.

Kasat Reskrim Polresta Pati, Kompol Dika Hadiyan Widya Wiratama, mengatakan pengejaran dilakukan setelah tersangka mangkir dari panggilan pemeriksaan polisi dan diduga mencoba melarikan diri keluar daerah.

"Karena yang bersangkutan tidak datang dan kami menduga akan melarikan diri, setelah kami cek memang keberadaannya sudah tidak ada di Pati," ujar Kompol Dika di Mapolresta Pati, Kamis (7/5/2026).

Polisi kemudian melacak pola pelarian tersangka dengan mempelajari kebiasaannya selama kabur. 

Berdasarkan hasil penyelidikan, Ashari diketahui berpindah dari Kudus, Bogor, Jakarta, Solo hingga akhirnya ke Wonogiri.

Menariknya, selama pelarian, Ashari disebut kerap mendatangi lokasi bernuansa spiritual seperti petilasan, makam keramat, hingga tempat pemandian. 

Polisi mengaku jejak keberadaan tersangka di lokasi-lokasi tersebut menjadi petunjuk penting dalam proses pengejaran.

"Setiap tempat yang didatangi, kami selalu mendapatkan petunjuk terkait ciri-ciri tersangka. Sampai akhirnya kami mendapat informasi bahwa yang bersangkutan sempat bertemu dan mengobrol dengan seseorang," tambah Kompol Dika.

Menurut polisi, pelarian Ashari dilakukan secara acak dan tidak terencana rapi. 

Tersangka disebut sering bertanya kepada warga sekitar mengenai lokasi makam yang dapat diziarahi. 

Di Jawa Barat, Ashari diketahui sempat bolak-balik ke wilayah Sentul dan juga berada di kawasan Gunung Muria, Kudus.

Sumber: Tribun Jakarta
Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved