RUU Masyarakat Adat
Baleg DPR RI Serap Aspirasi di Tano Batak: Momentum Percepatan RUU Masyarakat Adat
Kunjungan kerja Badan Legislasi (Baleg) DPR RI ke Kabupaten Toba menjadi babak baru dalam perjuangan pengesahan RUU Masyarakat Adat.
Mangitua Ambarita (Sihaporas) menyampaikan harapan agar masyarakat adat dapat “merdeka di tanah sendiri.”
Rocky Pasaribu (KSPPM) mengingatkan agar mekanisme verifikasi dalam RUU tidak menjadi ancaman terhadap hak dasar masyarakat adat.
Pandangan Akademisi
Dimpos Manalu menilai ketimpangan penguasaan tanah dan sumber daya alam menjadi akar konflik agraria.
Janpatar Simamora menekankan perlunya penyederhanaan proses pengakuan masyarakat adat serta mekanisme pengawasan dan sanksi bagi pihak yang menghambat.
Peran Negara
Anggota Baleg DPR RI, Bane Raja Manalu, menegaskan bahwa pengakuan masyarakat adat tidak boleh sepenuhnya diserahkan kepada pemerintah daerah karena rawan kepentingan politik lokal.
Negara harus hadir secara adil dengan menyederhanakan proses pengakuan wilayah adat, memastikan kejelasan tata ruang, dan menghapus stigma masyarakat adat sebagai “pencuri” di tanah leluhur mereka sendiri.
Dialog ini memperlihatkan bahwa RUU Masyarakat Adat bukan sekadar regulasi, melainkan fondasi untuk:
- Menjamin perlindungan hak adat
- Menyelesaikan konflik agraria
- Menguatkan identitas budaya
- Menjaga keseimbangan ekologis
Pertemuan ini dihadiri oleh sejumlah pegiat masyarakat adat dan tokoh penting, antara lain:
- Ephorus HKBP Pdt Victor Tinambunan
- Pastor Walden Sitanggang OFMCap (Gerakan Oikumenis Keadilan Ekologis)
- Jhontoni Tarihoran (AMAN Tano Batak)
- Rocky Pasaribu (KSPPM)
- Roganda Simanjuntak (BRWA Sumut)
- Dr Dimpos Manalu (Akademisi)
- Mangitua Ambarita (Lamtoras Sihaporas)
- Sorbatua Siallagan (Lembaga Adat Ompu Umbak Siallagan).
(*/Tribun-medan.com)
| Iran Akhirnya Ungkap Kondisi Terbaru Mojtaba Khamenei secara Rinci |
|
|---|
| Kronologi Siswa SD Meninggal Diduga Usai Konsumsi Mi Instan Pedas dan Minuman Bersoda |
|
|---|
| Jerit Tangis Istri Brigadir Arya, Suaminya Tewas Ditembak Pelaku Curanmor: Anak-anak Butuh Dia |
|
|---|
| Doktrin Kiai Ashari Rayu Santriwati di Pati, Para Korban Tak Berdaya: Lawan Guru Berarti Lawan Tuhan |
|
|---|
| Situasi Perang AS-Iran Makin Panas, Proposal Damai yang Dikirim Donald Trump Belum Terjawab |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Baleg-DPR-RI-ke-Toba.jpg)